Home » Berita Foto » Status Perkebunan Gambir Milik Hocai Dipertanyakan

Status Perkebunan Gambir Milik Hocai Dipertanyakan

Lahan Gambir
Lahan Perkebunan Gambir yang dikuasai oleh Hocai dipertanyakan.

Kundur,Sidaknews.com – Legalitas perkebunan gambir dan status tanah di KM 9 kecamatan kundur barat, yang dimiliki Hocai kembali dipertanyakan.Pasalnya perkebunan Gambir yang seluas empat puluhan hektar milik Hocai di KM 9 tersebut diduga belum memiliki surat surat kepemilikan tanah.

Pada dasarnya usaha perkebunan seharusnya mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berlaku diperuntukan bagi penggunaan yang sesuai dengan rencana penanaman modal yang akan dilaksanakan oleh perusahaan atau pengusaha.

Berdasarkan pasal 3 peraturan mentri agraria dan Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 2 tahun 1999 tentang izin lokasi (permen 02/1999) tanah yang dapat ditunjuk sebagai dalam izin lokasi adalah tanah yang menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bukan mengikut kehendak pengusaha semata.

Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) Permen 02/1999 Izin Lokasi diberikan berdasarkan pertimbangan mengenai aspek penguasaan tanah dan teknis tata guna tanah yang meliputi keadaan hak serta penguasaan tanah yang bersangkutan, penilaian fisik wilayah penggunaan tanah, serta kemampuan tanah.

Pengaturan lebih lanjut mengenai Izin Lokasi sebenarnya diatur melalui peraturan daerah setempat. Namun, selama Pemerintah Daerah setempat belum memiliki pengaturan mengenai Izin Lokasi, maka Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 2 Tahun 1993 tentang Tata Cara Memperoleh Izin Lokasi dan Hak atas Tanah Bagi Perusahaan dalam Rangka Penanaman Modal tetap menjadi acuan mengenai tata cara perolehan Izin Lokasi. Permohonan untuk mendapatkan Izin Lokasi disampaikan kepada Bupati atau Walikota setempat.

Kendati demikian lokasi/areal perkebunan gambir Milik Hocai tepatnya di KM 9 kecamatan Kundur Barat diduga belum memiliki surat kepemilikan lahan dan juga belum mengantongi izin perkebunan.

Informasi yang dihimpun media ini dilapangan,puluhan hektar lahan yang dikuasai Hocai sampai saat ini belum memilki status yang jelas bahkan belum memiliki izin dari dinas perkebunan kabupaten Karimun.

Yatno Kepala Desa Sawang Selatan yang dijumpai media ini untuk diminta pendapatnya.Menurut Yatno selaku kepala Desa telah memanggil Hocai untuk menjelaskan tentang legalitas tanah tersebut,namun Hocai tidak juga mau datang kekantor Kepala Desa Sawang Selatan.

Tak jauh beda yang disampaikan Baginda S.sos Camat Kundur Barat yang diminta keterangan,sejauh mana pemberian rekomendasi terhadap usaha perkebunan tesrsebut.Menurut Baginda S.sos sejauh ini Hocai belum ada berkomunikasi ataupun meminta pendapat tentang usaha perkebunannya.Kendati demikian Baginda S.sos berjanji akan segera memanggil Hocai untuk memperlihatkan segala bentuk perizinan dan juga surat kepemilikan atas tanah tersebut.

Bambang Ketua IKatan Perpat kundur berpendapat, tanah yang dimiliki Hocai dijalan sawang KM 9 Kecamatan Kundur Barat tidak ada satu meter tanah pun yang menjadi milik Hocai.Hal ini terlihat dari denah tanah yang menjadi arsip dikantor Perpat Kundur imbuh Bambang.

Ditambahkan Bambang didalam denah tersebut ada sepuluh sertipikat namun keseluruhannya atas nama orang lain,dimana satu sertipikat atas nama mantan anggota dewan,H Usman Harun. Kalau pun nama yang tercantum didalam sertipikat tersebut telah menjual kepada Hocai sepaling tidak Hocai memiliki Kwetansi jual beli. Dengan demikian besar kemungkinan Hocai hanya memanpaatkan nama orang lain untuk menguasai lahan dipulau Kundur.

Dan untuk mengantisipasi hal yang serupa akan terjadi Bambang meminta ketegasan Baginda S,sos selaku Camat Kundur Barat untuk mengambil sikap serta ketegasan.Karna hal semacam ini besar kemungkinan akan menjadi mainan bagi pengusaha yang memiliki modal banyak,tak tertutup kemungkinan sebagian besar tanah akan menjadi hak mereka.

Besar harapan Bambang selaku Ketua Katan perpat Kundur, Baginda S.sos harus memiliki nyali untuk mengusut hal ini karna perbuatan Hocai sudah jelas merugikan masyarakat dan juga pemerintah tegas Bambang mengamini.(Majid)

Check Also

yayasan al idris dalam tahap pengerjaan gedung.

Perdana, Besok Yayasan Al Idris Buka Pendaftaran Santri Baru

Bintan, sidaknews. com – Yayasan Al Idris Kepulauan Riau pada 18 Januari 2017 mulai membuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>