Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Tangkap dan Penjarakan AH WE, Disinyalir Toke Besar Juga Otak Judi Sie Jie di Dabo Singkep

Tangkap dan Penjarakan AH WE, Disinyalir Toke Besar Juga Otak Judi Sie Jie di Dabo Singkep

Keterangan photo:Judi Sie jie berkedokkan kedai kopi milik Ah We.
Keterangan photo: Lokasi yang diduga tempat judi Sie jie berkedokkan kedai kopi milik Ah We.

LINGGA,Sidaknews.com – Gencarnya Markas Besar Polda Kepri untuk berupaya mencegah permainan yang berbau judi di setiap Kabupaten, dengan beragam dan cara bentuk permainan, sepertinya tidak menjadikan para toke pengelola usaha perjudian semakin takut, was-was dan bimbang, justru sebaliknya kemajuan tehnologi dijadikan celah untuk makin merapikan bentuk usaha yang mampu leluasa membingungkan Aparat Kepolsian, didalam mengungkap Bukti dari permainan judi yang dilakoni.

Seperti yang terjadi di Seputaran Pusat Kota Dabo Singkep dan Daek serta Pancur Kabupaten Lingga, dugaan adanya permainan judi Sie Jie dengan menggunakan pesanan melalui via HP dengan penjualan di Kedai-kedai kopi, bagi sebagian besar masyarakat penghobi judi dalam bentuk Sie Jie menjadi pemandangan umum yang tidak lagi perlu dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“/Seperti yang diduga dilakoni oleh Ah We anak pengelola Kedai Kopi Relasi jalan Gergas Dabok Singkep, bagi warga masyarakat yang hobi akan perjudian nomor yang bernama Sie Jie, nama Ah We sudah sangat dikenal luas, jaringan Ah We didalam melakukan pemasangan nomor Sie Jie dari pelanggan bukan hanya terbatas diseputaran pusat kota Dabok Singkep Saja, Pusat Ibukota Daek dan Pancur juga merupakan bagian dari jaringan Ah We/”.

 

“Demikian dikatakan Manto ( 46 ) bukan nama sebenarnya, didampingi beberapa rekan pada Kamis ( 19/03 ) menjawab Wartawan menurut

Ilustrasi: Togel

Manto”, dirinya sangat heran dengan cara kerja Aparat Kepolisian Polres Lingga, betapa tidak Ah We yang telah bertahun-tahun membuka usaha perjudian dalam bentuk Sie Jie,.

Hingga berita ini termediakan masih bebas berkeliaran menghirup udara segar, dengan dugaan aktifitas perjudian yang terus tumbuh maju dan berkembang ibarat pepatah “ Gajah di Pelupuk Mata Tidak Terlihat, Sementara Semut di Seberang Lautan Terlihat Jelas “ kata Manto.

Padahal sama-sama Kita ketahui, permainan perjudian dalam bentuk apapun sangatlah merusak mental generasi muda, bagaimana Kita mau memberantas perjudian secara bahu-membahu bersama dengan Aparat Kepolisian, sementara Oknum dari bagian institusi saja “ Kong Kali Kong “ dengan pihak pengelola usaha jelas manto.

“/Ditempat terpisah Aisiah ( 35 ) salah-seorang ibu rumah tangga dari dua putra dan satu putri, menurut Aisiah anaknya yang tertua dan duduk dibangku sekolah SMU, pernah Kepergok meminta uang jajan hanya untuk membeli Kopon Sie Jie, dengan sangat terkejut dirinya ( Aisiah-Red ) dengan beberapa ibu rumah tangga sempat melapor kepada RT dan RW setempat, tetapi kenyataannya, laporan hanya sebatas laporan, tetapi sampai berita ini dimuat laporan tidak pernah ditindak-lanjuti, orang tua mana yang menginginkan anaknya rusak dikarenakan judi ujar Aisiah mengeluh/”.

Kapolres Lingga AKBP.Surisman saat dijumpai dan diminta komentar diruang kerjanya menjelaskan, di Kabupaten manapun aktifitas perjudian dalam ragam bentuk jelas tetap ada, dan dirinya ( Kapolres-Red ) tidak menampik adanya perjudian dalam bentuk Sie Jie didalam wilayah hukum tempat dirinya memimpin, hanya saja selama ini Kita Aparat Kepolisian tidak bisa mengambil kebijakan hukum, jika informasi adanya bentuk permainan perjudian hanya sebatas informasi di kedai kopi.

“Bicara masalah hukum berarti kita wajib berbicara data dan fakta secara akurat, begitu juga dengan laporan pengaduan dari warga, jika disertai dengan barang bukti berkas Sie Jie dan jelas tempat pembeliannya, tentu akan Kita tindak-lanjuti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku ucap kapolres”.

Dirinya ( Kapolres –Red ) tidak mengenal yang namanya Ah We, apalagi aktifitas usaha yang dilakukan merusak mental generasi muda, dibawah kepemimpinan dirinya, masalah perjudian tetap menjadi target utama, siapapun orangnya tanpa terkecuali, jika memenuhi unsure pasal 303, akan tetap diamankan dengan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan aturan hukum yang berlaku ungkap Kapolres.

Pantauan Wartawan dilapangan, Ah We yang beberapa kali didatangi untuk diminta klarifikasi adanya laporan aktifitas perjudian yang dikelolanya, tidak pernah berada ditempat dan terkesan “ buang badan “. ( UDO/TIM Red)

Check Also

Makjang…!!!, Gegara Dibakar Api Cemburu, Seorang Perempuan Dianiaya di Dalam Kios

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Seorang Wanita berinisial SB alias I (22) warga Pijorkoling kecamatan psp tenggara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *