Home » Berita Foto » Terlibat Kasus Korupsi, Debitur Bank Riau Kepri Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Terlibat Kasus Korupsi, Debitur Bank Riau Kepri Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Terdakwa Faly Kartini saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjunpinang, Kamis (5/2). Foto: Rindu Sianipar.
Terdakwa Faly Kartini saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjunpinang, Kamis (5/2). Foto: Rindu Sianipar.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Faly Kartini Simanjuntak (31), terdakwa kasus korupsi perbankan di Bank Riau-Kepri dituntut selama tiga tahun dan enam bulan penjara.

“Atas perbuatannya, kami mohon agar majelis hakim menghukum terdakwa selama tiga tahun dan enam bulan penjara,” kata jaksa Noviandri membacakan tuntutannya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Kamis (5/2).

Selain hukuman badan, terdakwa juga dikenakan hukuman membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

Selain itu, Faly Kartini juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 487.334.074.

“Jika uang pengganti dibayarkan satu bulan setelah kasus ini memiliki kekuatan hukum tetap, maka akan diganti dengan hukuman selama satu tahun dan sembilan bulan penjara,” kata Noviandri.

Jaksa menilai, terdakwa terbukti sebagaimana dalam dakwaan subsider melanggar ketentuan pasal 3 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP.

Adapun beberapa hal yang menjadi pertimbangan jaksa dalam pengajuan tuntutan, hal-hal yang meringankan yakni terdakwa belum pernah dihukum.

Sedangkan, hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Terdakwa berbelit-belit di persidangan, terdakwa tidak menyesali perbuatannya dan terdakwa menikmati hasil kejahatannya,” kata Noviandri.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Eggy Sudjana akan mengajukan pembelaan (pledoi) yang diajukan pada persidangan yang akan datang.

“Kita akan ajukan pembelaan,” kata kuasa hukum terdakwa.

Dalam dakwaan jaksa, modus yang dilakukan terdakwa yang merupakan debitur di Bank Riau-Kepri diduga melakukan korupsi secara bersama-sama dengan Kaharuddin Menteng dan Subowo, dua pimpinan Bank Riau Kepri.

Dua pimpinan bank tersebut telah divonis majelis hakim masing-masing satu tahun dan enam bulan penjara beberapa bulan yang lalu.

Menurut jaksa, pada tahun 2010 lalu, Faly Kartini mengajukan kredit senilai Rp 1,2 miliar ke bank tersebut. Namun, terealisasi sekitar Rp 800 juta dengan dua kali pembayaran.

Pembayaran kredit oleh terdakwa kemudian bermasalah (macet) hingga kasus ini tercium penegak hukum. Terdakwa sendiri pernah ditetapkan jaksa termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ia kemudian tertangkap setelah dua tahun menjadi buronan.(Rindu Sianipar)

 

Check Also

Calon Wakil Gubernur Aceh, Nasaruddin ketika berbicara dihadapan perwakilan masyarakat Pegasing.

Warga Pegasing Aceh Tengah Sepakat Dukung AZAN

Takengon, sidaknews. com – Perwakilan warga Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah menyatakan dukungan untuk pasangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>