Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Suban Hartono Tidak Pernah Memiliki Tanah Di Dompak,Berdasarkan Potocopy SHGB No.00871

Suban Hartono Tidak Pernah Memiliki Tanah Di Dompak,Berdasarkan Potocopy SHGB No.00871

Oleh.Jendaita Pimen

Jendaita Pinem
Jendaita Pinem.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Suban Hartono/PT Kemayan Bintan tidak pernah memiliki tanah di Dompak berdasarkan pada Fotocopy SHGB No. 00871, sebagaimana ketentuan Undang-Undang yang telah ditetapkan dan diatur dalam Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, bahkan Suban Hartono terbukti telah membuat keterangan palsu untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Karena SHGB bukan merupakan Hak kepemilikan tanah kepada pemegangnya melainkan SHGB hanya sebagai dasar untuk menguasai Tanah Negara/Tanah Rakyat, sehingga penguasaannya haruslah diatur dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku sesuai ketentuan yang disyaratkan dalam perolehannya.

Kemudian pada tanggal 21-11-96 SHGB No. 00871 dialihkan daripada milik PT Terira Peratiwi Development menjadi milik PT Kemayan Bintan berdasarkan “AKTA JUAL BELI PPAT” melalui Notaris Neneng Roosiana Supangat SH tanpa menyebutkan nilai Jual belinya sehingga atas Jual Beli ini patut dipandang Negara dan Daerah telah dirugikan dari segi Pajak Pembeli dan Pajak Penjual.

Selanjutnya dalam perolehan SHGB tersebut Badan Pertanahan Nasional Kantor Wilayah Propinsi Riau mensyaratkan pemberian Hak Guna Bangunan ke atas nama PT Terira Peratiwi Development adalah dengan ketentuan tanah tersebut akan dipergunakan untuk Proyek Pembangunan Perumahan sebagaimana yang ditetapkan dalam Petikan Surat Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Riau Nomor: sk. 840/550/24.06/1995.

Ternyata sampai saat ini Suban Hartono/PT Kemayan Bintan belum ada membangunkan Proyek Perumahan sebagaimana yang disyaratkan oleh BPN untuk memperoleh SHGB tersebut bahkan sebaliknya Suban Hartono/PT Kemayan Bintan telah menyalah gunakan Peruntukan SHGB tersebut untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan cara menyewakan Tanah yang dikuasai berdasarkan Fotocopy SHGB No. 00871, 00872, 00873 dan 00874 menjadi lokasi Penambangan Bijih Bauksit tanpa ijin dari Pemerintah dan pemilik tanah yang sah.

“Padahal dalam surat Keputusan pemberian Hak Guna Banguan ini begitu jelas disebutkan bahwa dengan sendirinya batal apabila penerima hak (HGB) tidak memenuhi salah satu syarat atau ketentuan yang dimaksud”.

Kemudian pada saat nilai komersil Tanah-Tanah yang dikuasai oleh Suban Hartono/PT Kemayan Bintan sudah habis dikuras dan tidak Produktif lagi untuk dijadikan Lokasi Penambangan Bijih Bauksit, bekas Penambangan itu ditinggalkan dengan begitu saja tanpa direklamasi/didirehabilitasi sehingga bekas Penambangan tersebut terbiar bagaikan padang jarak padang tekukur, tentu hal ini sangat merugikan Negara dan Masyarakat pemilik Tanah yang sah menurut Undang-Undang karena berpuluh-puluh tahun kedepan bekas penambangan itu tidak akan dapat dimanfaatkan.

Oleh karena Pengadilan adalah tempat untuk mencari Keadilan dan kebenaran Materiil yang diatur oleh Undang-Undang sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) dan Pasal 4 ayat (1) Undang- Undang Nomor: 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan Hakim, maka wajib hukumnya Penegak Hukum membawa Suban Hartono kepengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang melawan Hukum dengan merugikan Negara.

Daerah dan Masyarakat Dompak pada umumnya agar Equality Before The Law dan Pasal 27 ayat (1) serta Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 tidak dikangkang oleh suban Hartono dengan begitu saja.

Untuk itu dimohon kepada Kabareskrim Mabes Polri dan Direskrim Polda Kepri agar menindak lanjuti Laporan saya terhadap Suban Hartono atas dugaan membuat Keterangan Palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 atau pasal 266 KUHP dan juga dimohon kepada KPK agar turut mengawasi Laporan saya atas dugaan adanya Suap/Sogok baik dalam Putusan Pidana Nomor: 82/PID.B/2010/PN.TPI maupun dalam Putusan Perdata Nomor: 04/PDT.G/2010/PN.TPI. (*)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>