Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Selewengkan BBM Subsidi, Tole Cs Dituntut 18 Bulan Bui

Selewengkan BBM Subsidi, Tole Cs Dituntut 18 Bulan Bui

tole
Terdakwa Tole Cs saat menjalani persidangan beberapa waktu lalu. foto: dok

Tanjungpinang, sidaknews.com – Syahgunandar alias Tole, Bimo, Jupen Sius, Febriansyah yang menjadi terdakwa kasus penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar dituntut jaksa masing-masing selama satu tahun dan enam bulan penjara.

“Atas perbuatannya, kami meminta agar majelis hakim menghukum para terdakwa selama satu tahun enam bulan penjara dengan perintah tetap ditahan,” kata jaksa Rudi Sagala pada persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (27/1) sore.

Selain hukuman badan, para terdakwa juga dikenakan hukuman denda senilai Rp10 juta, jika denda tidak dibayar akan diganti dengan hukuman selama lima bulan penjara.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar ketentuan pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas) sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

Sementara itu, sejumlah fasilitas yang digunakan terdakwa dalam proses pengangkutan BBM bersubsidi tersebut disita untuk negara. Fasilitas tersebut yakni berupa sebuah kapal jenis Tugboat, Kapal Motor (KM) Lautan Kakap.

“Dan satu unit mobil tanki warna biru bernomor polisi BP 8187 TY (plat asli BP 8073 TY-red) bersama dengan muatannya disita untuk negara,” papar Rudi membacakan dakwaannya.

Terhadap tuntutan tersebut, Tole Cs yang didampingi kuasa hukumnya EW Papilaya mengatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi-red) secara tertulis untuk menanggapi tuntutan pada persidangan yang akan datang.

“Kita akan ajukan pembelaan,” ujar Papilaya. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan pembelaan yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya.

Sekedar diketahui, kasus ini semula diungkap jajaran Unit Intel Kodim 0315/Bintan akhir bulan Agustus 2014 lalu. Saat itu, para terdakwa diduga sedang melakukan pelansiran BBM bersubsidi dari mobil tanki ke Tugboat di sebuah pelabuhan yang berada di sekitar Madong, Senggarang Tanjungpinang.

Di persidangan terungkap, jika mobil tanki diketahui fasilitas bantuan hibah dari Wali Kota Tanjungpinang untuk warga di Kelurahan Teluk Keriting Tanjungpinang.

Sedangkan pemilik Tugboat dan asal usulnya belum diketahui hingga saat ini. Terdakwa Jupen Sius yang merupakan nahkoda kapal mengaku tidak mengetahui asal usul kapal.

Meski tidak memiliki Surat Izin Berlayar (SIB), ia nekat membawa kapal karena dijanjikan upah sebesar Rp 2,5 juta oleh seseorang yang dikenalnya bernama Jhon (DPO).

Kasus ini juga sempat menyeret nama Agung Triyanto, anggota DPRD Tanjungpinang yang disebut-sebut berperan. Di persidangan sebagai saksi, Agung membantah terlibat dalam pusaran kasus BBM ini.

“Saya kenal terdakwa (Tole) karena ia anggota saya di organisasi yang saya pimpin,” kata Agung menceritakan hubungan dirinya dengan terdakwa.(Rindu Sianipar)

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *