Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Tanjungpinang Terima Sertifikat Eliminasi Malaria

Tanjungpinang Terima Sertifikat Eliminasi Malaria

Tanjungpinang Terima Sertifikat Eliminasi Malaria
Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH Berjabat Tangan Dengan Menteri Kesehatan RI, Dr. Nafsiah Mboik, SpA, MPH, Saat Menerima Sertifikat Eliminasi Malaria Kemarin Di Jakarta.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Membebaskan masyarakat dari malaria (eliminasi malaria) merupakan investasi bangsa karena bebas malaria dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengatasi kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan.

Dalam pelaksanaan Hari Malaria Sedunia (HMS) yang jatuh setiap tanggal 25 April, di tahun 2014 ini telah dilaksanakan kembali penilaian terhadap 337 kabupaten/kota yang angka kesakitan malarianya tinggi, dan Kota Tanjungpinang merupakan satu dari 212 kabupaten/kota yang menerima sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dr. Nafsiah Mboik, SpA, MPH. Sertifikat eliminasi malaria diterima langsung oleh Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH, Sabtu (26/4), di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

Dengan diterimanya sertifikat eliminasi malaria, menunjukkan bahwa usaha-usaha pencegahan penularan penyakit malaria di Kota Tanjungpinang dinilai berhasil. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan yang sangat signifikan atas kasus-kasus malaria yang terjadi di Kota Tanjungpinang.

Di tahun 2012 ditemukan 101 kasus malaria, lalu di tahun 2013 lalu angkanya menurun drastis menjadi 2 kasus saja. Sementara itu, hingga April 2014 belum ditemukan kasus penularan malaria. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam saat mendampingi walikota di Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskan Rustam, seleksi untuk mendapatkan sertifikat eliminasi malaria sebenarnya sudah dilakukan sejak bertahun-tahun yang lalu, namun baru dalam 5 tahun terakhir dilakukan secara intensif. Adapun usaha-usaha yang dilakukan dalam pencegahan penularan malaria adalah penanganan vektor, pengobatan penderita, serta edukasi kepada masyarakat. Edukasi kepada masyarakat sangatlah penting mengingat pencegahan penularan dapat dilakukan disekitar tempat tinggal.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam mencegah penularan malaria selain pemberantasan sarang nyamuk adalah dengan membiasakan tidur menggunakan kelambu berinsektisida seperti yang dikatakan oleh Menteri Kesehatan RI Dr. Nafsiah Mboik, SpA, MPH.

Sementara itu, kabupaten/kita di Provinsi Kepulauan Riau yang sudah mendapatkan sertifikat eliminasi malaria adalah Kota Tanjungpinang dan kemudian disusul Kota Batam.

“Di Kepri baru Kota Tanjungpinang dan Batam saja yang menerima sertifikat eliminasi malaria, kabupaten lainnya belum. Tapi bukan berarti dengan diterimanya sertifikat ini di Kota Tanjungpinang tidak ada kasus malaria lagi. Bisa jadi ada kasus kalau terjadi penularan. Maka itu langkah pencegahan harus tetap dilakukan.” Ujar Rustam. (Erva/hms)

Check Also

Pelanggar lalu lintas membayar denda yang dikenakan kepada kasir Bank BRI Cabang Langsa.

Polres Langsa Gelar Sidang di Tempat Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Langsa, sidaknews.com – Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian resor Langsa bersama Pengadilan Negeri dan Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>