Home » Berita Foto » Tuntaskan agenda Reformasi PAN harus menang pemilu 2014

Tuntaskan agenda Reformasi PAN harus menang pemilu 2014

hTanjungpinang,sidaknews.com –  Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, Partai Amanat Nasional mempunyai kewajiban untuk menuntaskan reformasi disegala bidang, sebagai mana yang disuarakan oleh pemuda dan pemudi Indonesia tahun 1998.

Sekretaris DPD PAN Kota Tanjungpinang Dedy Irwandi, ST menyampaikan, saat ini reformasi hanya menguntungkan orang-orang dan kelompok-kelompok tertentu saja, namun bagi masyarakat menengah kebawah masih banyak ditemui adanya kesenjangan sosial, baik dari segi pembangunan, ekonomi dan pendidikan.

“Tentu untuk menuntaskan apa yang sudah menjadi garis perjuangan Partai Amanat Nasional ini dapat tercapai bila PAN  menang pada pemilu 2014, untuk menang ditingkat pusat, sudah pasti harus menang mulai dari tingkat kabupaten-kota,”katanya.

Dedy sapaan akrabnya ini menyampaikan, untuk meraih kemenangan bagi suatu partai dalam pemilu tentu tidak mudah, namun dengan kesediaan dan kesiapan  kader, maka hal tersebut sangat bisa untuk diwujudkan. “Kalau kita ingin agenda reformasi tersebut berjalan sesuai dengan  yang diharapkan, maka kita harus menang,”ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, salah satu cara untuk menuntaskan reformasi tersebut adanya regenerasi kepemimpinan di 2014, karena katanya, jika yang menjadi legislatif maupun eksekutif masih itu-itu saja, maka perubahan itu hanya impian saja. “Pemilihan umum 2014 sangat menentukan masa depan bangsa ini, untuk itu, kaum muda harus aktif merebut posisi politik  yang sangat strategis itu, agar bisa berkontribusi untuk mewujudkan perubahan,”ucapnya.

Dedy Irwandi Sebagai Caleg DPRD Kota Tanjungpinang dapil Tanjungpinang Timur itu berharap, agar masyarakat lebih selektif dalam memilih calon  yang akan mewakilinya di legislatif, karena menurutnya, jika masyarakat salah pilih, maka lima tahun yang akan datang  kondisi saat ini akan tetap terjadi. “Jika kita ingin perubahan kearah yang lebih baik, tentu momentumnya di 2014 ini, jika tidak, maka kita akan menunggu lima tahun lagi,”ucapnya.

Ia juga menghimbau agar masyarakat jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2014, karena katanya satu

suara itu sangat menentukan arah kebijakan dan perjalanan bangsa ini untuk lima tahun yang akan datang. Untuk PAN di Tanjungpinang sendiri, ia menyampaikan, dirinya optimis PAN akan mampu mendulang suara untuk  masuk tiga besar, karena katanya saat ini caleg yang ditawarkan PAN kepada masyarakat merupakan wajah-wajah baru diperpolitikan kota Gurindam ini.

“Kita sudah targetkan untuk menang, dan untuk meraih kemenangan itu kita juga sudah persiapkan kader-kader  yang  mempunyai potensi yang bertarung pada pemilu 2014,”tutupnya.(Redaksi)

 
Sejarah Berdirinya PAN

Kelahiran Partai Amanat Nasional (PAN) dibidani oleh Majelis Amanat Rakyat (MARA), salah satu organ gerakan reformasi pada era pemerintahan Soeharto; PPSK Yogyakarta, tokoh-tokoh Muhamadiyah, dan Kelompok Tebet.

PAN dideklarasasikan di Jakarta pada 23 Agustus, 1998 oleh 50 tokoh nasional, di antaranya Prof. Dr. H. Amien Rais, Faisal Basri MA, Ir. M. Hatta Rajasa, Goenawan Mohammad, Dr. Rizal Ramli, Dr. Albert Hasibuan, Toety Heraty, Prof. Dr. Emil Salim, A.M. Fatwa, Zoemrotin, dan lainnya.

Sebelumnya pada pertemuan tanggal 5-6 Agustus 1998 di Bogor, mereka sepakat membentuk Partai Amanat Bangsa (PAB) yang kemudian berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN). PAN bertujuan menjunjung tinggi dan menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan, kemajuan material dan spiritual. Cita-cita partai berakar pada moral agama, kemanusiaan, dan kemajemukan.

Selebihnya PAN menganut prinsip nonsektarian dan nondiskriminatif. Untuk terwujudnya Indonesia baru. Titik sentral dialog adalah keadilan dalam mengelola sumber daya sehingga rakyat seluruh Indonesia dapat benar-benar merasakan sebagai warga bangsa.

Platform PAN
PAN mempunyai Azas : “ Ahlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam”. Identitas : PAN adalah partai politik yang menjadikan agama sebagai landasan moral dan etika berbangsa dan bernegara yang menghargai harkat dan martabat manusia serta kemajemukan dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat, keadilan sosial,

Dan kehidupan bangsa yang lebih baik untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang makmur, maju, mandiri dan bermartabat. Sifat : PAN adalah partai yang terbuka bagi warga negara Indonesia, laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis maupun agama, dan mandiri.

Visi : Terwujudnya PAN sebagai partai politik terdepan dalam mewujudkan masyarakat madani yang adil dan makmur, pemerintahan yang baik dan bersih di dalam negara Indonesia yang demokratis dan berdaulat, serta diridhoi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Misi : mewujudkan kader yang berkualitas; mewujudkan PAN sebagai partai yang dekat dan membela rakyat, mewujudkan PAN sebagai partai yang modern berdasarkan sistem dan manajemen yang unggul serta budaya bangsa yang luhur; mewujudkan Indonesia baru yang demokratis, makmur, maju, mandiri dan bermartabat; mewujudkan tata pemerintahan Indonesia yang baik dan bersih, yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum.

Serta mencerdaskan kehidupan bangsa; mewujudkan negara Indonesia yang bersatu, berdaulat, bermartabat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta dihormati dalam pergaulan internasional. Garis Perjuangan Partai : partai dan pemenangan pemilu; perkaderan yang handal; partai yang dicintai rakyat; membangun organisasi PAN yang modern.
Kongres PAN III

Pada kongres PAN III di Batam, 8-10 Januari 2010, Ir. M. Hatta Rajasa terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum DPP PAN dan Prof. DR. M. Amien Rais, MA sebagai Ketua MPP DPP PAN untuk periode 2010-2015. Dalam kepengurusan yang baru, prinsif pengelolaan partai yang dipegang adalah melanjutkan yang baik, memperbaiki yang buruk serta selalu mencari cara untuk selalu lebih baik.

Dengan bertekad memenangkan Pemilu 2014 dengan target double digit adalah hasil yang harus dicapai pada kepengurusan kali ini, tentunya dengan kerja keras bersama. Pada kepengurusan DPP PAN periode 2010-2015 dengan struktur kepengurusan yaitu : Badan Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan, Badan Komunikasi Politik, Badan Litbang, Badan Advokasi, Badan Perkaderan, Badan Luar Negeri, Badan Perempuan, Badan Kebijakkan Publik, Bakokal, Badan Ekonomi dan Bappilu.

Pada Bappilu telah terjadi perubahan paradigma dalam struktur kepengurusan, dengan dibentuknya Badan Pembinaan dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) berdasarkan kewilayahan, agar lebih terfokus untuk menangani langsung kewilayahan partai dalam rangka pembinaan partai dan pemenangan partai.

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>