Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Sidang cabul, Partono alias Boleng divonis 3 tahun penjara

Sidang cabul, Partono alias Boleng divonis 3 tahun penjara

Ilustrasi.Cabul
Ilustrasi.Cabul.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Partono alias Boleng (33), mekanik bengkel mobil ini divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (26/6). Tak hanya mengintip, ia juga meraba-raba bagian sensitif remaja berusia 13 tahun.

Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa secara dan meyakinkan terbukti bersalah. Unsur-unsur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 terpenuhi. Pasal 82 tentang pencabulan terhadap anak disertai paksaan dan ancaman kekerasan.

Sebelum menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, majelis hakim perlu mempertimbangkan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum. Terdakwa dituntut dengan hukuman selama tiga tahun dan enam bulan penjara. Terdakwa juga didenda Rp 60 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka hukumannya ditambah dua bulan kurungan.

“Atas berbagai pertimbangan, majelis hakim tidak sependapat dengan jaksa penuntut. Majelis hakim memutuskan terdakwa divonis selama tiga tahun penjara. Terdakwa juga didenda Rp 60 juta atau subsider dua bulan,” ungkap Hakim Jarihat. Usai mendengarkan vonis itu, Boleng terkulai lemas. Inilah akibatnya jika suak mengintip mengintip dan meraba-raba bagian tubuh tubuh remaja berusia 13 tahun berulangkali.

Dalam surat dakwaan JPU Abdurrachman terungkap, perbuatan ini dilakukan Boleng pertama kali sekitar Maret 2013 lalu, sekitar pukul 19.30. Boleng datang bertamu ke rumah tetangganya di Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari.

Saat berbincang-bincang, perhatian Boleng tertuju ke anak tetangganya itu, DA. Ia melihat DA di dapur. Seketika itu itu, muncul pikiran mencabuli DA. Boleng berpura-pura minta izin ke belakang.

Di dapur, Boleng langsung memegang bagian tubuh sensitif DA. Tangan DA dipegang dan dipasak memegang kemaluan Boleng.

Namun DA menolak dan melawan. Takut ketahuan, Boleng kembali ke ruang tamu dan melajutkan perbincangannya dengan orang tua DA.Usai berbincang cukup lama, Boleng pulang ke rumahnya. Sepuluh hari kemudian, Boleng kembali datang bertamu, sekitar pukul 10.30.

Boleng sudah tahu kalau tetangganya tak ada di rumah. Biasanya hanya ada DA.Tanpa banyak berkata, Boleng masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di ruang tamu. Tiba-tiba, Boleng mendengar suara orang mandi di samping dapur.

Ia sudah menduga kalau yang mandi itu DA. Boleng berdiri di samping pintu kamar mandi untuk mencegat DA keluar. Ketika keluar, Boleng langsung meraba-raba tubuh DA. Boleng juga mengeluarkan kemaluannya.

DA langsung berlari ke kamar. Kecewa hasratnya tak terlampiaskan, Boleg pun pulang. Pada 31 Januari 2014, sekitar pukul 13.30, Boleng kembali pura-pura bertamu ke rumah tetangganya itu Sugeng. Ia langsung duduk di ruang tamu.
Di ruangan itu, DA dan kakanya, SL, sedang asyik menonton televisi. Tak lama kemudian, DA menuju dapur sambil membawa handuk.

Boleng menyusul DA. Rupanya, DA sudah masuk ke kamar mandi. Boleng lalu mengintip DA mandi dari balik lubang pintu. Beberapa menit kemudian, DA keluar dari kamar mandi.

Hal yang sama kembali diulang Boleng. Puncaknya terjadi pada 2 Februari lalu, sekitar pukul 11.00. Boleng kembali datang bertamu di saat tetangganya itu tak di rumah.

Kebetulan juga, SL hendak keluar. DA terdengar sedang mandi.Boleng mengulangi tingkah cabulnya, mengintip DA mandi. Karena tak ada orang lain selain mereka berdua di rumah itu, Boleng bersiap-siap menanti DA di pintu kamar tidur sambil mengeluarkan kelaminnya.

DA muncul. Tangan nakal Boleng kembali meraba tubuh DA. Merasa terancam, DA berlari keluar rumah. Boleng lalu menuju ke kamar mandi. Melihat pria yang menggerayanginya tak ada lagi, DA berlari ke kamar tidurnya. Pintu langsung dikunci dari dalam.

Sesaat kemudian, terdengar suara gedoran pintu. DA mulai ketakutan. Ia lalu melihat Boleng keluar dari rumah. Kejadian ini diceritakan DA kepada keluarganya empat hari kemudian. Boleng akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditangkap.(SN)

Check Also

Indri Ayu Astuti Dapat Bantuan Kursi Roda Dari Polres Madina

Panyabungan, sidaknews.com – Indah Nurhayati yang rela menggendong kakaknya Indah Indri Ayu Astuti setiap berangkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *