Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Sekolah di Karawang Kembali Pakai Kurikulum 2006

Sekolah di Karawang Kembali Pakai Kurikulum 2006

Keterangan Foto: Buku Kurikulum 2006.
Ilustrasi: Buku Kurikulum 2006.

KARAWANG,Sidaknews.com – Setelah dikeluarkannya surat edaran dari Menteri Dalam Negeri tertanggal 12 Januari 2015 dengan nomor surat 423.5/154/sj tentang pelaksanaan kurikulum 2013 (kurtilas).

secara bertahap dan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 19 Januari 2015 dengan nomor surat 233/C/KR/2015 tentang penetapan sekolah pelaksana uji coba kurtilas tahun pelajaran 2014/2015.

Maka sekolah yang baru menerapkan kurtilas selama satu semester ditetapkan kembali menggunakan kurikulum 2006 atau Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP).

“Surat edaran tersebut sesuai dengan Permendikbud No. 160/2014 tentang pemberlakuan kurikulum 2006,” ucap Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Karawang, Toto Suharto.

Lebih lanjut Toto menjelaskan, berdasarkan surat edaran dari Kemendikbud tersebut dinyatakan sekolah yang telah melaksanakan kurtilas selama tiga semester dapat melanjutkan kurtilas sebagai sekolah uji coba.

Kemudian bisa dijadikan sekolah rintisan di seluruh kabupaten/kota dan daftar nama sekolah per kabupaten/kota yang dijadikan sekolah rintisan akan diterbitkan oleh Badan penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan.

“Namun jika sekolah tersebut ingin kembali menggunakan KTSP, maka diperbolehkan dengan mengajukan terlebih dahulu ke Kemendikbud pusat melalui rekomendasi dari Disdik Kabupaten dan disdik provinsi,” ujar mantan Kepala UPTD PAUD/SD Kotabaru ini.

Toto menambahkan, sedangkan untuk sekolah yang baru menerapkan kurtilas selama satu semester ditetapkan kembali menggunakan KTSP. Pengaturan implementasi kurikulum seperti tersebut di atas akan diintegrasikan dengan sistem data pokok pendidikan (Dapodik) yang secara reguler diupdate oleh sekolah.

“Dengan ketentuan ini, mau tidak mau sekolah yang baru menerapkan kurtilas selama satu semester harus kembali terapkan KTSP,” imbuhnya.

Menurut Toto, Kemendikbud bersama dengan Disdik provinsi/kabupaten/kota akan berkonsentrasi melaksanakan pembinaan terhadap sekolah uji coba kurtilas di daerah masiang-masing sehingga sekolah tersebut nantinya dapat berfungsi sebagai sekolah inti atau sekolah rujukan yang dipersiapkan untuk membina satuan pendidikan di sekitarnya.

“Selain itu, Disdik provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya melakukan pembinaan bagi sekolah yang kembali melaksanakan KTSP,” katanya.

Toto berharap, pihak sekolah tetap mempedomani kebijakan pemerintah dengan menggunakan kurtilas secara bertahap guna menciptakan ketertiban dan kondisi yang kondusif dalam proses belajar mengajar.(karla)

Check Also

Bupati Sergai Resmikan BUM Desa “Maju Bersama” Desa Kuta Pinang

-BUM Desa Sebagai Pelaku Ekonomi Yang Mengelola Potensi Desa Secara Kolektif Sergai, sidaknews.com – Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *