Home » Berita Foto » Setelah Ditahan Bonaran Situmeang, KPK Segera Melacak Transaksi Aset Mencurigakan

Setelah Ditahan Bonaran Situmeang, KPK Segera Melacak Transaksi Aset Mencurigakan

Raja Bonaran Situmeang
Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang

Jakarta – Setelah penahanan Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kasus suap sengketa Pilkada di MK. Tim KPK segera melacak transaksi mencurigakan dari aset Bonaran Situmeang.

Jubir KPK Johan Budi mengatakan, ada dua hal yang langsung dilakukan KPK, setelah penetapan tersangka. Dua hal tersebut terkait dengan kepemilikan harta sang tersangka.

Bonaran Situmeang, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) yang tersangkut kasus dugaan suap pengurusan gugatan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak terima ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Bonaran tidak terima dikenakan ‘rompi oranye’ karena menganggap tidak terlibat dalam suap sebesar Rp 1,8 miliar kepada mantan Ketua MK Akil Mochtar seperti yang disangkakan KPK terhadapnya.

“Saya tidak kenal dengan Akil Mochtar, saya tidak pernah menyuap Akil Mochtar, saya sudah tunjukkan ke rekening saya, ada tidak rekening saya Rp 1,8 miliar? Tidak punya saya uang tapi dicatat di Pilkada Tapteng di MK,” ujar Bonaran Situmeang di Gedung KPK, Jakarta, Senin kemarin (6/10/2014).

Bonaran juga menganggap, penetapannya sebagai tersangka pada kasus ini tidak lepas dari posisi Wakil Ketua Bambang Widjojanto yang pernah menjadi pengacara Diana Samosir atau lawannya dalam gugatan sengketa Pilkada di MK.

“Bambang Widjojanto sekarang jadi komisioner KPK, waktu di MK dibilang Bonaran harus di-diskualifikasi. Ini kan semut lawan gajah, saya semutnya dia gajahnya. Ini nggak benar,” kata Bonaran sebelum digiring ke Rutan KPK cabang Guntur.

Bahkan, Bonaran yang namanya pernah terseret dalam kasus Cicak vs Buaya ini menuding penahanannya oleh KPK sebagai bentuk penzaliman.

“Ini penzaliman, saya belum ditanya apa hubungan saya dengan Akil, kenapa saya ditahan? Saya tanya mana dua alat bukti permulaan itu, saya tanya, nggak ada juga bukti itu,” pungkas Bonaran Situmeang.

Nama Raja Bonaran Situmeang tak asing lagi di KPK. Sebelum menjabat sebagai Bupati, ia juga dikenal sebagai penasihat hukum Anggodo Widjojo atau adik kandung pemilik PT Masaro Anggoro Widjojo yang telah menjadi buronan KPK sejak tahun 2009 karena terlibat perkara korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan.

Lama tak terdengar kabarnya, Bonaran tiba-tiba terpilih menjadi Bupati Tapanuli Tengah bersama pasangannya, Sukran Tanjung pada Maret 2011 lalu.

Pasangan yang diusung PDIP, Golkar, dan Hanura ini mengalahkan pasangan calon yang diusung Demokrat dan koalisi, yaitu Dinariyana Samosir-Hikmala Raya Harahap, serta satu pasangan calon yang berasal dari jalur independen. Namun, kemenangan Bonaran-Tanjung ini sempat digugat dan dibawa ke Mahkamah Konstitusi pada Desember 2011.

Nah Lho, ternyata partai pemenang pemilu 2014 yang menjagokan dan menggoalkan Bupati yang kini tertangkap KPK tersebut.(RNP)

 

Check Also

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Tanjunguban Suhendra, melalui Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi, Oddy Permana, saat menunjukkan dukumen  pekerja asing.

Imigrasi Tangkap 41 Pekerja Asing di Club Med Lagoi

Tanjungpinang, sidaknews.com -Sebanyak 41 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Club Med di Kawasan Wisata Lagoi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>