Home » Berita Foto » Untuk Modal Pencalonan Kembali Walikota Siantar ‘Diduga’ Kurangi Anggaran SKPD

Untuk Modal Pencalonan Kembali Walikota Siantar ‘Diduga’ Kurangi Anggaran SKPD

Keterangan Gambar: Walikota Pematangsiantar, Hulman Sitorus
Keterangan Gambar: Walikota Pematangsiantar, Hulman Sitorus.

Siantar.Sidaknews.com – Ambisi Hulman Sitorus, SE untuk menduduki jabatan Walikota Pematangsiantar dua periode menimbulkan sejuta issue, mulai dari dibentuknya Dirut PDAM Tirta Uli sebagai mesin pencetak uang sampai memberikan kewenangan kepada Ka.BPPT mengeluarkan IMB yang bertentangan dengan Peraturan.

Tidak puas dengan pencapaian kedua instansi yang diduga sebagai motor pencetak uang untuk modal Pilkada yang rencananya akan diselenggarakan tahun ini, belakangan beredar issue nomor 1 Siantar ini kembali membuat kebijakan yang menimbulkan pro – kontra di berbagai instansi Pemko Siantar.

Informasi dari seorang PNS Eselon III salah satu dinas disambangi dikantornya (15/1) yang tidak bersedia namanya dikorankan menjelaskan Tahun Anggaran 2015 setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kota Pematangsiantar adanya penyempitan atau pengurangan anggaran bahkan mencapai 30% sehingga akan mempersempit pelayanan baik pembangunan yang akan dirasakan masyarakat.

“Sesuai R-APBD yang sudah di tetapkan dan mungkin sudah di setujui oleh DPRD Siantar menjadi APBD terlihat pengurangan pagu anggaran di Dinas ini kemungkinan juga hal yang sama juga terjadi di setiap Dinas” jelasnya.

“Sebelumnya Dinas ini sudah mengajukan beberapa paket kegiatan yang direncanakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tetapi adanya informasi langsung masuk bahwa adanya pengurangan anggaran dengan alasan yang tidak dapat diterima akal pikiran” tuturnya.

“Diduga alasan pengurangan anggaran kemungkinan untuk menyambut Pilkada yang akan berlangsung tahun ini, tetapi saya tidak mengerti pasti akan alasan sebenarnya adanya pengurangan anggaran” tutupnya.

Selain dugaan pengurangan anggaran yang diharuskan oleh Walikota Siantar disinyalir untuk mengumpulkan modal pencalonan kembali merebut kursi nomor 1 Kota Siantar, rekanan setiap Dinas yang mengelola anggaran proyek fisik dan pengadaan dikenakan kewajiban 15% yang sudah disetor mulai bulan Januari 2015.

DPRD Siantar sebagai perwakilan rakyat diduga banyak yang tidak mengerti akan Tupoksi, sehingga tidak melakukan tugas legislatifnya untuk mengawasi kinerja mitra kerja dan Walikota.

Nesron Sinaga Selaku Wakil Ketua GP-DIP Kota Pematangsiantar sangat menyayangkan bila benar terjadi pengurangan anggaran dilakukan oleh pimpinan kota madya Siantar hanya untuk pendanaan pencalonan kembali Walikota.

“Kenaikan Tarif Dasar Air Minum PDAM Tirtauli Sinatar yang sangat mencekik leher rakyat siantar juga kuat dugaan bukan hanya untuk membayar utang instansi tersebut tetapi kuat dugaan di kabarkanya Dirut PDAM menjadi pendamping pencalonan kedepan sudah merupakan bukti dasar sudah dibentuknya instansi pelayanan air bersih tersebut sebagai mesin pencetak uang” jelasnya.

“Begitu juga dengan penerbitan IMB yang sangat bertentangan dengan Peraturan yang dilakokan oleh Ka. BPPT dinilai tidak sesuai hukum administrasi yang sah tetapi Walikota menghalalkan perbuatan insansi tersebut karena merupakan motor kedua pendulang emas sang nomor 1 Siantar tersebut” kesalnya.

Kontroversi kepemimpinan Walikota yang sudah diambang batas menjadi buah bibir dikalangan masyarakat, mulai tentang Ijazah Palsu, Voucher kampanye hitam, Kenaikan Tarif Air dan tidak adanya peningkatan infrastruktur kota Siantar. (SyamP)

Check Also

Abdullah Puteh ketika menyampaikan orasi politiknya dihadapkan masyarakat Asam Peutek.

Abdullah Puteh: Jangan Takut Dengan Intimidasi

Langsa, sidaknews.com – Menjelang pemilihan Gubernur/wakil Gubernur dan Walikota/wakil Walikota pada 15 Februari nantinya, diminta …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>