Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Terlibat Narkoba, Mantan Polisi Diamankan TNI

Terlibat Narkoba, Mantan Polisi Diamankan TNI

Para pelaku narkoba saat digelandang petugas di Makodim 0315/Bintan, Rabu (26/11). Foto: Rindu Sianipar
Para pelaku narkoba saat digelandang petugas di Makodim 0315/Bintan, Rabu (26/11). Foto: Rindu Sianipar

-Diduga sindikat peredaran narkoba di Tanjungpinang

Tanjungpinang, sidaknews.com – Enam orang pelaku narkoba berhasil diamankan jajaran Intel Kodim 0315/Bintan dan Intel Korem 033 WP/Kepri, Rabu (26/11). Satu pelaku yang diamankan merupakan oknum mantan polisi berinisial Gh (26).

Informasi yang dikumpulkan, Gh diketahui terakhir bertugas di Polda Kepri dengan pangkat terakhir Briptu. Ia dipecat dari kepolisian karena desersi (lari meninggalkan kedinasan-red).

Sementara lima orang lagi sipil yang diamankan masing-masing berinisial He (24), Sp (34), Su (18), Mi (18), Bi (18) yang dua diantaranya masih berstatus pelajar SMA di sebuah sekolah di Tanjungpinang.

“Mereka diamankan di beberapa tempat dan lokasi yang berbeda,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0315/Bintan, Letkol Inf Charles Parulian Sagala yang didampingi Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang AKBP Ahmad Yani saat menggelar jumpa pers di Makodim Tanjungpinang, Rabu (26/11).

Charles mengatakan, pengungkapan kasus yang diduga salah satu jaringan peredaran narkoba di Tanjungpinang ini bermula ketika tim yang dipimpin Lettu Inf Rusdianto, Pasintel Kodim 0315/Bintan dan berkoordinasi dengan anggota BNN Tanjungpinang mendapatkan informasi dari masyarakat.

Kemudian, tim bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap He dan Gh ketika sedang berada di rumahnya masing-masing.”Dari tangan He ditemukan dua paket kecil ganja,” katanya.

Dari tangan para pelaku, selain mengamankan barang bukti ganja, petugas juga mendapati puluhan paket barang bukti narkoba jenis sabu yang beratnya sekitar 11,3 gram serta uang tunai Rp 4,7 juta yang diduga hasil transasaksi narkoba.

“Keenam pelaku diamankan di beberapa lokasi seperti Kampung Bulang, jalan Pramuka, jalan KM 16 arah Tanjunguban, jalan KM 10 dan jalan Sei Jang,” kata Charles yang juga diamini A Yani.

A Yani mengutarakan, meski telah menemukan sejumlah barang bukti, pihaknya belum bisa memastikan apa peranan dari masing-masing pelaku dalam kasus narkoba tersebut.”Kita masih menunggu hasil penyelidikan assessment untuk menentukan peranan para pelaku. Bisa saja dari hasil penyelidikan mereka juga jadi korban (pemakai/pecandu-red),” katanya.

Charles menambahkan, pengungkapan kasus narkoba tersebut sebagai salah satu upaya jajarannya membantu pihak BNN dan kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba khususnya di wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

“Para pelaku akan diserahkan ke pihak BNN dan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Charles.

Usai menggelar konfrensi pers, tiga pelaku langsung diboyong ke Batam. Sedangkan, dua pelajar dan satu pelaku yang masih di bawah umur dikenakan wajib lapor. Saat pemeriksaan, ketiga pelajar ini juga didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kepri.

Komandan Kodim (Dandim) 0315/Bintan  Letkol Inf Charles Parulian Sagala yang didampingi Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang AKBP Ahmad Yani saat menggelar jumpa pers di Makodim, Rabu (26/11). Foto: Rindu Sianipar
Komandan Kodim (Dandim) 0315/Bintan Letkol Inf Charles Parulian Sagala yang didampingi Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang AKBP Ahmad Yani saat menggelar jumpa pers di Makodim, Rabu (26/11). Foto: Rindu Sianipar

Informasi yang dihimpun dari beberapa petugas yang ikut melakukan penangkapan, tidak ada perlawanan berarti dari para pelaku saat mereka hendak diamankan. Mereka hanya pasrah saat digelandang ke Makodim 0315/Bintan.

Namun, saat petugas mengamankan Gh, mantan polisi yang kebetulan berada di rumah mertuanya saat penggerebekan, petugas dan Gh sempat bersitegang hingga terlibat adu mulut, namun hal ini tidak berlangsug lama hingga akhirnya Gh pasrah digelandang petugas.

“Saya mantan polisi bang!. Yang punya barang (narkoba) itu mertua saya, kenapa tidak ditangkap juga?,” ujar anggota Intel Kodim 0315/Bintan yang enggan disebut namanya ini menirukan ucapan Gh saat diamankan.

“Saat penggerebekan dilakukan, mertua Gh berinisial Ap sempat melarikan diri dengan cara terjun ke laut,” katanya sembari menggambarkan jika rumah mertua pelaku berada di sekitar tepi laut.(Rindu Sianipar)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *