Home » Berita Foto » Terdakwa Helman Tidak Dapat Hadir di Persidangan, Alasan Masih Sakit

Terdakwa Helman Tidak Dapat Hadir di Persidangan, Alasan Masih Sakit

Helman
Terdakwa Helman pada saat persidangan sebelumnya di Pengadilan Tipikor (PN) Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Helman Terdakwa pada kasus penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tambang di Dabo Singkep Kabupaten Lingga sebesar Rp3,6 miliar, tahun 2009 milik korban Chew Fatt Direktur Trans Elite Mineral LTD, selaku rekan bisnis terdakwa.

Dimana Tim dokter spesialis penyakit jantung pada Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Tanjungpinang, dr Tanto Budiharto menyatakan, Helman (67), Presiden Direktur (Presdir) PT Hermina Jaya,saat ini tengah mengidap penyakit jantung koroner, termasuk penyakit diabetes dan penyakit lainnya.(29/10)

Pernyataan tersebut disampaikan dr Tanto Budiharto dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, sebagai pihak yang diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang riwayat kondisi kesehatan terdakwa Helman saat ini yang tengah mendapatkan perawatan medis di rawat di RSAL Tanjungpinang akibat penyakit yang dialaminya.

Terhadap kondisi tersebut, majelis hakim akhirnya mengeluarkan surat penetapan Pembataran (izin berobat) di rumah sakit yang ditunjuk, sejak dua minggu lalu. Namun hingga kini, kondisi kesehatan terdakwa, belum menampakkan gejala penyembuhan total. Akibatnya, dalam sidang lanjutan kali ini, terdakwa belum bisa dihadirkan kembali dalam persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagaimana layaknya.

“Hasil rekam medis yang telah kami lakukan terhadap terdakwa Helman, bahwa yang bersangkutan saat ini tengah mendapatkan gejala penyakit jantung koroner, termasuk penyakit lainnya,”kata dr Tanto Budiharto menjawab pertanyaan majelis hakim dimpimpin R Aji Suryo SH MH.

Terhadap kondisi kesehatan tersebut, lanjut dr Tanto, untuk sementara, terdakwa masih labih dan sangat riskan untuk dihadirkan dipersidangan.

“Kondisi tersebut, suatu saat jika tidak mendapatkan perawatan yang intensif, bisa berakibat fatal bagi terdakwa sendiri,”kata Tanto

Sementara, Suhandi SH selaku penasehat hukum (PH) terdakwa menerangkan, berdasarkan catatan kesehatan yang ia peroleh dari tim medis rumah sakit jantung di Singapura, bahwa penyakit jantung yang dialami kliennya tersebut sudah terdapat sekitar satu tahun terakhir.

“Iinformasi yang kita peroleh dari tim medis rumah sakit Jantung di Singapura, bahwa salah satu upaya penyembuhan terhadap klien kita adalah melalui perhatian khusu dari pihak keluarga, serta tidak boleh terlalu banyak mendapatkan tekanan pikiran,” kata Suhandi.

Atas kondisi tersebut, lanjut Suhandi, pihaknya berharap majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut dapat memenuhi dan mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap terdakwa yang telah diajukan sebelumnya.

“Kita berharap majelis hakim dapat mengabulkan penangguhan penahanan yang telah kita ajukan tersebut,”ucap Suhandi

Sebagaimana diberitakan, terdakwa Helman diduga telah melakukan serangkaian tindak pidana kasus penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tambang di Dabo Singkep Kabupaten Lingga sebesar Rp3,6 miliar, tahun 2009 milik korban Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD.

Menurt JPU, perbuatan terdakwa berawal sekira bulan Agustus tahun 2010 lalu, ketika terdakwa Helman meminta uang sebesar Rp3,6 miliar untuk dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp3,6 miliar kepada korban Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD, selaku rekan bisnis terdakwa.

Uang itu diserahkan oleh korban yang seharusnya uang itu disimpan di rekening Bank Riau Kepri (Bank Pemerintah-red), namun oleh terdakwa, uang itu disimpan dan dibungakan melalui rekenin pribadinya di Bank CNIB milik swasta.
Akibatnya, korban merasa dirugikan karena berdampak ditutupnya aktifitas pertambangan bauksit PT Hermina Jaya.

Uang itu disimpan sejak tahun 2009 hingga 2012 oleh terdakwa dengan total bunga uang yang diperoleh terdakwa Helman mencapai Rp500 juta lebih.

Perbutan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 372 KUHP tentang barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan Selain itu, terdakwa juga diancam pasal 378 KUHP. (Sn)

 

Check Also

Nurdin Basirun Saat Ratas dengan petinggi PT. BRC.

Gubernur: Investasi Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kepri

Tanjungpinang, sidaknews.com – H. Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat melakukan rapat terbatas (ratas) dengan para petinggi PT. Bintan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>