Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » SMPN 3 Karawang Barat Lestarikan Kesenian Tradisional

SMPN 3 Karawang Barat Lestarikan Kesenian Tradisional

Angklung
SMPK 3 Karawang Barat mendapat undangan kesinian Angklung dan Rampak Kendal di Bandung 23/2 di Hotel Grand Pasundan Bandung.

Karawang,sidaknews.com – SMPN 3 Karawang Barat mendapatkan undangan untuk menampilkan Kesenian Angklung dan Rampak Kendang di Bandung Minggu (23/2) kemarin.

Undangan tersebut SMPN 3 Karawang Barat untuk mengisi acara kesenian pada Rapat Koordinasi Dan Sinkronisasi Program Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Tahun 2014 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar, di Hotel Grand Pasundan Bandung.

Kepala SMPN 3 Karawang Barat H. Herman, M.Pd mengungkapkan, menjadi sebuah kebanggaan pihak sekolah karena bisa menampilkan sebuah kesenian tradisional di hadapan seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi se Indonesia.

“Tentu kita bangga karena siswa siswi kita bias tampil dalam acara tersebut,” ungkap Herman kepada sidaknews.com Senin (24/2) siang.

Ia berharap kesenian tradisional yang mulai ditinggalkan oleh kaula muda itu bisa terus eksis di sekolah SMPN 3 Karawang Barat. Rampak Kendang menurut Herman merupakan salah satu ekstrakurikuler (ekskul) di SMPN 3 Karawang Barat. Ekskul ini aktif melestarikan kesenian Rampak Kendang, dengan mengajarkan cara memainkan kendang (gendang) dalam budaya Sunda kepada para siswanya.

Anak SMPK3
Anak SMPK 3 Karawang Barat sedang memainkan kebolehannya dalam memperagakan Alat tradisional Rampak kendal ciri khas suatu kreasi musik tradisional Sunda.

“Ia menambahkan, rampak Kendang sendiri adalah salah satu kreasi musik tradisional Sunda yang dimainkan bersama-sama oleh sekitar dua sampai puluhan pemain. Kendang ditabuh secara bersamaan sesuai musik yang dilantunkan. Tabuhannya memiliki efek suara yang keras sehingga menimbulkan perhatian para penonton.

Dalam memainkan Rampak Kendang, dapat berdiri sendiri. Artinya dari Rampak Kendang itulah membentuk lantunan lagu sendiri. Selain itu, juga bisa sebagai pengiring dari tari Jaipongan. “Instrumennya pun tidak hanya kendang saja, tapi dapat divariasikan dengan alat-alat musik lainnya, seperti gamelan, rebab, dan gitar,” katanya.

Ia berharap kesenian yang sangat diminati oleh para siswanya itu bias terus dilestarikan di sekolahnya. Terlebih saat ini banyak kaula muda yang mulai meninggalkan kesenian tradisional Jawa Barat (ega nugraha)

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>