Home » Berita Foto » Seluruh Tambang Pasir Illegal DiBatam Akan Ditutup

Seluruh Tambang Pasir Illegal DiBatam Akan Ditutup

Kepala Bapelda Kota Batam Dendi Purnomo
Kepala Bapelda Kota Batam Dendi Purnomo

BATAM, Sidaknews.com – Tim Terpadu Pemerintah Kota Batam melakukan razia penertiban penambangan pasir darat ilegal di depan Perumahan Cipta Asri, Kelurahan Tembesi, Sagulung, kemaren. Sebanyak 50 personil dikerahkan ke lokasi tambang.

Mengetahui ada razia, para penambang pasir darat ilegal langsung lari berhamburan menyelamatkan diri. Mereka lari ke semak-semak yang terdapat di kawasan itu dan meninggalkan barang-barang seperti 6 unit pompa, 7 unit beko besar, cangkul dan lain-lain.

Dendi Purnomo, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Batam, mengatakan kegiatan penambangan pasir ilegal di Batam sudah sangat memprihatinkan. Selain merusak alam, juga mengganggu sendi-sendi kehidupan lainnya.

Salah satu contohnya, keruhnya air laut akibat pembuangan lumpur penambangan pasir tersebut, menyebabkan nelayan lokal tak dapat melaut.
Dengan tegas Dendi mengatkan kita akan tutup semua tambang pasir yang berada diBatam ini.

batamHal itu yang sedang dialami oleh nelayan yang ada di sekitar wilayah Tanjungpiayu, Seibeduk.Pasalnya, kegiatan tambang pasir ilegal yang berada di salah satu bukit yang menuju Tanjungpiayu Laut, membuat air laut menjadi coklat.

Dikatakan Dendi, tambang pasir ilegal tersebut menjadi pantauannya dan akan segera ditertibkan. Terkait tambang pasir di Piayu menjadi salah satu target operasi. Kita sudah tahu koordinatornya dan dijual kemana,” katanya saat ditemui di sela kegiatan Rapat Koordinasi Bakorkamla.

Tak hanya tambang pasir ilegal di Tanjungpiayu, yang menjadi pantauan pihaknya tetapi juga seluruh tambang pasir ilegal yang ada di Batam, yang saat ini tersebar di lima titik, yakni di daerah Tambesi, Barelang Tanjungpiayu, Kampung Jabi, Panglong, dan Batubesar.

Setelah kunjungan KPK kemarin, Desember 2014, seluruh tambang pasir harus tutup. Seperti arahan pak Wali (Walikota Batam) jika ada aperatur yang terlibat agar ditindak,” kata Dendi lagi. Dendi mengakui penertiban yang mereka lakukan memiliki kendala, salah satunya bocornya saat akan melakukan operasi penertiban tersebut.

Sehingga ketika operasi digelar, operator di lapangan sudah tak didapatkan lagi.“Konsekwensi dari operasi gabungan adalah kebocoran,” ungkapnya.Sementara itu terkait tambang pasir ilegal Tembesi Tower yang dirazia Minggu lalu, masih terus diproses. Saat ini sudah diperiksa empat orang saksi yang diiduga koordianor lapangan.

Kemudian minggu depan kita akan periksa saksi ahli untuk mengetahui kerusakan yang ditimbulkan,” katanya.Untuk proses hukum selanjutnya, pemilik lahan juga akan dipanggil yang diduga ikut dalam kegiatan tersebut.Pemilik lahan ada berupa perusahaan, dan ada perorangan. Namun, Dendi enggan menyebutkan perusahaan yang diduga ikut terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut.

Sejauh ini ungkap Dendi, kegiatan tambang pasir ilegal di Tembesi Tower sudah merusak sekitar 43 hektar lahan.Empat dari tujuh alat berat yang diamankan saat ini berada di Bapedalda.“Lainnya masih di lapangan, karena batrai dicabut sehingga tak dapat dibawa, katanya.(Tim)

 

Check Also

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Tanjunguban Suhendra, melalui Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi, Oddy Permana, saat menunjukkan dukumen  pekerja asing.

Imigrasi Tangkap 41 Pekerja Asing di Club Med Lagoi

Tanjungpinang, sidaknews.com -Sebanyak 41 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Club Med di Kawasan Wisata Lagoi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>