Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Sidang Lanjutan Kasus SPAM Natuna, Majelis Hakim Minta Keterangan Saksi

Sidang Lanjutan Kasus SPAM Natuna, Majelis Hakim Minta Keterangan Saksi

Sidang lanjutan kasus SPAM Natuna, Tampak PAulus sule didampingi dengan Pengacaranya
Sidang lanjutan kasus SPAM Natuna, Tampak PAulus sule didampingi dengan Pengacaranya.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Dua orang Saksi dihadirkan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang pada Sidang lanjutan kasus SPAM Natuna tahun 2011, tadi (14/4).

Dalam keterangan Himler Manurung sebagai ketua Kopja di Air Minum Kepri mengatakan, bahwa pemenang tender sudah sesuai dengan ketentuan.

Artinya dimana pihak perusahaaan CV.Restu Nerry sudah sesuai dengan harga penawarannya terendah, terkoreksi secara Aritmatic dan mempunyai pengalaman kerja, maka kita umumkan sebagai pemenang lelang.

Saat ditanya oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang Aji Suryo SH kepada Saksi, soal mekanismi pelelangan yang dilaksanakan oleh Panitia lelang, Himler menjawab, bahwa dirinya ditunjuk oleh Dinas Pekerjaan Umum dan mendapatkan SK dari Gubernur sebagai ketua Panitia lelang di Satker Air Minum Provinsi kepulauan Riau.

Setelah kita mendapatkan Sk, baru kita dapat mengumumkan paket-paket yang mau kita lelang di LPSE Inaproc kepri sesuai dengan petunjuk Kasatker, dan pada saat kita mengumumkan paket tersebut ada 19 peserta lelang yang mengikutinya, setelah kita koreksi, Aanwijzing/penjelasan pekerjaan, Klarifikasi maka waktu itu yang layak sebagai pemenang adalah CV.Restu Nerry.Dan kita juga masih menunggu masa Sanggahan selama 5 hari.Ungkap Himler.

Ketika ditanya Penasehat Hukum Paules Sule Juhrin Pasaribu SH seputar proses pelelangan kepada saksi, Himler juga mengatakan hal yang sama seperti pertayaan yang diajukan oleh Majelis Hakim tadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pertayaannya kepada Saksi, apakah saudara saksi mengetahuinya bahwa ada peserta lelang yang masih Groupnya CV.Restu Nerry? Namun Himler menjawab tidak mengetahuinya.

Dalam keterangan Tim PHo didepan majelis Hakim mengatakan, disaat kasus ini dibongkar oleh Penyidik Tipikor Polda Kepri, Iwan mengakuinya ada ditandatangani pada tahun 2013, namun menurutnya pada masa pelaksanaan progress saya tidak ada menandatanganinya. Saat saya menandatangani ada saksi yang mengetahuinya.Ungkap Iwan.

Sidang lanjutan pada tanggal 20/4 minggu depan.(Erva)

Check Also

Jelang Ramadhan, Rumah Makan dan Tempat Hiburan di Bintan Ditertibkan

Bintan, sidaknews.com – Memasuki bulan suci Ramadan pemerintah daerah (Pemkab) Kabupaten Bintan. Satuan Polisi Pamong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *