Home » Berita Foto » Usia 95 Tahun, Ki Adun Masih Semangat Berdagang

Usia 95 Tahun, Ki Adun Masih Semangat Berdagang

kakek satu ini tetap membanggakan diri sendiri
kakek Ki Adun tetap semangat berjualan meski umurnya sudah mencapai 95 tahun. 

PURWAKARTA,sidaknews.com – Jika kebetulan sedang berwisata ke kawasan Situ Wanayasa Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta,pengunjung pasti bertemu dengan kakek tua berusia 95 tahun sedang duduk di sebuah pulau tengah situ tersebut yang sedang menjajakan dagangannya yaitu gelang yang terbuat dari baja putih.

Ya, kakek tua tersebut dikenal oleh warga Purwakarta dengan sebutan “Ki Adun Tukang Geulang”.Meski usianya yang sudah renta,namun jangan salah,jiwa semangatnya untuk berjualan ternyata masih sama dengan pemuda belasan tahun.

Entah sudah berapa ribu kilometer langkahnya menjajakan dagangannya tersebut.Adun setiap hari pulang pergi dari satu tempat ke tempat lain dari rumahnya di Kelurahan Tegal Munjul Kecamatan Purwakarta.

Meski sudah renta, semangat Adun layak menjadi cerminan generasi muda sekarang. Di saat anak-anak muda dijangkiti segala yang berbau instan, kakek satu ini tetap membanggakan diri sendiri.

Meski terkadang disepelekan orang karena berjualan gelang yang dibuatnya dari besi baja putih itu yang dianggap sudah tidak trend di kakek11jaman sekarang,namun Adun tetap bersemangat berjualan.Hal itu ia lakukan untuk mengisi waktu di hari tuanya dibanding harus diam di rumah dan merepotkan anak cucunya.

“Kalau di rumah jenuh,sebenarnya banyak anak saya juga tidak tega tapi saya lebih memilih berjualan beraktivitas selama saya masih mampu,dari pada makan minta ke anak,” ujar kakek yang dikaruniai 12 anak ini.

Adun menceritakan,ia sudah menekuni usahanya ini sejak tahun 1970 silam.Awalnya ia berkeliling dari kampung ke kampung lain, kemudian dari kota ke kota lain di Jawa Barat.Namun karena usianya yang tak lagi muda,ia lebih memilih berjualan di kota kelahirannya Purwakarta. Jika hari libur ia memilih berjualan di tempat wisata seperti Situ Wanayasa,sedangkan hari biasa ia lebih memilih berjualan di sekitar Pasar Rebo Purwakarta.

“Harga gelangnya cuma Rp 10 Ribu, dari pada saya mengemis dan meminta-minta,saya lebih baik berjualan.Tapi terkadang suka ada yang kasian melihat saya dan membeli gelang saya dengan harga sampai Rp 500 ribu.Itu mereka yang ngasih dan saya tidak mengemis,” ujar Adun.

Dalam setiap harinya,Adun mampu menjual mulai dari dua sampai 15 gelang dagangannya.Namun jika situasi sedang sepi,ia harus pulang dengan tangan hampa.Namun terjual banyak atau tidak,menurut Adun itu bukan patokan untuk melemahkan semangatnya berjualan.Prinsip dia,rizki sudah diatur oleh yang maha kuasa.

Bahkan ketika sudah hampir setengah jam berbincang dengan sidaknews.com, kakek ini mengeluarkan dua buah barang berharga yang selalu ia bawa setiap hari.Kedua barang itu yakni Al-Qur’an dan tasbeh.Kedua benda tersebut kata dia adalah barang wajib yang harus dibawa setiap kali berdagang.Bukan untuk jimat atau yang lainnya,melainkan Al-Qur’an akan dibaca disela-sela menunggu pembeli datang menghampiri barang dagangannya begitupun dengan tasbih ia gunakan untuk terus ber solawat.

“Dalam hidup ini tuhan sudah berjanji jang,laksanakan ibadah solat,baca Al-Qur’an, dan solawataen (dua solawat).Maka Alloh akan terus membimbing kita sampai kapanpun,harta itu cuma sebentar di dunia saja,tapi amal ibadah kita akan terasa selamanya sampai ke akhirat,” ujar kakek yang sudah ditinggal istrinya tujuh tahun silam ini di sela-sela obrolan.

Tidak hanya itu,kakek tua ini ternyata mampu membaca Al-Quran dengan fasih sesuai ilmu tajwid tata cara membaca Al-Quran.Maklum,ternyata kakek ini sejak kecil sudah menimba ilmu di beberapa pesantren yang ada di Jawa Barat tyermasuk di pesantren terkenal Mama Sempur Plered Purwakarta.

“Bahkan Alloh memberikan kelebihan kepada saya, mata saya ini kalau lihat orang atau benda di depan saya sudah samar dan buram, tapi Alhamdulilah kalau baca Al-Quran baik di tempat gelap atau terang saya mampu melihat bacaan huruf Al-Quran dengan jelas.Itu mukjizat dari Alloh,” katanya.

Meski sejak muda hanya berprofesi sebagai penjual gelang,ternyata seluruh anak Ki Adun kini sudah mempunyai rumah dan pekerjaan sendiri.Itu bisa terjadi kata dia karena ia selalu mendidik seluruh anaknya agar dekat dengan tuhan.Ki Adun yang selalu terlihat ‘cenghar’ ini juga mempunyai kiat supaya badan jiwa raga sehat. Ia memberikan tips supaya hidup sehat yaitu rutin puasa senin kamis ,solat malam dan mengurangi makanan hasil pabrik.

“Jangankan makan mie,seumur hidup saya belum pernah menonton tv.Percuma jang,kita terus ibadah tapi juga terus maksiat.Maka ibadah kita juga akan luntur.kalau soal rejeki dunia percayakan saja ke Alloh,dan dibarengi dengan usaha,” tutur kakek tua ini.(ega)

 

 

 

Check Also

Nurdin Basirun Saat Ratas dengan petinggi PT. BRC.

Gubernur: Investasi Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kepri

Tanjungpinang, sidaknews.com – H. Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat melakukan rapat terbatas (ratas) dengan para petinggi PT. Bintan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>