Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Ulah Oknum Wartawan,Tipu Orang Tua Siswa Hingga 5 Juta Rupiah

Ulah Oknum Wartawan,Tipu Orang Tua Siswa Hingga 5 Juta Rupiah

Ilustrasi. Anak sekolah
Ilustrasi. Anak sekolah

KARAWANG,sidaknews.com – Ada-ada saja ulah sekelompok oknum ini. Di Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat, puluhan orang tua terpaksa menelan ludah setelah ditipu janji manis belasan oknum wartawan. Oknum ini menjamin, bisa memasukan anak ke SMKN 1 Rengasdengklok dan SMAN 1 Rengasdengklok lewat jalur belakang.  Tentunya dengan imbalan uang sebesar 5 juta rupiah.

Informasi soal kelakukan belasan oknum wartawan ini sebenarnya sudah lama didengar. Namun, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, tidak ada satupun anak yang lolos lewat jalur belakang.

Ancaman akan diberitakan dan dibongkar aibnya, sama sekali tidak mengubah pendirian pihak sekolah. Sekolah tetap dengan komitmen awal, tidak menerima titip-menitip, sesuai dengan Pakta Integritas yang ditandatangani oleh jajaran Muspida dan jajaran pendidikan.

Tidak kehabisan akal, oknum wartawan ini menggunakan segala cara agar anak titipannya lolos. Maklum, uang yang diterima dari orang tua si anak sudah ludes. Ditambah, orang tua si anak sudah resah, berulang kali menagih janji pada si oknum, kapan anaknya bisa diterima di sekolah negeri.

Skenario Penggiringan Opini
Menilik pada kuota SMA/SMK negeri dan jumlah lulusan SMP, sangat mustahil kalau seluruh lulusan SMP bisa diterima di sekolah negeri. Jika dijumlah, ada 33.983 orang lulusan SMP di Karawang. Sedangkan kuota SMA/SMK negeri hanya tersedia 14.392 kursi. Artinya, hanya 42,35% dari total 33.983 orang yang tertampung di sekolah negeri. 19.591 sisanya mesti melanjutkan ke swasta.

Begitupun di SMP. Kursi yang tersedia di SMP negeri adalah 27.386. Sedangkan total lulusan SD sebanyak 40.698. hanya 27.386 (67%) lulusan yang tertampung. Sedangkan 13.312 (32,71%) sisanya mesti masuk ke swasta.

Salah seorang wartawan Karawang Ekspres, Riston Rewendy membenarkan pergerakan sejumlah oknum wartawan yang berusaha mendorong opini kegagalan PPDB. “Mereka resah. Di SMKN 1 Rengasdengklok, banyak anak warga Dengklok yang tidak bisa sekolah disana. Ini imbas dari kebijakan Rayonisasi,” jelasnya.

Tragedi SMAN 5 Karawang
Ketika sedang meliput pelaksanaan MOPD di SMAN 5 Karawang, wartawan Karawang Bekasi disapa oleh wartawan salah satu Koran lokal. Ia bertanya soal mekanisme pindah sekolah dari SMKN 1 Rengasdengklok ke SMAN 5 Karawang. Kepala SMAN 5 Karawang Ati Suginati dengan tegas menjawab, tidak ada kuota yang tersisa untuk siswa pindahan.

Ternyata usut punya usut, si wartawan ini ingin meloloskan anak titipannya yang gagal masuk ke SMKN 1 Rengasdengklok. Ia adalah bagian dari jaringan oknum wartawan di Rengasdengklok.

Setelah menerima penolakan. Wartawan ini berang dan berjanji akan memberitakan keburukan SMAN 5 Karawang. (ega)

Check Also

Para Pelajar Madina terdiri dari SD, SMP dan SMA terlihat memadati sisi kiri dan sisi kanan jalan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, jum'at (24/3).

Ribuan Pelajar di Madina Turun Kejalan Sambut Kedatangan Jokowi

Mandailing Natal, sidaknews.com – Ribuan Pelajar di Kabupaten Mandailing Natal, turun ke jalan sambut kedatangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>