Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Tim Penyidik Polres Tanjungpinang Belum Terima Surat Izin Gubernur Melalui Polda

Tim Penyidik Polres Tanjungpinang Belum Terima Surat Izin Gubernur Melalui Polda

kasat Reskrim Polres Tpi
kasat Reskrim Polres Tanjungpinang.AKP Reza Morandi Tarigan.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, hingga kini belum menerima surat izin dari Gubernur Kepri, H Muhammad Sani atas pemeriksaan AG, seorang oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang diduga terlibat atas kasus penimbunan solar. tangkapan Unit Intel Kodim 0315/Bintan beberapa waktu lalu.

Surat izin dimakasud telah dikirim penyidik Polres Tanjungpinang melaui Polda Kepri untuk diteruskan ke Gubernur Kepri. Informasi dari Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana kepada wartawan, Senin (29/9) mengatakan, bahwa surat izin tersebut sudah dikeluarkan oleh Gubernur Kepri beberapa hari lalu ke Polda Kepri.

Pernyataan orang nomor satu di Polres Tanjungpinang tersebut bertolak belakang dengan ucapan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Reza Morandi Tarigan, yang menyebutkan, bahwa ia belum mendapatkan informasi tentang hal tersebut.

“Slow lah bro….. Surat izin dari Gubernur Kepri tersebut sudah kita kirim ke Polda Kepri beberapa hari lalu, dan sampai saat ini kita belum mendapatkan informasi tentang balasan surat izin itu,” ucap Reza saat ditemui wartawan di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (1/10).

Dikatakan, tim penyidik Polres Tanjungpinang, segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap AG, jika surat izin dari Gubernur Kepri itu sudah berada ditanganya.

“Nanti akan kita usahakan melakukan pengecekan tentang surat izin tersebut. Sudah sejauh mana perkebangannya,”ucap Reza sembari berlalu.

Sejalan dengan penyelidikan dugaan kasus tersebut, salah seorang tim penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, justru terlihat gerah ketika wartawan berusaha untuk mengejar dan mengetahui sejauh mana perkembangan penyelidikan yang dilakukan polisi atas dugaan keterlibatan AG, dalam kasus tersebut.

“Kenapa sih dikejar-kejar terus tentang penyelidikan kasus ini? Jika pun perkaranya naik, tentunya berkas perkaranya terpisah dengan tiga tersangka yang sudah ditetapkan sebelumnya,”ucap penyidik ini.

Penyidik ini juga menilai, surat izin pemeriksaan dari Gubernur untuk pemeriksaan oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut belum turun ke Polda Kepri.

“Jika surat izinnya sudah turun, yang bersangkutan pasti akan kita panggil untuk menjalani pemeriksaan,”ucapnya.

Sebelumnya, Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana megatakan, bahwa surat izin dari Gubernur Kepri itu sudah turun dan saat ini masih berada di Polda Kepri

“Surat izin pemeriksaan terhadap AG, oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut sudah turun kemaren, dan saat ini masih di Polda Kepri. Jika surat izin itu sudah berada di tangan kita, maka yang bersangkutan langsung kita panggil untuk diperiksa oleh penyidik,” kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana kepada wartawan, Senin (29/9).

Menurut Dwita, pihaknya serius serta tidak memiliki beban dalam menangani atas dugaan kasus pensiran solar yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Penanganan perkara dugaan kasus BBM tersebut juga termasuk atensi dari Kapolda Kepri. Dan kita sangat serius untuk melakukan proses sesuai aturan hukum berlaku, bagi siapapun yang diduga terlibat di dalamya, termasuk AG,” kata Kapolres.

Sebagaimana diberitakan, dalam lanjutan pengungkapan dugaan kasus pelansiran solar tersebut, Polres Tanjungpinang telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksan Negeri (Kejari) Tanjungpinang bidang Tindak Pidana Umum (Pidum).

Dalam dua lembar SPDP yang dikrim penyidik polisi dan diterima Kejari Tanjungpinang tersebut, masing-masing terdiri Spdp/41/VIII/2014/reskrim atas nama Jupen Sius Purba selaku nakhoda atau Kapten Kapal Tug Boat KM Lautan Kakap dan kawan-kawan (dkk).

Kemudian SPDP nomor spdp/42/VIII/2014/Reskrim tanggal 29 Agustus 2014 atas nama Syahgunandarals Tole, selaku koordinator lapangan dan pelaksanan lapangan yang mengusai mobil tanki solar berkapasita 5.000 liter dan kawan-kawan (dkk).

“SPDP terhadap sejumlah tersangka atas dugaan kasus solar tersebut sudah kita terima dari penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang kemaren,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tanjungpinang, Ristianti Andriani, SH

Beredar SMS

Informasi di lapangan saat ini melalui SMS yang dikirimkan oleh seseorang kepada wartawan menyebutkan tentang dugaan tindak tanduk yang dilaukan oleh AG, oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut, sepertinya kebal hukum, sehingga polisi sulit untuk memproses dan menangkapanya.

“Selamat pagi pak. Ada anggota DPRD Kota Tanjungpinang bernama AG itu sepertinya kebal hukum, sehingga tidak bisa ditangkap atas dugaan bisnis hitam solar subsidi. Kasihan karyawannya yang ditangkap dan disuruh mengakui sebagai pengusahanya. Sementara karyawannya itu rumahnya masih ngontrak,” sekelumit isi SMS tersebut.

Dalam SMS itu juga menyebutkan, agar polisi dan jaksa cerdas menyidiknya, termasuk kepemilikan mobil Robicon warna merah yg dipakai saat pelantikan sebagai anggota DPRD Tanjungpinang beberapa waktu lalu, parkir dihalaman rumah pak agung, dan diduga milik Abob, seorang pengusaha Batam, yang ikut disita kasus money loundry yang ditangani oleh Mabes Polri baru-baru ini

“Untuk mengelabui aparat, maka plat nomer mobil itu diganti dengan plat nomer mobil Jakarta. Pada hal mobil itu hanya khusus di Batam, dan tidak bisa keluar dari daerah itu,”ucap isi dalam SMS tersebut. (Sn)

Check Also

Program USAID Prioritas Sumut Berakhir

Tebingtinggi, sidaknews.com – Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terima kasih kepada USAID Prioritas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *