Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Sidang Pembunuhan

Sidang Pembunuhan

Sidang Pembunuhan
Arpan, Terdakwa Pembunuhan.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Apan (44), warga Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep Barat ini dijatuhi hukuman selama 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Bukannya menyatakan sikap, Apan malah melamun hingga majelis hakim keluar dari ruang sidang.

“Kamu divonis 12 tahun penjara sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Menerima atau pikir-pikir? ” tanya Ketua Majelis Jarihat Simarmata.

Apan tak menjawab pertanyaan Hakim itu. Ia malah melamun di kursi terdakwa. Akhirnya, Apan bersedia menandatangani surat pernyataan menerima hukuman di hadapan penasehat hukumnya. Sadisnya perbuatan hapan ini ternyata berdasar. Pada sidang sebelumnya, Apan mengaku cemburu dengan korban, Novita Sari. Padahal, Apan mengaku sudah berkeluarga.

“Saya merasa tersinggung dengan ucapan korban,” ucapnya ketika itu.

Apan membantah merencakan pembunuhan itu. Pembunuhan itu merupakan tindakan spontan.

“Saya tak bisa menahan emosi lagi waktu itu,” ujarnya.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, Apan memiliki hubungan gelap atau pacaran tanpa status dengan korban Novita Sari, rekan kerjanya di PT. Gunung Kijang Jaya Lestari. Karena korban mengetahui Apan sudah berkeluarga, maka hubungan itu tak terlalu menanggapi serius hubungan tersebut. Ia lebih memilih pria idamannya, Anton, yang lebih muda.

Pada 4 Desember, sekitar pukul 17.30, Apan mengirimkan pesan singkat ke HP milik korban. Bunyi SMS tersebut, Apan menawarkan pekerjaan lain kepada korban. Untuk membicarakannya, Apan menentukan tempat bertemu di Simpang Pondok Mustofa, Jalan Sungai Gelam, Dusun II, Ari Merah II, Desa Sungai Raya. Ajakan itu dipenuhi korban dan datang dengan mengendarai sepda motor Honda Beat BP 2950 LC.

Korban sampai di tempat pertemuan itu sekitar pukul 19.30. Ternyata, Apan sudah menunggu di sana. Saat bertemu, Apan tidak membicarakan pekerjaan yang disebutkan sebelumnya. Apan menanyakan hubungan yang mereka jalani.

Ternyata korban menyatakan lebih memilih Anton. Mendengar ucapan itu, Apan mulai emosi. Apan mengajak korban menemui Anton. Apan mengendarai sepeda motor dan korban duduk di belakang. Sekitar pukul 00.30, Apan mengarahkan sepeda motor ke lokasi Camp PT. Telaga Bintan Jaya.

Di tengah perjalan, Apan sengaja menjatuhkan korek api gas. Kemudian, Apan berpura-pura mengatakan kepada korban kalau korek api gasnya jatuh. Apan mencari korek apinya di tengah jalan. Sedangkan, korban menunggu duduk di sepeda motor. Tiba-tiba, Apan mendekati korban dari arah belakang.

Leher korban dicekik hingga lemas. Kemudian, tubuh korban diseret ke semak-semak sekitar 12 meter dari jalan. Apan kembali mencekik leher korban. Kemudian tubuh korban ditarik lagi tapi tertahan kayu. Saat akan meninggalkan lokasi dan telah memastikan meninggal, tibat-tiba HP korban berdering dari balik tas. Tas itu dibuang Apan ke semak-semak. (Surya)

Check Also

Gubernur Aceh Minta Dinas Terkait Pastikan Harga Daging Meugang Dibawah 130 Ribu Per Kilogram

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta dinas terkait untuk memastikan harga daging …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *