Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Setubuhi ABG Hingga Hamil, Pria Beristri ini Dituntut 9 Tahun Penjara

Setubuhi ABG Hingga Hamil, Pria Beristri ini Dituntut 9 Tahun Penjara

Ilustrasi: Cabul
Ilustrasi: Cabul

Tanjungpinang,sidaknews.com – Pembayun Eko Putro (25), seorang terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dituntut jaksa selama sembilan tahun penjara karena perbuatannya.

Jaksa menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan persetubuhan dengan seorang Anak Baru Gede (ABG) sebut saja Mawar (16).

Selain hukuman badan, pria yang telah memiliki istri dan satu anak ini juga dikenakan hukuman membayar denda Rp 80 juta subsider tiga bulan penjara.

“Atas perbuatan yang dilakukan, kami minta majelis hakim menghukum terdakwa selama sembilan tahun penjara,” kata jaksa Zaldi Akri membacakan tuntutannya pada persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (5/2).

Pembayun dinilai bersalah sebagaimana dalam dakwaan jaksa yakni melanggar ketentuan pasal 81 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan perempuan.

Dalam dakwaan jaksa, antara terdakwa dan korban diketahui berpacaran, dengan dalih suka sama suka mereka melakukan hubungan layaknya suami istri hingga sebanyak delapan kali.

Dimulai sejak bulan Maret 2014 hingga April tahun yang sama. Bahkan, akibat hubungan terlarang mereka, Mawar hamil dan telah melahirkan seorang anak.

“Pertama dilakukan (hubungan suami istri-red) ketika mereka menginap di salah satu wisma yang berada di Tanjungpinang. Setiap malam minggu diketahui keduanya bertemu dan menginap di wisma,” kata jaksa.

Perbuatan terlarang tersebut berlanjut di beberapa wisma yang lain, hingga akhirnya Mawar yang sudah tidak bersekolah ini hamil.

“Kehamilan ini pertama kali diketahui kerabat perempuan korban setelah sebelumnya, korban alami kecelakaan,” kata Zaldi.

Saat itu, korban yang tinggal dengan neneknya di Tanjungpinang ini dibujuk kerabat perempuannya untuk mengetahui siapa yang telah menghamilinya untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Si terdakwa berhasil ditemui keluarga korban. Ketika itu, ia bersedia menikahi korban, tapi dengan dengan cara nikah di bawah tangan,” kata Zaldi.

“Orang tua korban yang bekerja sebagai TKI di Malaysia itu tidak setuju, mereka menginginkan terdakwa menikahi korban secara sah,” katanya.

Ditagih seperti itu, terdakwa sempat menyanggupi permintaan tersebut dengan syarat setelah dirinya bercerai dengan istrinya yang sampai saat ini bergulir di pengadilan.

“Namun hingga beberapa bulan, si terdakwa sepertinya dinilai tidak bersedia menikahi korban, hingga keluarga korban sepakat melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib hingga kasusnya bergulir ke persidangan,” tutup Zaldi.(Rindu Sianipar)

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>