Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Sapi bantuan Pemerintah diduga dijual

Sapi bantuan Pemerintah diduga dijual

Edi Subagio Ketua kelompok Tani Agri Bangun Jaya Toapaya Utara kab.Bintan
Edi Subagio Ketua kelompok Tani Agri Bangun Jaya Toapaya Utara kab.Bintan.Dok.SN.Com

Bintan,Sidaknews.com – ketua kelompok Tani Agri bangun jaya desa Toapaya Utara kabupaten Bintan diduga menjual puluhan ekor sapi kepada pihak Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama, padahal bantuan tersebut adalah bantuan pemerintah pusat melalui anggaran Apbn-P tahun anggaran 2010 dari Dirjen Peternakan.

Bantuan sapi bentuk Hibah untuk kelompok tani Agri Bangun jaya sebanyak 35 ekor dengan anggaran yang diberikan oleh dinas pertanian dan peternakan kabupaten Bintan sebesar Rp.322.500.000.

Dari keterangan yang sampaikan oleh Edisubagio ketua kelompok tani tersebut kepada media ini, bahwa “dia” ada mengakui menjual sapi kepada pihak Pt.Bisnis indo nugraha pratama, namun, sapi tersebut dia beli dari lokal sebelas ekor, dan mati satu ekor, Namun, Edi tidak bisa menunjukkan surat keterangan dari Karantina.

ketika sumber yang layak dipercaya mengatakan, bahwa sapi yang ada di pt.Bisnis indo nugraha pratama, itu adalah sapi diangkut dari kandang ternak kelompok tani, bahkan, saya sendiri sebagai mantan kelompok tani saat itu, ikut juga mengantar ke tempat tersebut.
“Dia” (Red) mengakuinya, bahwa Edi Subagio sebagai ketua kelompok tani, saat itu memerintahkan kita untuk ikut ke Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama mengantar 10 ekor sapi.

Namun ditanya berapa harga dijual kepada pihak perusahaan tersebut, “Saya” tidak mengetahuinya, itu urusan Edi, kami hanya perintah saja. dan, Sapi yang mati, kami ketahui  hanya sebanyak 7 ekor saja. “Ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi oleh Media ini Edisubagio, mengatakan, bahwa sapi bantuan pemerintah dengan jumlah 35 ekor, yang mati ada sekitar 24 ekor Sapi, Namun ketika ditanya lagi, apakah ada bukti atau surat dari petugas lapangan atau Ppl? Edi Subagio enggan menjawab, Namun jawabannya begitu gampang, “Saya” sudah kasih tau kepada petugas Ppl, namun gak pernah datang, dan klo mau kita lihat, ada kok kuburan sapi tersebut.”Ungkapnya.

Sementara ketika dikonfirmasi salah satu staf pihak dinas pertanian dan peternakan Bintan, mengatakan, jika ada sapi yang mati,pihak kelompok tani harus terlebih dahulu memberitahukan kepada petugas lapangan atau Ppl dari dinas peternakan, tentunya, petugas dapat mengetahuinya, apakah penyebab kematian sapi tersebut, baru bisa dikuburkan, jika tidak ada surat dari petugas Ppl, tentunya masalah tersebut dapat diragukan.”tandasnya”.

Hasil investigasi lsm ICTI-Ngo kepulauan Riau di lapangan,

kuncus mengatakan, sangat disayangkan dan ada kejanggalan dari keterangan yang disampaikan oleh Edi Subagio, sebab,”Surat dari petugas Ppl tidak ada”, surat bukti kematian sapi tersebut diragukan.

Ketika ditanyakan salah seorang pekerja di Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama, Adi membenarkan, bahwa, Sapi yang ada ini dibeli dari Edi Subagio dengan harga Rp.8 juta per ekor.

Dari keterangan warga Toa paya kepada media ini mengatakan, bahwa, kinerja ketua kelompok tani Agri bangun jaya kita ragukan, sebab, banyak bantuan yang masuk ke daerah kita tidak pernah transparan, semua hanya dengan aturan beliau. “Kami” sebagai anggota kelompok tani, sesuka-sukanya memberhentikan kita. “Unkapnya. (Red/SN)

 

 

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *