Home » Berita Foto » Sidang Dugaan Korupsi UMRAH, Tengku Rekayasa Termen 100 Persen

Sidang Dugaan Korupsi UMRAH, Tengku Rekayasa Termen 100 Persen

Tampak, Gedung UMRAH
Tampak, Gedung UMRAH Tanjungpinang

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Sidang dugaan korupsi ruang belajar dan ruang kompetensi Universitas Raja Ali Haji dengan tersangka Tengku Afrizal dan Rudjianto Sudjtamiko digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Kamis (8/5). 

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, ternyata Tengku mengakal-akali berita acara proyek supaya dianggap selesai 100 persen.

“Masing-masing terdakwa disidang secara terpisah. Kepala Cabang PT Prambanan Dwipaka selaku perusahaan pelaksana proyek Rudjianto Sudjtamiko disidang lebih dulu. Kemudian, giliran Tengku Afrizal menghadapi dakwaan jaksa penuntut umum”.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tipikor, R Saji Suryo SH, dengan hakim anggota Iwan Irawan SH dan Jhony Gultom SH.

Tim JPU diwakili oleh Demianus Eckhart Palapia dan Rebuli Sanjaya. Dalam dakwaan yang dibacakan, proyek pembangunan ruang belajar dan ruang kompetensi UMRAH di Dompak menggunakan anggaran 2012 sebesar Rp 13,4 miliar. Dalam proyek ini didapati mark-up dan manipulasi laporan pekerjaan proyek.

Manipulasi berita acara proyek dilakukan oleh Tengku Afrizal yang saat itu berperan sebagai Panitia Pelaksana Kegiatan. Dalam berita acara proyek, terdakwa Tengku Afrizal menyatakan jika proyek tersebut sudah 100 persen pada Desember 2012.

Hal ini dilakukan agar Panitia Penerima Barang dapat menganggarkan kembali pada tahun berikutnya.Ternyata, proyek ini tidak dipantau oleh Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan, Konsultan Pengawas, Panitia Penerima Barang, dan Kuasa Pengguna Anggaran.

“Kedua tersangka telah mengembalikan uang diduga hasil korupsi kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau sebesar Rp 864.870.000,” ujar kedua jaksa penuntut umum.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa diancam dengan pasal 2, pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai mendengarkan dakwaan, Ketua Majelis Hakim R Aji Suryo menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pernyataan para saksi pada 19 Mei mendatang.

“Kedua terdakwa tidak ada menyatakan eksepsi atas dakwaan JPU,”ujarnya.(Red)

Check Also

Pusat Kuliner (Food Court) di Melayu Square.

Lsm Lidik Kepri Pertanyakan Pembangunan Pusat Kuliner Dimelayu Square

Tanjungpinang, sidaknews. com – Sekretaris LSM Lidik Kepri, Indra Jaya angkat bicara terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang membangun …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>