Rabu , 29 Maret 2017
Home » Berita Foto » Setubuhi Pacar yang Masih Pelajar, Oknum PNS Lingga Disidang

Setubuhi Pacar yang Masih Pelajar, Oknum PNS Lingga Disidang

oknum PNS Lingga
Fiza (27), terdakwa kasus pencabulan anak digiring petugas usai menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (2/1). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Apa yang dialami Fiza bin Anwar (27), seorang oknum PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lingga yang menjadi terdakwa kasus dugaan pencabulan dapat menjadi pelajaran berharga pada kaum pria, khususnya pria dewasa.

Agar tidak sekali-kali menjalin kasih atau sampai nekat melakukan hubungan layaknya hubungan suami istri dengan anak di bawah umur, meskipun dengan dalih atas dasar suka sama suka.

Akibat perbuatan yang dituduhkan padanya, Fiza kini harus menjalani proses hukum hingga ke bergulir ke persidangan. Ia didakwa telah melakukan perbuatan dengan segaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan dan membujuk anak melakukan persetubuhan dengan korban sebut saja Bunga (16), seorang wanita yang masih duduk di bangku kelas II Sekolah Menengah Atas (SMA) di Tanjungpinang.

Pada Senin (2/1), terdakwa kembali menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang yang digelar tertutup. Ada dua saksi diperiksa pada sidang tersebut, yakni korban dan orangtua korban. Dalam dakwaan jaksa yang dibacakan pada sidang sebelumnya, dugaan persetubuhan terdakwa dengan korban dengan dalih suka sama suka tersebut dimulai sejak awal bulan Juli 2013 lalu.

Pertemuan antara korban dan terdakwa terjalin, diawali ketika Fiza berkunjung ke Tanjungpinang dan menginap di Hotel Laguna yang berada di Jalan Bintan Tanjungpinang.

Saat menginap, Fiza diperkenalkan salah seorang teman Bunga berinisial KN dengan cara mengirimkan nomor ponsel Bunga ke terdakwa. Semula, Fizamencoba menghubungi Bunga dengan mengirimkan Short Messeage System (SMS) melalui ponselnya berkali-kali dengan maksud untuk berkenalan, akan tetapi tidak mendapat respon dari Bunga.

Meski tidak ada respon, namun selanjutnya KN membawa Bunga ke kamar tempat terdakwa menginap. Usai pertemuan korban dan terdakwa, kemudian KN meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.

Nah, saat ditinggalkan KN, keduanya kemudian menjadi akrab hingga sepakat menjalin hubungan pacaran karena saling mencintai. Apalagi, ketika itu terdakwa mengaku masih bujangan hingga korban bersedia menjalin hubungan.

“Pada saat pertemuan pertama, terdakwa dan saksi telah melakukan hubungan layaknya suami istri,” urai jaksa Zaldi Akri dalam dakwaannya.

Hubungan pacaran keduanya kemudian berlanjut, setiap kali Fiza berkunjung ke Tanjungpinang, ia dan korban selalu menginap di hotel dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Perbuatan (hubungan suami istri-red) dilakukan sebanyak empat kali. Pertama kali di kamar Hotel Laguna, kemudian dua kali di kamar Hotel Bintan Plaza dan satu kali di kamar Hotel Bintan Nirwana,” papar jaksa.

Setelah kurang lebih satu tahun, hubungan keduanya mulai retak, karena korban mendapat informasi jika sang pujaan hatinya ternyata telah memiliki istri dan anak.

Saat Fiza menginap di Hotel Nirwana Bintan sekitar akhir bulan September 2014 lalu, terdakwa saat itu mengajak bertemu Bunga untuk menjelaskan informasi yang didapatkan tentang dirinya.

Singkatnya, kemudian keduanya bertemu di kamar hotel hingga terjadi pertengkaran yang berujung pemukulan yang diduga dipicu rasa kecurigaan antara keduanya.

Saat di dalam kamar, terdakwa juga diduga mencoba memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, namun korban menolak hingga terdakwa emosi dan sempat menolak tubuh korban hingga terjatuh.

“Terdakwa menindih tubuh korban dan berusaha membekap mulut korban agar tidak berteriak,” urai jaksa.

Diperlakukan seperti itu, kemudian korban berteriak keras meminta pertolongan. Mendengar ada teriakan, seseorang dari luar kamar mencoba mengetok pintu kamar hingga akhirnya dibukakan oleh terdakwa.

Kesempatan tersebut dipergunakan korban untuk melarikan diri, dimana kondisinya saat itu cukup memprihatinkan, selain mukanya mengalami luka, baju hingga pakaian dalam yang dikenakannya juga sobek.

Selanjutnya, ditemani kedua orang tuanya, korban kemudian melaporkan perbuatan terdakwa ke Polsek Bukit Bestari. Tidak berselang lama, kemudian terdakwa berhasil dibekuk.

“Dari hasil pemeriksaan visum et repertum, terdapat luka robek lama pada alat vital korban,” ujar jaksa. Terdakwa yang diketahui merupakan mantan ajudan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga ini didakwa melanggar pasal 80 ayat (1) jo pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Rindu Sianipar)

 

Check Also

Kader Kammi tanjungpinang sedang berlatih teknik persidangan.

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Tanjungpinang Gelar Teknik Sidang Jilid II

Tanjungpinang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang kembali mengadakan kegiatan Teknik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>