Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Tujuh Bocah Tambelan jadi Korban Sodomi Buruh Bangunan

Tujuh Bocah Tambelan jadi Korban Sodomi Buruh Bangunan

ilustrasi.
ilustrasi.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Tujuh bocah yang berusia antara 7 sampai 11 tahun asal Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan menjadi korban sodomi seorang pekerja bangunan, Hudi Saepullah als Dani (33).

Akibat perbuatannya, kini Dani harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Hingga Rabu (7/1) kemari kasus pencabulan tersebut digelar di PN Tanjungpinang.

Sidang perdana yang dipimpin majelis hakim Fathul SH MH dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa tersebut dilaksanakan tertutup.

Dalam dakwaan Jaksa Zaldi Akri SH dari Kejari Tanjungpinang terungkap jika kasus pencabulan tersebut terjadi sekitar periode 2012-2013.

Kasus ini baru terungkap sekitar pertengahan bulan September 2014 lalu ketika seorang bocah melapor ke orangtuanya jika dirinya korban pencabulan.

Dalam dakwaan jaksa menyatakan, korban berinisial ES, RA, MP, AK, FR, TG, RF ini dicabuli terdakwa pada waktu dan tempat berbeda.

Ada yang dicabuli di pinggir sebuah lapangan voli, semak belukar, di saluran air (got), di pinggir gedung sekolah dan tempat di luar lainnya. Tak ada yang dilakukan di dalam rumah.

Ketujuh korban masih merupakan tetangga terdakwa di Kecamatan Tambelan. Hubungan erat diantara mereka bermula ketika si terdakwa mengajak anak-anak yang masih lugu ini latihan sepak bola.

“Si pelaku ini mengajak para korban jadi anggota organisasi sepak bola di kampung tersebut. Si pelaku jadi pelatihnya,” ujar Zaldi.

Setiap melakukan perbuatan bejatnya, tambah Zaldi, si pelaku mengancam para korban agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain maupun orangtua.

“Jika sampai melapor, si pelaku ancam korban akan dikeluarkan dari klub sepak bola yang dia bentuk,” kata Zaldi.

Disinyalir ancaman dari pelaku kelahiran Brebes Jawa Tengah ini membuat perbuatan bejat yang berulang ini berjalan mulus karena korban yang masih polos dan lugu ini merasa ketakutan.

Informasi tambahan yang diperoleh media ini, dari pengakuan para saksi korban. Pernah suatu saat aksi bejatnya direkam pelaku saat melakukan aksinya pada salah satu korban.

“Dari pengakuan salah satu saksi korban, pelaku merekamnnya dengan menggunakan hape. Tapi hape tersebut kata saksi sudah hilang,” kata Zaldi.

Terdakwa yang sudah bercerai dengan istrinya ini didakwa dengan pasal 81 ayat (1) jo pasal 82 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (Rindu Sianipar)

Check Also

Pelanggar lalu lintas membayar denda yang dikenakan kepada kasir Bank BRI Cabang Langsa.

Polres Langsa Gelar Sidang di Tempat Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Langsa, sidaknews.com – Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian resor Langsa bersama Pengadilan Negeri dan Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>