Rabu , 24 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Sebanyak 15 Orang Peserta Dari Aceh Ikut Pelatihan Diklat Aparatur Lembaga Administrasi Negara RI Di Ciawi Bogor

Sebanyak 15 Orang Peserta Dari Aceh Ikut Pelatihan Diklat Aparatur Lembaga Administrasi Negara RI Di Ciawi Bogor

Tengah, Drs. Hasanuddin Darjo, MM bersama peserta diklat dan seleksi calon widyaiswara Aceh di Ciawi Bogor (Ft-Ahdar)
Tengah, Drs. Hasanuddin Darjo, MM bersama peserta diklat dan seleksi calon widyaiswara Aceh di Ciawi Bogor (Ft-Ahdar)

ACEH,sidaknews.com – Hasanuddin Darjo ”memimpin barisan merah putih” membaca tulisan di belakang terdengar sangat korelatif dengan isu dewasa ini, padahal itu sebuah cengkerama oleh Muhammad Idris, Deputi Bidang Diklat Aparatur Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada Pembukaan Diklat dan Seleksi Calon Widyaisara Lingkup Kementerian Pertanian dan Non Pertanian yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Ciawi Bogor (29/09/2014), kata Ahdah kepala UPTD BDP saree, Aceh kepada penulis.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 35 hari efektif ini merupakan kerjasama antara Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Ciawi Bogor dengan Bidang Diklat Aparatur Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

Dari 30 orang peserta yang berasal dari beberapa provinsi, Aceh mengisi porsi terbanyak, sebanyak 15 orang peserta Diklat, sebut Ahdar.

Hasanuddin Darjo, orang nomor satu pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh ikut hadir pada kegiatan Tingkat Nasional tersebut.

Mewakili beberapa provinsi, beliau dipersilahkan untuk menyampaikan sambutan dan arahan pada session pembukaan Diklat. “Mewakili” inilah yang menjadi cengkerama Muhammad Idris, Deputi Bidang Diklat Aparatur Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk mengatakan “Pak Darjo memimpin Barisan Merah Putih”.

Profesionalisme aparatur adalah sebuah komitmen aparatur pada instansi tempat mereka mengabdi . “Tidak dikatakan profesionalisme bila aparatur tidak “expert” dibidangnya dan ini semua ada dalam sebuah filosopi yang melekat pada diri aparatur” kata Muhammad Idris, yang dikutip Tarmizi A. Gani aktifis Pertanian dan peternakan dari Ahdar.

Komitmen yang terendah adalah “Komitmen Normatif”, dimana seorang aparatur pemerintah bekerja karena ada Surat Keputusan sebagai PNS, pejabat dan Surat Keputusan lainnya, selanjutnya Komitmen tingkat menengah adalah “Komitmen Kontinuan”, dimana bekerjanya aparatur pemerintah karena ada rupiah yang menunggu di depan matanya, dan terakhir “Komitmen Affektif” , merupaka sebuah komitmen yang bermartabat yang dimiliki oleh seorang aparatur pemerintah.

Mereka bekerja, berkarya,mengabdikan jiwa dan raganya untuk mengembangkan institusi tempat mereka bekerja, tambah Muhammad Idris.(Hasbi)

Check Also

Alamak…!, Menantu dan Mertua Ditangkap, Akibat Ketahuan Mencopet di Pasar Kodok Sidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Akibat terhimpit masalah ekonomi itulah salah satu alasan Landa sari,(48 ), warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *