Home » Berita Foto » Tiga Pelaku Hipnotis Ngaku Tak Punya Ilmu “Gendam”

Tiga Pelaku Hipnotis Ngaku Tak Punya Ilmu “Gendam”

Keterangan gambar: para terdakwa kasus penipuan menjalani sidang di PN Tanjungpinang,Senin (15/12) foto:Rindu sianipar)
Keterangan gambar: para terdakwa kasus penipuan menjalani sidang di PN Tanjungpinang,Senin (15/12) foto:Rindu sianipar)

Tanjungpinang,sidaknews.com – Ahmad Toni, Fahrurozi dan Herman, tiga terdakwa kasus penipuan dengan modus hipnosis mengaku tidak memiliki ilmu “gendam” untuk memperdayai korban. “Tidak punya pak,” ujar para terdakwa di hadapan majelis hakim yang dipimpin Fathul Mujib di PN Tanjungpinang, Senin (15/12).

Ketiga terdakwa juga mengaku tidak memiliki keahlian khusus yang lain, hingga korban bisa menuruti kemauan mereka (terdakwa) dan si korban rela menyerahkan harta bendanya. “Waktu beraksi, saya hanya pura-pura akrab aja dengan korban,” ujar terdakwa Fahrurozi mencoba berdalih.

Sementara itu, dalam sidang, saksi korban Parman mengaku seperti tidak sadar (terhipnotis-red) ketika para terdakwa meminta uang kepada dirinya. “Saya waktu itu tak sadar.

Mereka menawarkan saya batu akik berupa cincin warna merah sembari menepuk bahu saya,” ujar korban yang ketika itu baru saja ambil uang dari sebuah ATM BRI di sekita KM 9 Tanjungpinang.

Begitu sadar beberapa menit kemudian, lanjut korban, dirinya sadar jika dirinya telah tertipu. Selanjutnya, karena merasa jadi korban penipuan iapun melaporkan hal ini ke polisi.

Hal yang sama juga dikatakan korban Saparudin, ia juga mengaku tidak sadar saat menyerahkan sejumlah uang kepada para pelaku. “Saya waktu itu ditawarkan pelaku batu akik warna merah delima. Karena tertarik, saya serahkan uang Rp 5 juta pada pelaku. Tapi, sampai di rumah, batu itu sudah tak ada. Hape saya juga saya kasikan ke mereka,” ujar korban Saparuddin.

Dalam persidangan juga terungkap, target para pelaku yakni orang yang baru saja mengambil uang di ATM. Mereka sebelumnya berkeliling mencari sasaran dengan menggunakan sebuah mobil rental dengan nopol BP 1163 TW. Aksi para pelaku terbongkar setelah adanya laporan korban dan berkat bantuan rekaman CCTV di ATM.

Dalam rekaman kamera CCTV tersebut, para pelaku terekam sedang beraksi. “Aksi pelaku terekam kamera CCTV,” ujar saksi dari polisi.

Dua terdakwa, yakni Fahrurozi dan Herman merupakan mantan resedivis kasus yang sama. Dalam dakwaan Jaksa Mirian, ketiga terdakwa dijerat dengan pasal 378 jo pasal 55 KUHP. Usai mendengarkan keterangan para terdakwa, sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan tuntutan dari Jaksa.(Rindu Sianipar)

Check Also

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli saat mewakili Bupati pada perayaan natal tribrata kasih jajaran Polres Luwu Timur yang bertempat di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (17/01/2017) sore

Sekda: Toleransi Kunci Keutuhan Luwu Timur

Lutim, sidaknews.com – Semangat toleransi menjadi kunci keutuhan Luwu Timur. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>