Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Sepekan Sebelum Ditembak, Daud Diduga Sita Sepucuk Pistol

Sepekan Sebelum Ditembak, Daud Diduga Sita Sepucuk Pistol

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Makassar, Sidaknews.com – Sehari pasca tewasnya Pamin Yanmin Intelkam Polda Sulsel, Ipda H Muh Daud, tim gabungan Polda Sulsel dan Polres Gowa terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus tersebut. Hingga kemarin, sudah 15 saksi yang ikut diperiksa.

Bahkan, dari informasi yang beredar, sepekan sebelum terjadi penembakan, H Muh Daud diduga sempat menyita sepucuk pistol. Namun, belum ada informasi, pistol yang disita tersebut berasal darimana.

Sejak menyita sepucuk pistol tersebut, dari beberapa informasi yang beredar, rumah korban sering diteror. Seperti adanya orang tak dikenal yang tiba-tiba muncul di dekat rumah dengan gelagat yang mencurigakan.

Kapolres Gowa, AKBP Lafri Prasetyono melalui Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Andry Lilikay yang dikonfirmasi, Rabu (12/2) terkait penyitaan pistol yang dilakukan korban sepekan sebelumnya, mengatakan, kepolisian belum bisa menyimpulkan apapun dari dugaan-dugaan yang ada.

”Memang ada informasi demikian, namun kita juga tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa itu benar sebab tim gabungan (Polda dan Polres) masih melakukan pengembangan kasus ini. Semua informasi yang diarahkan terkait dengan kasus ini masih kita usut,” jelas Andry Lilikay.

Andry Lilikay mengungkapkan, hingga kemarin polisi telah memeriksa sebanyak 15 orang saksi di Mapolres. ”Kita sudah memeriksa 15 orang saksi termasuk yang diperiksa hari ini (kemarin, red). Kemungkinan jumlah saksi masih bertambah termasuk saksi istri korban serta anaknya. Namun untuk istri dan anak korban kami belum melakukan itu sebab mereka masih berkabung,” terang Andry Lilikay.

Sementara itu, saat ditanya apa motif dari penembakan Ipda H Muh Daud ini, Andry Lilikay menimpali jika kasus ini masih dalam lidik. Tim gabungan Polda dan Polres sangat bekerja ekstra keras untuk mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa ini dan apa motifnya.

Sekadar diketahui bahwa Ipda Muh Daud tewas setelah ditembak lelaki tak dikenal tidak jauh dari rumahnya di Jalan Pallantikang III, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (11/2) subuh. Ia ditembak saat hendak pergi ke masjid menunaikan shalat subuh.

Sementara itu, dalam pantauan, rumah korban terlihat, Rabu (12/2). Yang ada hanya beberapa aparat polisi berpakaian preman berjaga-jaga di sekitar rumah korban dan beberapa orang wartawan. Para tetangga juga tidak terlalu ramai karena seluruh anggota keluarga korban masih berada di Sinjai Barat setelah pemakaman korban di kampung halamannya.

Daud Lebih Sering Berdakwah

Sejak tertembaknya Ipda H Muh Daud suasana kawasan rumah korban sepi-sepi saja. Meski begitu suasana di sekitar rumah dan tempat kejadian penembakan tetap seperti biasa. Namun, warga enggan mendekati rumah korban lantaran sejumlah aparat Kepolisian berpakaian preman masih saja melakukan jaga-jaga di rumah korban.

Sementara itu, Hj Wardiyah, istri yang sementara sakit stroke dan anak-anak korban masih berada di kampung halaman suaminya mengikuti proses pemakaman.

Kepergian sosok H Muh Daud kini hanya meninggalkan cerita dan kenangan para tetangga. Lelaki yang lahir pada 1960 silam ini menurut keluarganya, Lukman, memang dikenal sebagai sosok yang tenang. Kegiatannya di luar jam dinas adalah urusan akhirat semata.

“Pak haji itu kebanyakan beraktivitasnya di masjid jika sore pulang dinas atau malam hari. Beliau memang agamais apalagi memang posisi beliau saat ini mengetuai Wahdah Islamiyah. Kehidupan keluarga kecilnya pun sangat harmonis. Termasuk hubungan dengan tetangganya. Setiap hari almarhum hanya berdakwah,” kata Lukman, kemarin.

Sementara bagi warga lainnya seperti Dian, tetangga korban ini mengaku sangat prihatin dengan tewasnya korban dengan cara ditembak orang.

“Saya sangat kaget sebab pagi-pagi buta ada suara tembakan terdengar cukup keras. Waktu itu saya dan seisi rumah belum tahu kejadian sesungguhnya. Kami kira ada pencuri dikejar polisi lalu ditembak. Tak tahunya begitu suara tembakan hilang, warga sudah heboh dan melihat pak haji (H M Daud) tergeletak di jalan bermandikan darah,” akunya. (BMK)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *