Home » Berita Foto » Tower Exis Ancam Hak Hidup Warga Sriwijaya

Tower Exis Ancam Hak Hidup Warga Sriwijaya

– Diduga Satpol PP dan Polres Siantar ‘Dibayar’Paksa Mundur Blokade Warga Sriwijaya.

Keterangan Gambar Terlihat Satpol PP dan Polres Siantar membantu oknum premanisme sewaan PT. Dayamitra Telekomunikasi memaksa menerobos gerbang kompleks perumahan.
Keterangan Gambar : Terlihat Satpol PP dan Polres Siantar membantu oknum premanisme sewaan PT. Dayamitra Telekomunikasi memaksa menerobos gerbang kompleks perumahan.

Siantar,Sidaknews.com – Puluhan anggota Satpol PP dan Personil Polres Kota Pematangsiantar melakukan pemaksaan membubarkan blokade warga didepan ruko jalan Sriwijaya No. 74 Kelurahan Melayu Siantar Utara. Sebelumnya warga sudah waswas untuk menolak kehadiran PT. Dayamitra Telekomunikasi yang menyewa Premanisme serta Satpol PP begitu juga Polres Siantar diduga ‘dibeli’ dengan gepokan uang.

Informasi yang didapat warga rabu malam (24/9) akan adanya pengawalan ekstra special dari Polres Siantar menjadi teka teki ada apa dengan satuan penegak hukum yang harusnya mengayomi warga serta menjamin keamanan hak hidup.

Kehadiran puluhan Satpol PP di areal pendirian tower, Rabu (25/9) pukul 10.00wib menjadikan suasana mulai mencekam, tak lama berselang waktu puluhan anggota Polres Siantar yang masih berstatus “SEBA” juga hadir dlokasi dengan seragam lengkap dan membawa alat pukul (pentungan).

Suasana terlihat memanas saat kehadiran Mobil Panther pick Up merk Isuzu warna biru tua bernomor plat BK 9838 MN sekitar pukul 11.05wib yang membawa alat elektronik dan mesin Menara Telekomunikasi.

Upaya yang dilakukan jajaran Polres Siantar untuk meminta warga supaya secepatnya mengosongkan pintu depan ruko yang diatasnya sudah berdiri tegak konstruksi baja menanara setinggi 25Meter. Tetapi warga tidak bersedia mengosongkan areal menjadikan suasana lumayan lama mulai hening.

Dibawah terik matahari seorang anggota Polres Siantar bermarga SINAGA dan SITEPU seraya menghasut pengusaha untuk memaksa mobil mengarah langsung ke pintu ruko serta minta tolong pengawalan untuk memasukkan bahan, alhasil pihak perusahaan pun bertindak tetapi warga langsung memblokade tepat didepan pintu ruko.

Keterangan Gambar 2aMerasa tidak puas akan kinerja Satpol PP dan Polres Siantar malah satuan penegak hukum ini masuk melalui pintu gerbang perumahan warga yang sudah ditutup sebelumnya yang diprakarsai seorang promanisme yang saat itu berbaju kaos warna merah belakangan diketahui bernama Taufik.

Upaya memasukkan bahan melalui belakang ruko harus melewati pintu gerbang terlihat banyak kejanggalan dimana perilaku pelanggaran hukum pidana pasal 551 ini pengakuan warga atas prakarsa seorang oknum kepolisian yang saat itu menggunakan baju kemeja warna hitam bermotif kotak.

Perilaku premanisme yang di kawal spesial oleh Kepolisian memasuki gerbang perumahan warga yang menolak pendirian tower sangat tidak terpuji, alhasil puluhan warga langsung brontak dan mencegah oknum premanisme yang dikawal Satpol PP dan Polres Siantar.

Hasil dorong dorongan didepan pintu perumahan Mega Mas mengakibatkan 2 orang mengalami luka ringan akibat tangga besi yang dihempangkan oleh pihak sewaan perusahaan, tetapi keadaan ini tidak digubris kepolisian bahkan kepolisian dan Satpol PP ikut serta membantu pihak perusahaan.

Tidak berhasil menerobos pintu gerbang kompleks perumahan Mega Mas, akhirnya jajaran Kepolisian dibantu Satpol PP mengarahkan oknum premanisme sewaan perusahaan untuk mendorong warga yang melakukan aksi pagar betis.

Bahkan banyak terlihat kejanggalan pada aksi dorong dorongan seorang warga didorong sampai jatuh bahkan mendapat pukulan yang tidak begitu keras dari seorang POLWAN bertubuh besar.

Aksi dorong dorongan yang berlangsung sampai 2jam sehingga banyak warga yang menagalami pukulan ringan dari oknum tak dikenal, dengan pengawalan spesial dari kepolisian dan kawalan Satpol PP akhirnya pukul 13.25wib blokade warga berhasil dibubarkan.

LN (36) warga setempat sangat menyayangkan perbuatan Kepolisian yang memilih memberikan pengawalan ekstra spesial kepada pihak perusahaan dari pada membantu warga yang sebelumnya telah meminta perlindungan hukum langsung menemui Waka Polres tetapi ditolak dengan alasan menegakkan PERDA.

“Polisi sudah dibeli dengan uang sehingga tidak memberikan pelayanan keamanan dan hak hidup bagi warga, bahkan upaya menerobos pintu gerbang perumahan Mega Mas kan sudah pidana pasal 551″ tegasnya

Begitu juga pengakuan WB (55) warga yang mengalami luka gores di tangan sebelah kiri, sangat menyayangkan perbuatan yang dipertontonkan Polres Siantar dan Pemko Siantar.

“Mana hak rakyat, pada siapa lagi rakyat mengadu kemaren kami ke Mapolres Siantar tetapi ditolak mungkin karena sudah dibeli oleh perusahaan, begitu juga dengan Walikota Siantar Hulman Sitorus,SE dimana warga mendapatkan hak layak hidup” kesalnya

Orasi warga yang menolak beridirinya menara telekomunikasi didepan puluhan anggota Satpol PP dan Polres Siantar sangat memilukan hati bahkan terdengar menusuk kalbu akan jeritan dan ratapan warga yang selama ini tidak pernah didengar Pemko Siantar dan Polres Siantar.

Perbuatan yang dipertontonkan Pemko Siantar dan Polres Siantar yang rela memberikan pengawalan spesial ekstra ketat bahkan adanya upaya penangkapan warga sudah sangat mencoreng penegak hukum, bahkan dengan pendampingan sampai rela melakukan aksi dorong dorongan terkesan kuat dugaan telah dibayar dengan puluhan juta rupiah.
Seorang anggota Polres Siantar yang tidak bersedia namanya dipublikasikan tidak mampu berkata sepatah kata pun tetapi hanya menjelaskan kehadiran mereka atas perintah resmi dari atasan dalam tindak lanjut pengawalan pihak perusahaan memasang mesin tower.

“Kalau memang ada penolakan warga dilaporkanlah ke pengadilan, kami hanya memberi pelayanan kepada pihak perusahaan yang sudah memiliki IMB atas perintah atasan” tuturnya.

Junaedi A. Sitanggang selaku Camat Siantar Utara yang menerbitkan surat rekomendasi penerbitan IMB tanpa berdasar payung hukum dimana menggunakan jabatan tidak wewenangnya, tidak berhasil dikonfirmasi baik melalui hubungan selular maupun pesan singkat.

Drs. Esron Sinaga,M.Si selaku Ka.BPPT yangg menerbitkan IMB – HO atas nama PT. Dayamitra Telekomunikasi /Budiono juga dinilai sudah melanggar Permendagri 20 Tahun 2008, Perwa 28 Tahun 2011 serta Lampiran SK Walikota No. 800/001/I/WK-Thn 2014 yang tidak melibatkan Dinas Tarukim dalam tim teknis sebagai penerbit Advis Planning, Surat Rekomendasi dan Gambar Situasi bangunan bertanda tangan.

Ketertutupan Drs. Esron Sinaga, M.Si dalam memberika informasi publik akan permasalahan IMB yang dinilai sejak bulan Januari 2014 tidak sah melanggar UU KIP. (SyamP)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>