Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Sidang Tipikor: Dana Desa Peradaban 2012 Dikuak, Oknum Tak Beradab Caplok Dana Peradaban

Sidang Tipikor: Dana Desa Peradaban 2012 Dikuak, Oknum Tak Beradab Caplok Dana Peradaban

Terdakwa kasus Dana Desa Peradaban 2012, Rohdiat (51) mantan Kades Cimahi Kec
Terdakwa kasus Dana Desa Peradaban 2012, Rohdiat (51) mantan Kades Cimahi Kec Campaka.

PURWAKARTA,sidaknews.com – Kabut suram dugaan penyalahgunaan kewenangan dan keuangan yang melingkupi pelaksanaan Program Desa Mandiri dalam perwujudan Desa Peradaban Tahun 2012 di Desa Cimahi Kecamatan Campaka mulai dikuak. Pasalnya, Pengadilan Tipikor Bandung telah mulai menyidangkan perkara dengan terdakwa mantan Kades Cimahi, Rohdiat (51), Rabu kemarin (8/10) lalu.

Rohdiat didakwa karena tidak bisa mempertanggungjawabkan dana program tersebut sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 300 juta. Mantan Kades Cimahi itu diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Ayat (1),(2) dan (3) UU No 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor.

Selain itu, Ia juga didakwa telah menyalahgunakan kewenangan dan kedudukannya selaku kepala desa dan penanggung jawab program dari provinsi dengan anggaran Rp. 1 Milyar tersebut.

“Saya merasa keberatan dengan dakwaan jaksa, karena tidak memperhatikan aspek pertanggungjawaban lainnya,” kata Rohdiat ditemui usai persidangan.

Menurut ayah tiga itu, dari Rp. 300 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tidak seluruhnya demikian, karena ada ada anggaran sebesar Rp. 150 juta yang digunakan untuk pembangunan (pemadatan) jalan Kampung Cikemplung – Kampung Cijati sepanjang 650 meter lebar 3 meter yang dikerjakan oleh CV. DEAL milik Abah Kosasih.

“Padahal untuk jalan tersebut tidak termasuk (tidak ada) dalam proposal pengajuan desa peradaban, tapi karena permintaan orang nomor satu di Purwakarta, yah, saya laksanakan, karena perjanjiannya akan diganti setelah adanya pencairan proyek jalan itu dari Pemkab Purwakarta,” ungkap Rohdiat.

Sedangkan, lanjut Rohdiat, untuk mendapatkan program desa peradaban hingga pencairannya, tak sedikit dana untuk pengawalan program tersebut yang ia keluarkan sebelumnya.

“Sebelum dana program cair, tak sedikit anggaran pribadi yang saya keluarkan untuk pengawalan program itu, belum lagi uang koordinasi mulai dari dinas, LSM dan lain-lain setelah program itu cair, artinya, jika dihitung-hitung, uang sebesar 300 juta yang didakwakan itu tidak benar adanya,” paparnya.

Sambil menitikkan air mata, Kepala Desa Cimahi periode 2007-2013 itu merasa niat baik untuk membangun tanah kelahirannya itu jadi tak berarti karena perbuatan oknum-oknum ‘tak beradab’. Padahal untuk mendapatka program Desa Peradaban, Ia sudah maksimal.

“Kadang niat baik belum tentu berbuah baik, malah berakhir dibalik jeruji besi, padahal desa kami mendapatkan peringkat terbaik ke 30 dari 150 desa yang mendapatkan program desa peradaban se Jawa Barat,” sesalnya.

Terdakwa yang sudah mendekam di ‘Hotel Prodeo’ selama empat bulan dan tanpa didampingi pengacara itu berharap kepada pihak-pihak terkait yang sudah menikmati ‘uang haram’ dari program di desanya, mau mempertanggungjawabkan perbuatannya dan meyelesaikan permasalahan ini.

“Jangankan bertanggungjawab, untuk sekedar berkomunikasi, membesuk dan menyediakan pengacara saja tidak sama sekali, ke keluarga saya pun tidak ada perhatiannya sama sekali,” pungkasnya.

Untuk diketahui pada 2012 ada Lima Desa di Kabupaten Purwakarta yang mendapatkan Program Desa Peradaban dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai setiap desa mendapatkan Rp. 1 Milyar diantaranya, Desa Lingga Sari, Cadas Sari, Gurudug, Kembang Kuning dan Cimahi.(ega)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *