Home » Berita Foto » Terbangkan Lima Penyidik ke Makassar Lakukan Pemeriksaan Maraton

Terbangkan Lima Penyidik ke Makassar Lakukan Pemeriksaan Maraton

logo kejaksaanMAKASSAR,Sidaknews.com – Tim Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung datang ke Makassar menyelidiki kasus korupsi serta dugaan pencucian uang dalam proyek pengelolaan kawasan pertokoan Latanete Plaza (kini Living Plaza), Jalan Sungai Saddang, Makassar.

Lima jaksa dari Kejagung, Selasa (18/2) siang tiba di Kejati Sulsel. Setelah melakukan koordinasi, kelima jaksa ini langsung memeriksa sejumlah saksi secara tertutup. Pemeriksaan dilakukan di Lantai V, Bagian Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel.

“Kasus yang ditangani Kejagung ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Rahman Morra, Selasa (18/2).

Rahman menyebutkan, penyelidikan dilakukan setelah Kejagung menerima laporan dugaan adanya kredit bernilai puluhan miliar yang disalurkan tiga bank. Tiga bank tersebut adalah Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Niaga dan BNI 46.

Informasi yang dihimbun BKM di Kejati Sulsel menyebutkan, penyidik Kejagung meminta klarifikasi kepada sejumlah pihak terkait nota kesepahaman antara Perusda Pemprov Sulsel pada tahun tahun 1990 dengan PT Pulau Pandan Raya.

Dalam kontrak disepakati pengelolaan selama 20 tahun. Namun, dalam perjalanannya pengelolaan Latanete Plasa tiga kali berpindah ke sejumlah pihak swasta, diantaranya kepada PT Kumala Putra Celebes, lalu ke PT Hari Darmawan Realty dan terakhir dikelola PT Griya Maricaya Cemerlang. Masa kontrak berakhir tahun 2011 lalu.

Yang jadi fokus penyelidikan, pengelola Latanete Plasa menerima kucuran kredit puluhan miliar dari tiga bank berbeda. Namun, pengelolaan serta pengembangan kawasan Latanete hingga saat ini dinilai berjalan stagnan. Tim penyidik menduga, kalau aliran dana yang diterima tersebut justru dialihkan untuk pengembangan usaha lain.

“Itu hanya salah satu item yang sedang ditelusuri tim Kejagung. Masih ada item-item lain,” tukas Rahman. Item lain, kata Rahman, adalah soal keabsahan serta legalitas pengalihan pengelolaan Latanete Plaza kepada tiga perusahaan setelah PT Pulau Pandan Raya.

“Diduga ada penyimpangan dalam pengelolaan eks Latanete Plaza itu,”ujar Rahman Morra.

Kredit yang disalurkan untuk perusahaan pengelola Latanete Plaza oleh BNI 46, Bank Niaga dan BII nilainya masing-masing sekitar Rp30 miliar lebih, dengan total mencapai Rp100 miliar. Nilai kredit yang disalurkan masing-masing bank sesuai dengan nilai taksasi aset kawasan eks Latanete Plaza saat permohonan kredit diajukan.

“Perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan kemudian. Tim penyidik Kejagung rencananya berada di Makassar selama empat hari,” tandas Rahman.

Sementara itu, Direktur Persuda Sulsel Haris Hodi yang dikonfirmasi BKM mengakui adanya penyampaian dari Kejagung soal penyelidikan kasus ini. Menurut Haris, pihaknya akan bersikap terbuka kepada aparat penegak hukum yang menangani kasus ini.

“Memang benar ada surat penyampaian dari Kejagung. Tapi kami belum bisa memberikan penjelasan secara jauh soal kasus yang tengah diselidiki itu,”katanya.(BKM)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>