Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Syahidin Halun Ditetapkan Tersangka Kasus GOR

Syahidin Halun Ditetapkan Tersangka Kasus GOR

Saat Ditetapkan Sebagai Tersangka, Syahidin Halun Sedang Mengikuti Rapat Paripurna
Saat Ditetapkan Sebagai Tersangka, Syahidin Halun Sedang Mengikuti Rapat Paripurna.

Malili,Sidaknews.com – Setelah sekian lama dinanti, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Malili menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi Gedung Olah Raga (GOR) Malili tahun 2012, Syahidin Halun.

Syahidin Halun yang merupakan Ketua Komite pembangunan GOR Malili ditetapkan sebagai tersangka, Selasa 9 Desember kemarin, di Kantor Kejaksaan Negeri Malili, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Selain Syahidin Halun, dihadapan sejumlah awak media.

Kejari juga mengumumkan nama rekanan pembangunan GOR Malili, Daniel Rendeng sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hanya saja, ditengah proses penyilidikan kasus ini, Daniel Rendeng meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Kasi Intel Kajari Malili, Alfian Bombing SH., MH, mengatakan, penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek senilai Rp4,2 Miliar tersebut, dimulai sejak Juni 2013 lalu. “ Setelah mendengar sejumlah keterangan saksi termasuk hasil audit BPKP, kasus ini dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan pada Juli 2014 lalu,” tandas Alfian.

Hasil audit BPKP menyebutkan, terdapat selisih volume pekerjaan sebesar Rp190 juta, termasuk pemasangan kursi portabel senilai Rp358 juta, serta pekerjaan flat beton lantai, yang tidak memenuhi syarat sebesar Rp9 juta.

”Dalam kasus ini negara dirugikan Rp558 juta lebih,” papar Alfian.

Kedua tersangka tersebut, dikenakan pasal 2 subsider pasal 3 juncto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, dengan ancaman hukum pasal 2 minimal 4 tahun maksimal seumur hidup dan pasal 3 minimal 1 tahun maksimal 20 tahun. Meski telah menetapkan Syahidin Halun sebagai tersangka, Kejari Malili belum melakukan penahanan terhadap Asisten pemerintahan Luwu Timur itu.

Sebab menurut Alfian, pihaknya saat ini masih membutuhkan keterangan saksi lainnya, termasuk saksi ahli dari BPKP, serta Asisten Deputi Kemenpora. Menurutnya pencekalan ataupun penahanan terhadap tersangka, baru akan dilakukan setelah berkasnya rampung.

Ditanya mengenai nama Daniel Rendeng yang telah ditetapkan sebagai tersangka, namun yang bersangkutan telah meninggal dunia, Alfian mengatakan, Kejari Malili hingga saat ini belum menerima surat kematian dari tersangka Daniel Rendeng. Olehnya itu, pihaknya masih menunggu surat tersebut, untuk selanjutnya berkas tersangka Daniel Rendeng di SP3kan.

”Kalau suratnya sudah masuk, maka kami berkasnya kami SP3kan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Luwu Timur, Syahidin Halun yang dikonfirmasi awak media mengatakan, jika dirinya sedang mengikuti rapat pembahasan APBD 2015 di Gedung DPRD Luwu Timur. ”Maaf dinda, saya masih rapat di kantor DPRD,” ungkap Syahidin melalui pesan singkatnya.

Sekedar diketahui, pada kasus ini, BPKP menyimpulkan, jika penyimpangan pembangunan GOR Malili terjadi disebabkan oleh kesengajaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pada deputi bidang harmonisasi dan kementerian pemuda dan olahraga, panitia lelang pembangunan GOR Kabupaten Lutim, Komite pembangunan GOR, Kontraktor pelaksana, dan Tim PHO pembangunan GOR luwu Timur. Sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp558 juta. (krm/yud/d)

DATA GRAFIS SEPUTAR KASUS GOR:
-Penyelidikan Kasus GOR Malili Dimulai Sejak 2013
-Proyek GOR Menelan Anggaran APBN Sebesar Rp4,2 Miliar
-Dari Hasil Audit BPKP Ditemukan ada Penyelewengan Anggaran
-Juli 2014 Statusnya Dinaikkan ke tahap Penyidikan
-Hasil Audit BPKP Terdapat Selisih Volume Pekerjaan Sebesar Rp190 Juta
-Kerugian Negara Sekitar Rp558 Juta
-Kejari Tetapkan Syahidin Halun dan Daniel Rendeng Sebagai Tersangka
-Syahidin dan Daniel Dikenakan Pasal 2 Subsider Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi
-Ancaman Hukuman Pasal 2 Minimal 4 Tahun Maksimal Seumur Hidup dan Pasal 3 Minimal 1 Tahun Maksimal 20 Tahun
-Daniel Rendeng Telah Meninggal dan Berkasnya akan SP3
-Syahidin Halun Belum Dicekal dan Ditahan
-Kejari Masih akan Periksa Saksi Ahli dari BPKP
-Saat Ditetapkan Sebagai Tersangka, Syahidin Halun Sedang Mengikuti Rapat Paripurna
(sumber: diolah dalama berita)

 

 

 

 

 

Check Also

Peran Apoteker penting bagi masyarakat didalam Pelayanan

Pangkalpinang, sidaknews.com – Banyak Apotek yang ada hampir merata di Bangka Belitung sangat kurang memperhatikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *