Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Terbebani Suku Bunga Bank, Pengusaha Angkutan Minta Subsidi

Terbebani Suku Bunga Bank, Pengusaha Angkutan Minta Subsidi

angkutan kota dan angkutan desa (angdes)
Akibat Suku bunga Bank tinggi, Pengusaha Angkutan kota dan angkutan desa (angdes) minta Subsidi.

Purwakarta.Sidaknews.com – Dianggap terlalu memberatkan para pengusaha angkutan umum di Purwakarta, pemerintah daerah diminta turun tangan terkait masalah pembiayaan pembelian angkutan umum.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Purwakarta Asep Yadi Rudiana kepada sidaknews.com Selasa (4/2) siang di sekretariat Organda.

Dijelaskan Asep, mayoritas pengusaha ngkutan umum (Angkot) saat ini bekerjasama dengan Bank swasta dalam pembiayaan kredit pembelian angkutan umum. Sehingga bunga yang diberikan bank swasta sangat besar dan banyak dikeluhkan oleh para pengusaha angkot.

“Pemerintah daerah bisa saja mengarahkan para pengusaha angkot itu ke bank-bank pemerintah sehingga bunga yang dibayar akan sedikit kecil dibanding bank swasta. Dengan itu maka para pengusaha mendapatkan subsidi dari pemerintah,” ungkap Asep.

Asep menambahkan, akibat bunga bank yang tinggi itu saat ini mayoritas pemilik (pengusaha) angkutan umum terbebani oleh hutang yang sangat besar, Sedangkan menurut dia, omzet para pengusaha angkot semakin hari semakin berkurang terlebih masyarakat banyak yang memiliki kendaraan sepeda motor pribadi. “Ini harus menjadi bahan pemikiran pemerintah daerah melalui dinas terkait,” kata dia.

Dia menuturkan, saat ini di Purwakarta terdapat hampir 1000 lebih angkutan kota dan angkutan desa (angdes). Sehingga jika pemerintah daerah jeli, menurutnya, semua angsuran pembelian para pemilik angkot tersebut dilakukan ke bank yang memberikan bunga kecil. “Mayoritas pemilik angkot itu pasti dibeli secara kredit, jarang yang cash,” katanya. (ega nugraha)

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *