Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Silang Pendapat Antara Saksi Jabaruddin Dengan Terdakwa

Silang Pendapat Antara Saksi Jabaruddin Dengan Terdakwa

-Terkait dengan Penandatanganan dokumen surat perintah pembayaran (SPP) proyek.

dimana Jabaruddin dihadirkan sebagai saksi karena beliau selaku PPTK pada kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011.
Jabaruddin dihadirkan sebagai saksi karena beliau selaku PPTK pada kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Perdebatan antara saksi Jabaruddin dengan pihak terdakwa terjadi di depan majelis hakim pengadilan Tipikor Tanjungpinang,Rabu (20/8) dimana Jabaruddin dihadirkan sebagai saksi karena beliau selaku PPTK pada kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011.

Agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi tersebut, terdakwa maupun Jabaruddin bersilang pendapat, salah satunya terkait dengan penandatanganan dokumen Surat Perintah Pembayaran (SPP) proyek tersebut.

Jasman Harun, salah satu terdakwa yang sangat keberatan dengan pengakuan saksi. “Anda yang lebih dulu menandatangani surat SPP hingga uang bisa cair. Akibat tandatangan saudara, kami ada disini sekarang sebagai terdakwa,” ujar Jasman Harun dengan nada tinggi.

Namun, keterangan Jasman tersebut dibantah Jabaruddin dengan mengutarakan jika saat penyerahan berkas SPP padanya, dirinya melihat jika berkas SPP sudah terlebih dahulu ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini dijabat Jasman Harun. “Sudah diparaf dulu sama PPK, baru saya bubuhkan tanda tangan,” ujarnya menyangkal.

Karena seringnya terjadi perdebatan sengit karena mempertahankan keterangan masing-masing antara para terdakwa dan saksi membuat pimpinan majelis hakim Parulian Lumbantoruan menengahinya. Selain soal penandatanganan surat SPP, antara saksi dan para terdakwa juga berdebat tentang kewenangan dan pertanggungjawaban terhadap proyek tersebut.

Ada empat orang saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut, yakni Jabaruddin selaku PPTK, Darmanto sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Natuna. Jarman, Pejabat Penata Usaha Keuangan (PPUK) Disdik Natuna, Hasbullah sebagai Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Natuna.

Usai mendengarkan seluruh keterangan saksi, majelis hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada enam terdakwa dalam kasus korupsi ini yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Natuna, Jasman Harun.

Fredi Ferdianto alias Kim Tjhiu selaku pemilik toko penyedia barang, Asmadi sebagai Direktur CV Segi Lima Group yang memenangkan proyek bernilai Rp 5 miliar tersebut.

Selanjutnya, Agus Ferdian yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP), Idrawadi sebagai sekretaris dan Tasimun sebagai anggota (ketiga terdakwa satu berkas perkara-red).

Jasman yang juga menjadi Pengguna Anggaran (PA) dan Panitia Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut. Dalam dakwaan jaksa, para terdakwa dinilai telah melanggar ketentuan pasal 2 jo pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Adapun modus yang dilakukan para terdakwa sesuai dalam dakwaan jaksa, yakni para terdakwa diduga melakukan manipulasi harga barang sehingga tidak sesuai dengan spek.

Adapun perkiraan kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut, menurut hasil audit resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan berdasarkan hasil penelitian Kementrian Perindustrian berkisar Rp2,4 miliar.(Dk)

Check Also

Presiden RI Joko Widodo, Menteri PU dan PR, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, Gubsu T Erry, Kadis PU madina Syahruddin ST saat melihat rencana pembangunan Asrama Haji di Mesjid Nur ala Nur.

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Asrama Haji Mandailing Natal

Mandailing Natal, sidaknews.com – Dalam kunjungannya di Kabupaten Mandailing Natal Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>