Home » Berita Foto » Terkait Incinerator RS Bayu Asih diduga tak penuhi aturan KLH

Terkait Incinerator RS Bayu Asih diduga tak penuhi aturan KLH

Limbah
Limbah

Purwakarta,Sidaknews.com – Incinerator sebagai alat pembakar limbah padat yang ada di RSUD Bayu Asih Purwakarta diduga tak miliki ijin terkait pengolahan penampungan limbah padat medis hingga pada tahap proses pembakarannya.

Hal ini ditampik oleh pihak RSUD Bayu Asih Purwakarta, bahkan pihak RSUD mengatakan mereka telah melakukan tahap-tahap sesuai dengan aturan yang berlaku dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk pengelolaan Limbah di Incinerator (metode penghancuran limbah organik dengan melalui pembakaran dalam suatu sistem yang terkontrol dan terisolir dari lingkungan sekitarnya)

“Adanya pemberitaan bahwa RSUD ditegur oleh BLH Purwakarta terkait belum adanya ijin Incenerator yang dikelola oleh RSUD tak sepenuhnya benar, karena sebelumnya BLH juga mengetahui bahwa kita telah mengajukan ijin IPAL ke BLH dan ditahun 2013 kita telah mengajukan ijin ke KLH untuk pengelolaan Incenerator Limbah Padat Medis, namun sampai hari ini belum ada ijin dari KLH dan ternyata tak segampang seperti yang kita pikirkan” terang dr Anna Kabid Penunjang RSUD Bayu Asih Purwakarta Rabu (19/2) diruang kerjanya

Rata-rata limbah padat RSUD Bayu Asih sekitar 20 KG perhari yang akan dibakar dan disimpan kemudian per tiga Bulan sekali hasil pembakaran tersebut diambil oleh Pihak Ketiga yakni PPLI (Prasada Pemusnah Limbah Industri) dengan rata-rata sekitar 700-1000 KG per tiga bulan yang merupakan sisa dari Incenerator yang telah melakukan proses.

“PPLI (Prasada Pemusnah Limbah Industri) sebagai salah satu BUMN yang membidangi pembuangan Limbah tiga bulan sekali mengambil sesuai aturan BLH Purwakarta telah kita laksanakan, dan terkait anggaran juga semua telah kita anggarkan mulai dari Penggunaan Pihak Ketiga sampai ke penggunaan BBM jadi semua telah jelas”tambahnya

Diakui pihak RSUD bahwa Incinerator dikelola oleh pihak RSUD karena bila tidak dimanfaatkan mesin Incinerator maka limbah padat medis akan menumpuk, terlebih tidak adanya anggaran bila diberikan seluruhnya kepada pihak Ketiga untuk pengelolaannya.

Sementara itu Ketua Wapli (Wahana Pemerhati Lingkungan) Purwakarta Tedi Hartawan mengatakan seharusnya merujuk kepada UU Lingkungan Hidup No 32 Pasal 103 Tahun 2009 RSUD Bayu Asih tidak menggunakan Incinerator selama ijin belum dikeluarkan oleh KLH.

“Dalam UU Lingkungan itu kan jelas sehingga bila RSUD melakukan penggunaan Incinerator tersebut dianggap tidak mengelola Limbah B3 dengan baik, bila RSUD tidak mengindahkan teguran BLH maka Wapli akan melakukan pengaduan ke pihak hukum terkait”tegasnya (Adi Tarigan)

 

Check Also

Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pangkalpinang

Gedung Auditorium Masjid jamik bisa tampung 3000 Orang

Pangkalpinang, sidaknews.com – Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>