Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Tersangka Alkes Anambas Menangis Saat Dibawa Ke Rutan

Tersangka Alkes Anambas Menangis Saat Dibawa Ke Rutan

Tersangka Korupsi Alkes Anambas
Tersangka Korupsi Alkes Anambas, Yuni Widianti menangis saat dibawa ke Rumah Tahanan kelas I Tanjungpinang.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Yuni Widianti, tersangka ketiga dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Kabupaten Anambas akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang paling lambat pekan depan. Direktur CV Intan Diagnostika menangis saaat akan dibawa ke Rumah Tanahan Negara Kelas I Tanjungpinang, Rabu (14/5).

Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Yulianto,SH.MH Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kepada wartawan mengatakan, penanganan perkara korupsi alat kesehatan Anambas dinyatakan lengkap atau P21. Tersangka dan barang bukti diserahkan ke jaksa penuntut umum.

“Karena lokasi tindak pidana terjadi di Tarempa, maka tugas dan tanggung jawab kami serahkan kepada jaksa dari cabang Kejaksaan Negeri Ranai di Tarempa,” jelasnya.

Penyerahan berkas perkara ini dilimpahkan paling lambat satu minggu ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang. Usai konferensi pers tersebut, Yuni Widianti dikeluarkan dari ruangan Kepala Seksi Eksekusi dan Eksaminasi. Dengan digiring sejumlah pegawai kejaksaan, Yuni dibawa ke Rutan Tanjungpinang.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi alkes ini ditangani Kejati Kepri pada Juni 2012 lalu. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Anambas Sofyan dan mantan Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Dr Tajri ditetapkan sebagai tersangka.

Ketika itu, pihak kontraktor, dalam hal ini CV Intan Diagnostika Yuni Widianti belum memenuhi panggilan pihak kejaksaan. Yunin ditangkap tim Kejaksaan Agung bersama tim Kejati Kepri di kediamannya di Bekasi pada 1 April lalu.

Hal yang sama juga terjadi pada Sofyan. Ia melarikan diri usai dijatuhi hukuman oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada 24 September 2013 lalu. Sofyan dan Dr Tajri dihukum selama tiga tahun penjara. Namun, Sofyan dan Tajri enggan menerima hukuman tersebut dan langsung menyatakan banding.

Pada 23 November, Sofyan ditangkap tim Kejagung dan tim Kejati Kepri. Sofyan berdalih melarikan diri.Usai persidangan pada 24 September lalu ia merasa masih bebas karena melakukan upaya hukum yakni banding. Ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya di Bandung.(Red)

Check Also

Peran Apoteker penting bagi masyarakat didalam Pelayanan

Pangkalpinang, sidaknews.com – Banyak Apotek yang ada hampir merata di Bangka Belitung sangat kurang memperhatikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *