Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Sindikat Perdagangan Gadis Sukabumi di Batam terbongkar

Sindikat Perdagangan Gadis Sukabumi di Batam terbongkar

Elis Nurbaeti
Elis Nurbaeti.Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Jawa barat.

Sukabumi,Sidaknews.com – Kasus perdagangan manusia (traffcking) yang terjadi beberapa hari yang lalu di Batam, pihak jajaran Polres Sukabumi Kota mulai mengembangkan mendalami kasus ini,  pasca terungkapnya kasus tersebut oleh Polsek Lubuk Baja, Batam sasaran korbannya gsdi/perempuan di bawah umur.

“Pasca terungkapnya kasus ini penyelidikan tidak sampai di sini karena kami masih terus mengembangkan kasus perdagangan manusia yang korbannya adalah Al (16) DAN Am (15). Keduanya merupakan warga Kota Sukabumi,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman kepada wartawan, Selasa (25/2).

Terungkapnya kasus ini berawal laporan keluarga korban yang kemudian dikembangkan dan berkoordinasi dengan kepolisian di Kepulauan Riau. Tak lama kemudian Polsek Lubuk Baja, berhasil mengamankan kedua korban dan menangkap tiga pelaku perdagangan manusia berinisial S, J dan C.

Lebih lanjut, S merupakan anak buah dari mucikari yang menjual kedua korban kepada C warga Singapura dan J adalah pemilik tempat karoke di Batam yang menawarkan korban di bawah umur ini kepada C yang menyewa Al dan Am untuk berkencan.

“Kami masih meminta keterangan dari para pelaku perdagangan manusia ini dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang kami tetapkan, karena kasus seperti ini selalu berantai. Kami juga menjerat ketiga pelaku dengan UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tidak pidana perdagangan manusia dan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tambahnya.

Sementara, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Elis Nurbaeti mengatakan kasus perdagangan manusia yang korbannya perempuan di bawah umur kerap terjadi di Sukabumi. Salah satu penyebab utamanya tidak lagi masalah ekonomi tetapi lebih kepada pergaulan dan sifat hedonisme dan konsumtif.

Setiap tahun mengungkap puluhan korban perdagangan manusia yang mayoritas korbannya adalah perempuan di bawah umur. Korbannya biasanya dijanjikan bekerja dengan upah tinggi dan tempat yang nyaman. Ternyata sampai di daerah tujuan korbannya biasanya menjadi budak atau ditempatkan di tempat hiburan malam,” kata Elis.

Di Jawa Barat sendiri, Kabupaten Sukabumi berada di urutan ketiga setelah Indramayu dan Kota Bandung dalam kasus perdagangan manusia. Dari data P2TP2A Kabupaten Sukabumi, para anak baru gede (ABG) itu sebagian besar dijual di tempat-tempat hiburan malam di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Bahkan ada juga beberapa kasus ABG yang dijual ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura  dan Brunei Darussalam.

Sejak Januari hingga September 2013 ini Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi mengungkap 28 kasus human trafficking atau perdagangan manusia di wilayahnya. 60 Persen lebih kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur atau 18 tahun ke bawah.(**)

Check Also

Anggota Ramil 09/DAM Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga

Aceh Timur, sidaknews.com  – Warga Gampong Kedai Kecamatan Idi Cut Kabupaten Aceh Timur dikejutkan dengan Api yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *