Home » Berita Foto » Terdakwa Helman Hanya Dapat Pembantaran Dari Majelis Hakim

Terdakwa Helman Hanya Dapat Pembantaran Dari Majelis Hakim

Terdakwa Helman pada kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tamabng di Dabo Singkep kabupaten Lingga tahun 2009 dengan nilai Rp3,6 miliar.
Terdakwa Helman pada kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tamabng di Dabo Singkep kabupaten Lingga tahun 2009 dengan nilai Rp3,6 miliar.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Terdakwa Helman pada kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tamabng di Dabo Singkep kabupaten Lingga tahun 2009 dengan nilai Rp3,6 miliar, sebelumnya kamis (16/10) Helman melalui penasehat hukum PH) Suhandi SH mengajukan izin berobat ke Rumah sakit.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang akhirnya terpaksa memberikan pembantaran (Izin berobat luar) terhadap Helman (67).

Pembantaran berobat tersebut dilakukan setelah dalam sidang awalnya majelis hakim menolak memberikan izin, Hal tersebut, setelah surat rekomendasi yang ditunjukan oleh PH terdakwa Helman.

Tidak menyebutkan adanya permintaan pihak medis Rumah Sakit Angkatan Laut dr Midyato yang menyebutkan agar terdakwa diminta diberikan izin berobat sebagaimana layaknya.

“Awalnya dalam sidang, surat dokter yang ditunjukan oleh PH terdakwa hanya ada kata-kata kalau terdakwa butuh perawatan. Namun setelah dilengkapi oleh PH terdakwa sekitar pukul 20.00 WIB, akhirnya demi kemanusiaan, kita terpaksa memberikan izin pembantaran,” kata ketua Majelis Hakim, R Aji Suryo SH MH, Jum’at (17/10).

Dikatakan, pembantaran terhadap terdakwa Helman tersebut diberikan, hingga yang bersangkutan sembuh, kemudian kembali di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang.

“Pertimbangan kita hanya kemanusiaan saja terhadap terdakwa. Kendati demikian, kita juga tetap akan berusaha membandingkan (second Opinion-red) keterangan dokter RSAL tersebut dengan keterangan tim medis rumah sakit pemerintahan lainya untuk lebih mengetahui kebenaranyanya,”ucap R Aji Suryo.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Negara Tanjungpinang Kunrat Kasmiri saat dihubungi membenarkan pembantaran tersebut. Tahanan atas nama Helman dibantar di RSAL. Surat pembantaran itu diterimanya dari pihak pengadilan.

“Tahanan atas nama Helman dibantar karena ada masalah pada bagian jantung, paru-paru, dan kakinya mengalaminya bengkak. Kondisinya tidak memungkinkan ditahan di dalam Rutan,” sebutnya.

Sebelum sidang di PN Tanjungpinang, penasehat hukum Helman, dalam hal ini Suhandi mengajukan pembantaran atas kliennya. Pengajuan pembantaran ini berdasarkan rekomendasi medis RSAL.

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum terungkap, Herman menjabat sebagai Presiden Direktur PT Hermina Jaya meminjam uang kepada koleganya bernama Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD pada Agustus 2009 lalu. Dana yang dimintan sekitar Rp 3,6 miliar untuk reklamasi pascatambang.

Uang itu kemudian diberikan kepada Helman agar disimpan di Bank Riau Kepri. Rupanya, Helman mendepositokan dana dari koleganya itu di Bank CINB, rekening pribadinya.

Selama tiga tahun, Helman menikmati bunga deposito dari uang tersebut yang bernilai total Rp 500 juta. Atas perbuatannya, Helman dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.(Sn)

Check Also

Pasangan calon Walikota/wakil Walikota Langsa no urut 5, Drs. Syamsudin H. Amin MM dan Khairul Anwar SH MH.

Bila Terpilih, Paslon SAKA Akan Jalankan 5 Pilar Pembangunan

Langsa, sidaknews.com – Pasangan calon (paslon) Walikota dan wakil Walikota Langsa no urut 5, Drs. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>