Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Tambang di Perairan Karimun Terus Berlanjut

Tambang di Perairan Karimun Terus Berlanjut

Dua buah kapal isap timah di perairan Karimun sedang melakukan aktivitas menambang seperti tampak dalamgambar. Kapal isap ini baru dua puluhan kapal yang beroperasi disana dan diantaranya sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Selain menggali kekayaan laut berupa timah, menurut sumber juga ada menambang emas dan pasirbesi.(foto/gabe/JK)
kapal isap timah di perairan Karimun sedang melakukan aktivitas menambang.

Karimun,Sidaknews.com – Undang- Undang No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) dan Ketentuan bea keluar mineral tersebut tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.011/2014 tanggal 11 Januari 2014.

Sehingga Undang-undang dan Peraturan Menteri Keuangan ini menjadi acuan yang harus ditaati oleh seluruh pelaku tambang Minerba, termasuk PT Karimun Mining (KM), PT.Eunindo Usaha Mandiri (EUM) dan PT.Inti Karimun (IK), yang beroperasi menambang timah di perairan ata laut Karimun,” kata sumber yang layak dipercaya.

Oleh karena itu, lanjut sumber, jika eksistensi tambang timah lewat kapal isap di perairan Karimun di duga kuat telah melanggar ketentuan yakni UU nomor 4 tahun 2009 dan peraturan Menteri Keuangan nomor 6/PMK.011/ 2014. Karena, lanjutnya.

Juga ada aturan yang merujuk kepada Praturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas PP No.23/2010 tentang pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, katanya sembari menambahkan, kalau pelarangan ekspor mineral mentah tetap diterapkan per 12 Januari 2014, sesuai dengan amanat Undang- Undang No.4 Tahun 2009 tentang pertambangan Minerba.

Jika dalam Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 dinyatakan melarang ekspor mineral mentah sejak 12 Pebruari 2014, demikian sumber, maka PT.KM, PT.EUM dan PT.IK adalah tiga perusahaan yang menambang timah di perairan Karimun telah bertolak belakang dengan Undang- Undang nomor 4 tahun 2009 itu sendiri.

Jika memang ada larangan ekspor mineral mentah per 12 Pebuari 2014, lanjutnya, lalu dengan cara bagaimana tiga perusahaan di Karimun bisa mengekspor timah ke Negara tetangga Singapura atau Malaysia. Dia juga menambahkan kalau tambang yang memakai kapal isap itu bukan saja hanya menghasilkan timah tapi juga diduga mengandung besi dan emas.

Lebih lanjut dikatakannya, ada kriteria untuk izin ekspor bagi perusahaan yang sudah memenuhi batas minimum pengolahan mineral mentah tetap harus menjadi eksportir terdaftar untuk bisa melakukan ekspor. Dan produknya pun wajib mendapatkan persetujuan ekspor dari menteri perdagangan.

“Jadi kalau kita lihat tambang timah yang ada di perairan Karimun sangat diragukan keabsahan per-izinan tambang maupun izin ekspornya,” katanya sembari menuding jika aktivitas tiga usaha tambang di perairan Karimun adalah ilegal.(Jk/gab/red)

 

Check Also

Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi diterima Pj Walikota H Zulkarnain bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung dan Wakil Ketua DPRD Mhd Hazly Azhari Hasibuan.

Kunjungan KPK RI Saut Situmorang Ke Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>