Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » ‘Tradisi Lesung’ Simbolkan Kearifan Lokal Pulau Selayar

‘Tradisi Lesung’ Simbolkan Kearifan Lokal Pulau Selayar

Lesung
Tradisi Lesung simbolkan kearifan lokal Pulau Selayar Makassar.

SELAYAR,Sidaknews.com – Lesung merupakan salah satu simbol prinsip kehidupan sederhana dikalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan dengan ciri khasnya sebagai komunitas masyarakat pedalaman yang masih sangat mempertahankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat-istiadat serta tradisi warisan leluhur mereka.

Bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, lesung atau yang dalam bahasa lokal setempat dikenal dengan sebutan “assung” lebih banyak digunakan penduduk pedalaman terpencil maupun perkotaan sebagai alat tumbuk tradisional terutama untuk mengolah beras menjadi tepung pembuatan bahan baku makanan tradisional sejenis beras jagung atau te’te.

Tepung yang akan diolah dituangkan kedalam lubang lesung dan selanjutnya ditumbuk dengan menggunakan bantuan peralatan berupa alu atau sejenis kayu tebal.

Salah satu hal yang menarik, sebab lesung di Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki perbedaan bentuk yang sangat kontras dan unik jikalau dibandingkan dengan kebanyakan lesung di daerah Pulau Jawa dan beberapa wilayah di sekitarnya.

Bentuk lesung di Kabupaten Kepulauan Selayar yang berdiri tegak dan hanya dapat digunakan oleh maksimal dua orang warga masyarakat menjadikan lesung ini berbeda dengan kebanyakan lesung-lesung di daerah lainnya di Indonesia.

lesung2Menariknya lagi, sebab keberadaan mesin pengolah tepung modern sama sekali tidak menggeser posisi lesung yang telah dimanfatkan secara turun-temurun oleh masyarakat lokal setempat.

Pemanfaatan lesung di Kabupaten Kepulauan Selayar tumbuh dan berkembang dari masyarakat pedalaman serta desa-desa terpencil sampai akhirnya merambah ke sebahagian kecil wilayah kota Benteng sebagai pusat ibukota kabupaten.

Sayang sekali, sebab tradisi lokal yang telah tumbuh dan berkembang sejak zaman nenek moyang ini tidak lagi diwarisi oleh kebanyakan generasi kaum muda saat sekarang. Bahkan hampir tidak satupun pihak yang menganggap lesung sebagai sebuah bentuk kesenian lokal daerah yang sepatutnya dilestarikan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Mata dan hati masyarakat seakan tertutup rapat untuk melihat dan mengangkat tradisi penggunaan lesung sebagai sebuah bentuk budaya dan kesenian lokal warisan leluhur yang seharusnya dipupuk dan dipertahankan. Hingga bukan sebuah hal yang mengherankan, jikalau tradisi penggunaan lesung lebih cenderung diidentikkan dengan ciri kehidupan masyarakat agraris di daerah pedesaan dan pedalaman terpencil pada umumnya.

Sebagai dampaknya, eksistensi keberadaan seni lesung di Kabupaten Kepulauan Selayar seakan mulai pudar termakan perputaran roda zaman ditengah arus deras modernisasi. (fadly syarif)

Check Also

Maklumat Kapoldasu Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Petasan Dilarang, Jangan Digunakan, Bisa Dipidana

Sidimpuan, sidaknews.com – Untuk memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif selama bulan Ramadhan 2017 dan idul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *