Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Terbukti Korupsi, Dedy Chandra Dibui Enam Tahun Penjara

Terbukti Korupsi, Dedy Chandra Dibui Enam Tahun Penjara

Terdakwa Dedy Chandra saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang beberapa waktu lalu. foto: dok
Terdakwa Dedy Chandra saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang beberapa waktu lalu. foto: dok

Tanjungpinang, sidaknews.com – Dedy Chandra yang menjadi terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) Tanjungpinang tahun 2009 senilai Rp 1,8 miliar divonis hakim selama enam tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Selasa (6/1) malam lalu.”Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama enam tahun penjara,” kata majelis hakim yang dipimpin Parulian Lumbantoruan ini membacakan amar putusannya.

Selain hukuman badan, terdakwa juga dikenakan hukuman denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara serta hukuman membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 1,218 miliar. Jika tidak dibayarkan akan diganti dengan hukuman penjara selama tiga tahun.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama delapan tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara. Serta dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara yang timbul dalam kasus ini yakni senilai Rp 1,8 miliar berdasarkan audit BPKP.

Dedy terbukti melanggar sebagaimana dalam dakwaan primer yakni ketentuan pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 KUHP.

Terhadap vonis tersebut, Dedi yang didampingi kuasa hukumnya, Rivai Ibrahim mengatakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau, sementara jaksa mengatakan pikir-pikir. Sekedar diketahui, hingga saat ini, penyidik Polres Tanjungpinang yang menangani perkara ini telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini.

Keempat tersangka yang masuk dalam tim 5 dan tim 9 pembebasan lahan yakni Dedy Chandra, mantan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem), Gustian Bayu Kabag Agraria Pemko Tanjungpinang. Yusrizal mantan Kasi HT BPN Tanjungpinang dan mantan Camat Tanjungpinang Timur Syafrizal.

Dedi dan Gustian Bayu telah menjalani proses persidangan, sedangkan dua tersangka lainnya masih ditangani kepolisian, sementara Syafrizal dan Yusrizal belum dilakukan penahanan. Adapun modus korupsi dalam kasus ini yakni dengan menaikkan harga pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan hingga terjadinya penggelembungan (mark-up) dana.

Adapun Tim 9 pembebasan lahan yang juga hadir menjadi saksi di persidangan untuk para terdakwa yakni, Wan Samsi selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Tanjungpinang, Surya Dianus sebagai Kepala BPN Tanjungpinang, Tri Agus Kasmanto sebagai Pj. Kakantor Pajak Pratama Tanjungpinang.

Syafrial Evi sebagai Kepala Bappeda dan Penanaman Modal Pemko Tanjungpinang, Dedi Candra sebagai Kabag Administrasi dan Tapem Pemko Tanjungpinang, Syafrizal selaku Camat Tanjungpinang Timur, Yusrizal selaku Kasi HT BPN Tanjungpinang, Gustian Bayu selaku Kasubbag Agraria Pemko Tanjungpinang dan Wan Martalena sebagai Lurah Pinang Kencana.(Rindu Sianipar)

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>