Home » Berita Foto » Terdakwa Korupsi Tera Jalani Sidang Perdana

Terdakwa Korupsi Tera Jalani Sidang Perdana

Tersangka korupsi Tera saat dilakukan penahan pada beberapa waktu lalu.
Tersangka korupsi Tera Tarmin dan Moch,Darmawan saat dilakukan penahan pada beberapa waktu lalu.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kali ini Pengadilan Tipikor Tanjungpinang Panen sidang Korupsi, beberapa kasus korupsi yang sudah disidangkan diantaranya, kasus UMRAH, Alkes Anambas, Spam Natuna, Faspum Natuna,Rutan Batam, Pembebasan Lahan USB Kota Tanjungpinang, Faspel Bintan dll, yang satu ini adalah Kasus Tera Disperindag Provinsi kepri.

Sidang Tipikor hari ini, 2 terdakwa kasus korupsi kelebihan dana Retribusi Kalibrasi Timbangan dan Alat Ukur (Tera) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Disperindag Kepri.

Kedua terdakwa yakni, Moch Darmawan dan Tarmin, selaku pejabat di UPT tersebut menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Kamis (16/10).

Sidang dipimpin oleh majelis hakim R Aji Suryo SH MH didampingi Linda Wati SH MH dan Jarot SH (hakim PN Batam) kali ini guna mendengarkan dakwaan tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Kepri dan Kejari Tanjungpinang atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kedua terdakwa.

Jalannya sidang kedua terdakwa berlangsung terpisah dengan di ruangan yang sama dan majelis hakim maupun JPU yang sama.

Sidang pertama dilakukan terhadap terdakwa M Darmawan yang didampingi oleh kuasa hukumnya (PH) Agusutanto SH, M Faisal SH dan Nirwansyah SH. Sementara terdakwa Tarmin didampingi oleh tim kuasa hukum, M Firdaus SH dan kawan-kawan.

Dalam sidang terungkap kedua terdakwa telah mengembalikan uang kerugian negara akibat pungutan yang diluar ketentuan dan aturan hukum berlaku sebesat Rp677 juta dari total nilai kerugian negara sebesar Rp1,092 miliar sesuai hasil audit BPKP.

Pemungutan dinilai telah melebihi tarif sebagaimana yang telah ditentukan. Sementara sisanya, digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi oleh terdakwa serta dibagi-bagikan di lingkungan instansi mereka.

Hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pemungutan Retribusi, termasuk UU Tindak Pidana Korupsi, karena sisa tarif tera yang mereka pungut digunakan untuk kepentingan pribadi serta kelompoknya,”Ungkapnya.

Perbuatan terdakwa dinilai juga telah melanggar pasal 2 juncto pasal 3 juncto pasal 12 huruf  E UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atas dakwaaan JPU tersebut, terdakwa Moch Darmawan melalui penasehat hukumnya (PH) tidak mengajukan keberatan (eksepsi. Sementara terdakwa Tarmin melalui PH akan mengajukan eksipsi pada sidang mendatang. ia menilai adanya terdapat kekeliruan dari dakwaan JPU tersebut. (sn)

Check Also

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pinjaman dana tunai, seperti PT  Bess Finance yang beralamat di Ruko senawanggi Batu Aji, Batam.

Tagih Nasabah, Debt Kolektor Diduga Tidak Memiliki Dasar Hukum Fidusia

Batam , sidaknews.com – Perusahaan pembiayaan sudah menjabur di Kota batam, bahkan banyak perusahaan Pembiayaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>