Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Upaya Hukum PK Ditolak MA, Dua Terpidana Kasus Pertambangan Ilegal Serahkan Diri

Upaya Hukum PK Ditolak MA, Dua Terpidana Kasus Pertambangan Ilegal Serahkan Diri

-Jendaita Pinem Diminta Serahkan Diri

Ridwan
Ridwan (tengah) dan Zurmiyati (pakai jilbab) saat menandatangani berkas administrasi penyerahan diri di hadapan Kasipidum Kejari Tanjungpinang, Ristianti Andriani. Keduanya juga didampingi kuasa hukumnya, Jefri Simanjuntak. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ridwan dan Zurmiyati, dua terpidana kasus pertambangan tidak resmi (ilegal mining) menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Senin (5/1).

Informasi yang dikumpulkan, kedua terpidana yang merupakan mantan Direktur dan Bagian Administrasi di PT Tri Karya Abadi (TKA) menyerahkan diri karena upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) yang mereka tempuh ditolak Mahkamah Agung (MA).

“Salinan surat putusan penolakan upaya PK kasus tersebut kita terima tanggal 17 Desember 2014 lalu,” kata Ristianti Andriani SH, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tanjungpinang yang menerima penyerahan diri kedua terpidana.

Menurut Santi, panggilan akrab Kasipidum, setelah surat penolakan PK-nya diterima, pihaknya sudah langsung mengirimkan surat panggilan para terpidana agar segera menyerahkan diri.

Kedua terpidana dinilai sangat kooperatif serta mau menyerahkan diri, sehingga tidak perlu dilakukan upaya lain seperti upaya pemanggilan paksa. “Sebelumnya, melalui pengacara kedua terpidana, Jefri Simanjuntak SH juga sudah memberitahu kita tentang penyerahan diri ini. Jadi, hari ini resmi kita lakukan eksekusi,” ujar Santi.

Sementara itu, terpidana lainnya dalam kasus ini, Jendaita Pinem, mantan Manajer Tehnik PT TKA hingga saat ini belum menyerahkan diri. Dikatakan Santi, yang bersangkutan diimbau agar segera menyerahkan diri sebagaimana dengan dua terpidana lainnya.

“Sudah dua kali kita layangkan surat panggilan dan upaya pencekalan sudah kita lakukan pada yang bersangkutan. Kita minta yang bersangkutan segera menyerahkan diri,” ujar Santi.

Santi mengutarakan ketiga terpidana dihukum tiga tahun dan enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang, karena terbukti melakukan pertambangan ilegal pada 2011 lalu di sekitar Dompak Tanjungpinang, Kepri.

Ketiganya melakukan upaya banding, kasasi dan PK. Sehingga MA menolak PK yang diajukan dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang tersebut. Selain mendapat hukuman badan, ketiganya juga dikenakan hukuman denda Rp 200 juta.

Dalam pelaksanaan eksekusi, kedua terpidana menolak untuk membayar denda, sehingga mereka harus menjalani hukuman tambahan tiga bulan kurungan.(Rindu Sianipar)

Check Also

img_20170328_001457

Dukung Visit Bireuen Year 2018 BIROAD Bireuen Ekspos Lokasi Wisata Air Terjun Ie Rhob

Bireuen, sidaknews.com – Bireuen Trail Organization Adventure (Biroad), kembali melakukan aktivitas adventure-nya dalam wilayah Kabupaten …

One comment

  1. DPW LSM LIDIK Kepri

    Kami mennyampaikan kpd Kejaksaan Negeri Tanjungpinang melakukan penahan terhadap mereka para pelaku illegal mining, dan kami akan terus memantau perkembangannya dan akan meminta dukungan pada kawan Jatam Pusat, Walhi Nasional, dan KIARA Pusat untuk bisa memantau kasus lingkungan di tanjungpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>