Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Setubuhi ABG Hingga Hamil, Pria Beristri ini Dibui 7 Tahun Penjara

Setubuhi ABG Hingga Hamil, Pria Beristri ini Dibui 7 Tahun Penjara

Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

Tanjungpinang, sidaknews.com – Pembayun Eko Putro (25), seorang terdakwa kasus pencabulan terhadap anak divonis hakim selama tujuh tahun penjara karena perbuatannya.

Hakim menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan persetubuhan dengan seorang Anak Baru Gede (ABG) sebut saja Mawar (16). Selain hukuman badan, pria yang telah memiliki istri dan satu anak ini juga dikenakan hukuman membayar denda Rp 80 juta subsider satu bulan penjara.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama tujuh tahun penjara,” kata majelis hakim yang dipimpin Iwan Irawan membacakan amar putusannya pada persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (17/2).

Pembayun dinilai bersalah sebagaimana dalam dakwaan jaksa yakni melanggar ketentuan pasal 81 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan perempuan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Zaldi Akri yang sebelumnya menuntut terdakwa selama sembilan tahun penjara dan denda Rp 80 juta subsider tiga bulan penjara.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa mengatakan pikir-pikir, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.”Pikir-pikir pak hakim!,” ujar terdakwa yang terlihat tidak terima putusan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan jaksa, antara terdakwa dan korban diketahui berpacaran, dengan dalih suka sama suka mereka melakukan hubungan layaknya suami istri hingga sebanyak delapan kali.

Dimulai sejak bulan Maret 2014 hingga April tahun yang sama. Bahkan, akibat hubungan terlarang mereka, Mawar hamil dan telah melahirkan seorang anak.

“Pertama dilakukan (hubungan suami istri-red) ketika mereka menginap di salah satu wisma yang berada di Tanjungpinang. Setiap malam minggu diketahui keduanya bertemu dan menginap di wisma,” kata jaksa.

Perbuatan terlarang tersebut berlanjut di beberapa wisma yang lain, hingga akhirnya Mawar yang sudah tidak bersekolah ini hamil.

“Kehamilan ini pertama kali diketahui kerabat perempuan korban setelah sebelumnya, korban alami kecelakaan,” kata Zaldi.

Saat itu, korban yang tinggal dengan neneknya di Tanjungpinang ini dibujuk kerabat perempuannya untuk mengetahui siapa yang telah menghamilinya untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Si terdakwa berhasil ditemui keluarga korban. Ketika itu, ia bersedia menikahi korban, tapi dengan dengan cara nikah di bawah tangan,” kata Zaldi.

“Orang tua korban yang bekerja sebagai TKI di Malaysia itu tidak setuju, mereka menginginkan terdakwa menikahi korban secara sah,” katanya.

Ditagih seperti itu, terdakwa sempat menyanggupi permintaan tersebut dengan syarat setelah dirinya bercerai dengan istrinya yang sampai saat ini bergulir di pengadilan.

“Namun hingga beberapa bulan, si terdakwa sepertinya dinilai tidak bersedia menikahi korban, hingga keluarga korban sepakat melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib hingga kasusnya bergulir ke persidangan,” tutup Zaldi.(Rindu Sianipar)

Check Also

Salah satu Sertifikat praktek kerja industri.

Siswa SMKN 1 Malili Lulusan 2016 Masih Ada Yang Belum Menerima Ijazah

Lutim, sidaknews.com – Beberapa siswa SMKN 1 Malili tahun ajaran 2016 lalu, tidak menerima ijazah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>