Home » Berita Foto » Teroris Incar Kafe Esek-esek di Sulsel

Teroris Incar Kafe Esek-esek di Sulsel

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MAKASSAR,Sidaknews.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyebar intelijen guna mendeteksi titik-titik yang kemungkinan menjadi target serangan teroris pasca penangkapan kelompok Santoso pekan lalu, oleh tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri di Sengkang, Wajo. Mabes Polri mengonfirmasi, beberapa daerah di Sulsel masuk dalam target serangan bom setelah Jawa Timur.

“Kita imbau seluruh jajaran Polda Sulsel mengoptimalkan peran guna mendeteksi lebih dini kemungkinan ini. Indikasi Sulsel sebagai salah satu target teroris memang sudah terbaca,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Endi Sutendi, via telepon Jumat (21/3).

Menurut Endi, sejak empat tahun silam, Sulsel sudah mengantisipasi banyak pelarian kelompok teroris dari Poso, Sulawesi Tengah. Sulsel menjadi wilayah pelarian paling potensial karena dianggap memiliki wilayah yang cukup luas dan banyak desa terpencil.

Kelompok mereka di daerah ini juga diduga telah menyebar ke beberapa kabupaten. Indikasi ini menguat setelah pekan lalu Densus 88/Antiteror Polri menangkap tiga tersangka teroris yang mengirimkan paket bom siap ledak melalui kargo. Salah satu tersangka diketahui bernama samaran Mbah Marijan ditangkap di Sengkang, Wajo.
Mbah Marijan diduga masih jaringan teroris Santoso yang diduga aktif di Poso, Sulawesi Tengah.

Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, penangkapan dilakukan Kamis (13/3) sekitar pukul 18.35. Penangkapan dilakukan terhadap Bambang Aribowo alias Hari Rahayu alis Galih alias Goli alias Andi alias Mbah Marijan.

“Yang bersangkutan ditangkap di Bandara Soekarno Hatta saat mendarat dari Makassar Sulawesi Selatan,” kata Ronny.Di tempat terpisah, penyidik menyita dua unit bom pipa dan bom kontainer di JNE Sengkang Wajo, Sulawesi Selatan.

“Bom tersebut dikirim oleh tersangka melalui JNE Desa Panggung Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jatim dengan tujuan JNE Sengkang Wajo Sulsel,” kata Ronny.

Bom tersebut rencananya akan ditargetkan di beberapa titik di Makassar. “Salah satunya akan digunakan untuk bom di warung remang-remang di Banrabba Belopa, Kabupaten Luwu,” kata Ronny.

Warung remang-remang adalah kafe-kafe kecil yang terdapat di pinggiran-pinggiran kota atau wilayah perbatasan di beberapa kabupaten di Sulsel. Warung ini diduga banyak dijadikan tempat transaksi prostitusi.

Pelaku yang juga merupakan kelompok Santoso ini juga telah melakukan survei untuk target peledakan bom. “Mereka sudah melakukan survei terhadap sasaran yang akan diledakkan dengan bom tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Kapolri Jendral Polisi Sutarman mempertanyakan longgarnya proses pengiriman lewat jasa pengiriman, sehingga paket bom bisa dengan leluasa tanpa terdeteksi.

“Seharusnya jasa pengiriman barang sudah bisa mendeteksi dengan peralatan yang dimiliki, ini kan sangat berbahaya,” kata Kapolri Jenderal Sutarman di NTMC Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/3).

Jenderal Sutarman mengatakan, semula bom-bom ini akan diledakkan dengan target di Surabaya. “Tapi karena kesempatan itu tidak ada, sehingga bom dikirim ke Makassar dengan target di Makassar,” ujarnya.

Sutarman tidak merinci kapan pengungkapan itu dilakukan. Dari pengungkapan ini, aparat mengamankan tiga pelaku. “Kita bisa tangkap pelakunya di Makassar 1, Lampung 1, Bengkulu 1,” kata Sutarman.

Polri mengimbau, bagi kelompok teroris untuk menggunakan cara-cara yang dilegalkan serta tidak melanggar hukum dalam memperjuangkan sesuatu.

“Saya imbau kepada siapapun kalau berjuang silakan dengan cara-cara yang tidak kekerasan, dengan cara damai, bijaksana,” ujarnya.

Namun, apabila kelompok teroris tetap menggunakan cara kekerasan maka Polri akan menggunakan proses hukum.

“Sepanjang kita bisa tangkap hidup-hidup itu kita utamakan, tetapi kalau sudah menghadapi terorisme membawa senjata, bom, dan tidak mau menyerah, serta membahayakan masyarakat dan petugas, maka akan diambil langkah tegas,” kata Sutarman.

