Rabu , 24 Mei 2017
Home » Kepri » Anambas » Terumbu Karang Terancam Musnah, Akibat Pembangunan Stadiun Tanjung Momong Tarempa

Terumbu Karang Terancam Musnah, Akibat Pembangunan Stadiun Tanjung Momong Tarempa

-Pihak PT. Alam Beringin Mas dan Dinas terkait harus bertanggungjawab.

Pembangunan Sarana Dan Prasarana Olahraga, Perkerjaan Penimbunan Stadiun Tanjung Momong yang dikerjakan oleh PT.Alam Beringin Mas
Pembangunan Sarana Dan Prasarana Olahraga, Perkerjaan Penimbunan Stadiun Tanjung Momong yang dikerjakan oleh PT.Alam Beringin Mas.

Anambas,Sidaknews.com – Penimbunan Stadiun Tanjung Momong di Kabupaten Kepulauan Anambas diduga belum punya Amdal, Proyek tersebut dengan sistim Multiyears menelan anggaran Rp 37.162.532.000,-.sumber dana dari APBD KAbupaten Anambas Tahun 2014-2015.

Proyek pekerjaan Peningkatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Olahraga, Perkerjaan Penimbunan Stadiun Tanjung Momongyang dikerjakan oleh PT.Alam Beringin Mas dengan nomor kontrak 03.MY/SP/PPK/BPMSTM/DDKPO/10/2014 dan Kunsultan CV.Griya, masa pelaksanaan 390 hari kalender.

Saat media ini mendatangi lokasi proyek pekerjaan penimbunan Stadiun, tidak ada pun satu manusia yang bisa dikomfirmasi di lapangan. Sementara impormasi yang diterima media ini, bahwa proyek tersebut belum ada memiliki amdal.

Sementra kegiatan pekerjaan pembangunan Stadiun menjadi buah bibir dan kontrversi bagi masyarakat tarempa khususnya.

Suasana Air laut menjadi keruh akibat dari pembangunan stadiun Tanjung Momong di Tarempa.
Suasana Air laut berubah menjadi keruh akibat dari pembangunan stadiun Tanjung Momong di Tarempa.

Menurut Rohadi ketua Lsm Pencinta alam laut Anambas Bahari (Palab) Sangat disayangkan pembangunan Stadiun di Tanjung Momong yang berdampak langsung pada habitat dan merusak terumbu karang yang ada disekitarnya.

Sementara dinas pariwisata sudah mengetahuinya, bahwa lokasi tersebut rawan dan berdampak menimbulkan erosi, apalagi pada musim hujan bisa merusak ekosistem pada terumbu karang maupun pada speces ikan dan makhluk lainnya yang ada di laut Tarempa dan sekitarnya.Ungkap Rohadi.

Masih menurutnya,silakan membangun proyek tersebut, tapi tolong pikirkan juga dampak lingkungan yang ada disekitar kawasan tersebut, apalagi daerah tersebut adalah suatu daerah konservasi terumbu karang yang tidak jauh dengan perkerjaan Stadiun.

Ketika media mengkomformasi salah seorang warga Nelayan Tarempa, Angau mengatakan, atas adanya proyek pembangunan Stadiun tersebut sangat kecewa dengan dinas terkait, sebab, tidak memikirkan nasib para nelayan.

Dan lokasi itu sering kita gunakan untuk memancing ikan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sekarang ikan yang kita harapkan sudah pada tidak ada lagi. tuturnya.

Tanggapan masyarakat Tarempa, mengharapkan dinas terkait harus mencari selusi sebelum terlambat adanya air yang keruh, dikarenakan tebalnya air tanah yang hanyut terbawa ombak di jeti yang ditimbun oleh pihak PT. Alam Beringin Mas.(Tim Red)

Check Also

A.Aziz Dilantik Sebagai Sekda Aceh Utara Difinitif

Lhoksukon, sidaknews.com – Di Aula kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa (23/05/2017) sore dipenuhi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *