Home » Berita Foto » Tiga Saksi Perkara Korupsi UUDP Lingga Tidak Hadir

Tiga Saksi Perkara Korupsi UUDP Lingga Tidak Hadir

Hermasnyah, terdakwa korupsi UUDP Lingga di BKD
Hermasnyah, terdakwa korupsi UUDP Lingga di BKD

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Tiga orang tersangka korupsi dari Kabupaten Lingga pada kasus “Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pra Jabatan” diantaranya yaitu, Novrizal, Tezar, dan M Ikhsan Fansuri, tiga saksi dalam perkara tindak korupsi ini berhalangan hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Senin (12/5). Karena saksi tidak hadir, pernyataan ketiga saksi dibacakan sesuai Berita Acara Pemeriksaan.

Pernyataan M Ikhsan Fansuri, salah satu saksi yang berperan menjabat Sekretaris Pengadaan Barang dana Jasa dibacakan oleh jaksa penuntut umum. Dalam kesaksiannya, pelelangan umum di Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Lingga digelar pada 3 September 2009 lalu.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan pra jabatan bagi calon pegawai negeri sipil. Lelang penyediaan konsumsi dan penginapan bagi mantan honorer golongan I dan II dimenangkan oleh beberapa perusahaan dengan besar nilai lelang di bawah Rp 200 juta.

Tujuh perusahaan pemenang lelang tersebut antara lain CV Surya Citra dengan nilai penawaran Rp 139.570.200, CV Keras Kita Bersatu dengan penawaran sebesar Rp 162.835.200, CV Laras Media Graha dengan nilai penawaran Rp 147.937.000, CV Serai Wangi dengan nilai penawaran Rp 156.182.400, CV Bermuda Group 81 dengan nilai penawaran Rp 163.548.000, CV Riocom dengan nilai penawaran Rp 133.056.000. Sedangkan, penyedia transportasi observasi lapangan dimenangkan oleh CV Palma Linggar Jati sebesar Rp 127.284.300.

Dalam pelaksanaannya, anggaran tidak terserap sepenuhnya. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan 2010, dana yang tidak terserap mencapai Rp 300.334.348. Pihak yang bertanggungjawab saat itu adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yaitu Hermansyah.

Sidang kemudian ditunda Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan ahli.

“Para saksi sedang pelatihan kedinasan,” ujar penasehat hukum terdakwa Hermansyah, dalam hal ini Sri Ernawati, usai persidangan.

Untuk diketahui, Hermansyah menjabat sebagai Kepala Bidang Badan Kepegawaian dan Diklat di Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Lingga pada 2009. Ia ditunjuk sebagai PPTK dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan oleh Bupati Daria.

Dalam pelaksanaannya, dana kegiatan tidak terserap sekitar Rp 300.334.348. Ternyata, dana tersebut tidak disetorkan oleh terdakwa kepada bendahara pengeluaran hingga 31 Desember 2009.

Hermansyah juga tidak melaporkan hal tersebut kepada Pengguna Anggaran Syamsudi. Seharusnya, dana itu digunakan Hermansyah untuk kepentingan pribadi.

Uang itu untuk menutupi uang yang harus dipertanggungjawabkan pada kegiatan tahun 2008 sekitar Rp 360 juta. Rupanya, masih ada sisa uang yang harus dikembalikan Hermansyah sekitar Rp 286.334.348.(KS)

Check Also

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pinjaman dana tunai, seperti PT  Bess Finance yang beralamat di Ruko senawanggi Batu Aji, Batam.

Tagih Nasabah, Debt Kolektor Diduga Tidak Memiliki Dasar Hukum Fidusia

Batam , sidaknews.com – Perusahaan pembiayaan sudah menjabur di Kota batam, bahkan banyak perusahaan Pembiayaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>