Jaringan Santoso di Poso

Keberadaan kelompok teroris jaringan Santoso telah diingatkan Kapolri jauh hari sebelumnya. Mabes mengklaim menemukan jejak kelompok ini di lereng pegunungan Desa Kilo, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah. Sejumlah bahan peledak dan bom rakitan yang ditemukan diketahui memiliki daya ledak luar biasa.

“Ada bom yang sudah dirakit, ada selongsong peluru juga senjata yang kami temukan. Mereka menunjukkan bisa merakit bom yang ledakannya luar biasa hingga kedalaman 1 meter dan dampak yang hebat,” ujar Kapolri Jenderal Sutarman, awal Maret lalu.

Sutarman mengatakan, pengungkapan lokasi yang digunakan untuk pelatihan itu berawal dari penangkapan dua anggota kelompok Santoso yakni Rodik dan Aji alias Syuaib. Dua gubuk di tengah hutan digunakan untuk menyimpan senjata dan bahan peledak.

“Kami bisa mengetahui persembunyian mereka di hutan sehingga dengan membawa dua tersangka ini untuk menunjukkan lokasi persembunyian senjata. Di gubuk pertama, ditemukan amunisi dan bom, yang kedua juga demikian,” jelasnya.

Saat Densus 88 Anti Teror menyergap lokasi dua gubuk itu, terjadi perlawanan dari rekan Rodik dan Aji. Baku tembak tak terhindarkan sehingga melukai dua anggota Brimob yakni Bharada Syamsu Alam dan Bripda Bahar.

“Sekarang kondisinya membaik, dan terus kami akan lakukan pengejaran sehingga kami bisa tangkap mereka hidup-hidup, dan mengungkap lereng pegunungan selama ini digunakan tempat latihan militer,” paparnya.

Baku tembak dengan kelompok terduga teroris terjadi di Desa Kilo pada Minggu 2 Maret. Atas indikasi ini kata Sutarman, jajaran Polda Sulsel harus meningkatkan kewaspadaan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, jajaran Polda Sulsel telah melakukan antisipasi dini, utama pada wilayah perbatasan Sulsel-Sulteng.
“Itu telah dilakukan sejak lama karena gerakan kelompok memang masih aktif,” jelas Endi.

Endi juga berharap masyarakat proaktif melaporkan jika menemukan kelompok-kelompok mencurigakan di wilayahnya, ke aparat kepolisian. “Masyarakat berperan besar dalam membantu polisi. Kita harap dilaporkan jika ada kecurigaan ke arah sana,” pinta Endi.(BKM)
TERORIS INCAR SULSEL

-Indikasi ini menguat setelah pekan lalu Densus 88/Antiteror Polri menangkap tiga tersangka teroris yang mengirimkan paket bom siap ledak melalui kargo.
-Salah satu tersangka diketahui bernama samaran Mbah Marijan ditangkap di Sengkang, Wajo.
-Mbah Marijan diduga masih jaringan teroris Santoso yang diduga aktif di Poso, Sulawesi Tengah.
-Mbah Marijan alias Hari Rahayu alis Galih alias Goli alias Andi alias Mbah Marijan adalah eksekutor kelompok Santoso.

BARANG BUKTI DISITA
-Dua unit bom pipa
-bom kontainer di JNE
LOKASI PENANGKAPAN
-Sengkang, Kabupaten Wajo
PROSES PENGIRIMAN
-Bom tersebut dikirim oleh tersangka melalui JNE Desa Panggung Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jatim
-Tujuannya JNE Sengkang, Wajo

SASARAN PELEDAKAN
-Bom tersebut rencananya akan ditargetkan di beberapa titik di Makassar.
-Salah satunya warung remang-remang di beberapa kabupaten di Luwu

PERGERAKAN KELOMPOK SANTOSO
-Keberadaan jaringan Santoso telah diingatkan Kapolri jauh hari sebelumnya.
-Mabes mengklaim menemukan jejak kelompok ini di lereng pegunungan Desa Kilo, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah, awal Maret lalu.
-Sejumlah bahan peledak dan bom rakitan yang ditemukan diketahui memiliki daya ledak luar biasa.
-Ada bom yang sudah dirakit, ada selongsong peluru juga senjata
-Daya ledak bom disebut hingga kedalaman satu meter dan dampak yang hebat
-Dari penangkapan dua anggota kelompok Santoso yakni Rodik dan Aji alias Syuaib.
-Dua gubuk di tengah hutan digunakan untuk menyimpan senjata dan bahan peledak

KABUPATEN RAWAN PERGERAKAN TERORIS
-Bone
-Enrekang
-Luwu
-Makassar
-Kelompok Santoso Diduga Masih Aktif, Pekan Lalu Densus Gagalkan Kiriman Bom di Sengkang

 

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>