Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Tersangka Korupsi Tera Pingsan Saat Akan Ditahan

Tersangka Korupsi Tera Pingsan Saat Akan Ditahan

-Kasus Dugaan Korupsi Dana Restribusi Tera di Disperindag Kepri ditahan oleh Kejati Kepri

Moch Darmawan, tiba-tiba sock dan jatuh pingsan usai dilakukan pemeriksaan dan akan dilakukan penahanan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Selasa (24/6)
Moch Darmawan, tiba-tiba sock dan jatuh pingsan usai dilakukan pemeriksaan dan akan dilakukan penahanan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Selasa (24/6)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Salah seorang tersangka dugaan korupsi retribusi kalibrasi Timbangan dan alat Ukur (Tera) oleh UPT Metrologi Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Moch Darmawan, tiba-tiba sock dan jatuh pingsan usai dilakukan pemeriksaan dan akan dilakukan penahanan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Selasa (24/6) sekitar pukul 14.10 WIB.

Atas kejadian tersebut, tim penyidik jaksa kemudian mendatangi salah seorang dokter khusus yang bertugas di Kejati untuk memberikan pertolongan kesehatan, agar M. Darmawan bisa pulih kembali.

Informasi di peroleh, M Darmawan pingsan diduga akibat kelelahan saat dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik Kejati sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi tersebut diperparah atas dugaan penyakit asam lambung (maag) yang dialaminya akhir-akhir ini, setelah ditetapkan sebagai tersangkan oleh Kejati Kepri.

M Darmawan sendiri baru keluar dari ruang penyidik Kejati Kepri sekitar pukul 17.00 WIB, menuju mobil tahanan untuk dititipkan di Rutan Tanjungpinang, setelah tim medis yang memeriksa kesehatannya, menyatakan sudah pulih kembali.

Sembari menutupi wajahnya dengan kain pakaiannya, serta didamping tim kuasa hukumnya, Darmawan langsung menuju mobil dinas Kejati Kepri, tanpa ada sepatah katapun terucap dari mulutnya ketika di konfirmasi wartawan.

Agus Sutanto, salah seorang tim kuasa hukum Darmawan menilai bahwa kliennya tidak bersalah sebagaimana yang dituduhkan pihak penyidik Jaksa saat ini. Disamping itu, ia juga telah mengajukan penangguhan tahanan terhadap kliennya.

“Saat pemeriksaan, klien kita mengalami sedikit kelelahan akibat sakit Maag yang dialaminya saat ini, Ada sekitar 17 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada klien kita sewaktu pemeriksaan tadi sejak pukul 11.00 WIB,”ucap Agus.

Selain M Darmawan, tim penyidik juga melakukan pemeriksaan yang sama. terhadap tersangka Tamrin, selaku mantan Kepala Seksi Tera di Disperindag Kepri. Dalam pemeriksaan ia didampingi kuasa hukumnya. H Firdaus SH Mh

Berbeda dengan M Darmawan, tersangka Tamrin masih terlihat sedikit segar saat keluar dari ruangan pemeriksaan tim penyidik menuju mobil tahanan Kejati Kepri untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang sekitar pukul 15.30 WIB.

Tidak satu patah katapun terlontar ucapan dari mulut Tamrin saat dimintakan tanggapannya, terkait masalah penahanan termasuk dugaan kasus korupsi yang disangkakan tim penyidik jaksa kepada dirinya saat ini.

Sementara H Firdaus, SH MH, kuasa hukum tersangka Tamrin menyayangkan atas sikap yang dilakukan penyidik Kejati Kepri yang melakukan penahanan terhadap kliennya. Hal iti didasari sikap kliennya yang koperatif dan telah menerangkan semua tugas yang telah dilakukan oleh klienya saat itu.

“Kita juga sudah membuat surat penangguhan terhadap klien kita, dan kita menilai klien kita tersebut tidak bersalah. Semua itu akan kita sampaikan dalam persidangan nanti,”ucap Firdaus.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Yulianto SH MH mengatakan, hasil penyelidikan dan barang bukti yang didapat atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka, baru didapati sekitar Rp3 miliar lebih dari kelebihan dana retribusi kalibrasi Timbangan dan alat Ukur (Tera) oleh UPT Metrologi Disperindag yang dilakukan sejak tahun 2007-2012.

Hal itu didapati berdasarkan data dan diperkuat keterangan 80 dari 190 orang saksi dari perusahaan yang sudah dimintai keterangan, termasuk keterangan 12 orang saksi dari internal Disperindag Kepri.

“Sampai saat ini baru sebanyak 92 orang saksi termasuk 80 perusahan dari 190 perusahaan yang telah dipungut menyangkut perkara ini, kita mintai keterangan sebagai saksi dengan asumsi kerugian negara baru sekitar Rp3 miliar lebih. Masih ada beberapa perusahaan tera yang belum bisa hadir diambil keterangannya,” ucap Yulianto

Untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka, lanjut Yulianto, pihaknya terus berusaha mengambil keterangan sejumkah saksi, terima dari puhak perusahaan untuk diperiksa untuk mengetahui jumlah kerugian negara seluruhnya akibat dugaan perbuatan tersangka.

“Surat panggilan sudah kita layangkan kepada sejumlah saksi. Namun jika pada panggilan terakhir kita juga tidak dihadiri oleh para saksi, maka kita akan lakukan upaya pemanggilan paksa,”kata Yulianto

Dalam kasus tersebut, lanjutnya telah mengamankan sejumlah data dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Kedua tersangka juga telah mengaku melakukan pemungutan dana tera melebihi ketentuan secara nasional.

“Terlepas nanti keduanya tidak mau membuka keterlibatan pejabat yang lebih tinggi, nanti akan bisa kita buktikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang,” ungkapnya.

Yulianto SH menerangkan, penetapan kedua tersangka didasari hasil penyelidikan yang dilakukan terhadap pelaksanaan pemungutan retribusi tera yang dilakukan UPT Metrologi Disperindag Kepri.

Pemungutan dinilai telah melebihi tarif sebagaimana yang telah ditentukan. Sementara sisanya, digunakan tersangka untuk kepentingan oknum pejabat serta dibagi-bagikan di lingkungan instansi mereka.

“Hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pemungutan Retribusi, termasuk UU Tindak Pidana Korupsi, karena sisa tarif tera yang mereka pungut digunakan untuk kepentingan pribadi serta kelompoknya,” Ungkapnya. (KS)

Check Also

Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi diterima Pj Walikota H Zulkarnain bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung dan Wakil Ketua DPRD Mhd Hazly Azhari Hasibuan.

Kunjungan KPK RI Saut Situmorang Ke Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>