Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Usut kasus Innospec, KPK periksa direktur PT Soegih Interjaya

Usut kasus Innospec, KPK periksa direktur PT Soegih Interjaya

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur PT Soegih Interjaya, Muhammad Syakir terkait kasus suap proyek pengadaan Tetra Ethyl Lead (TEL) di Pertamina tahun 2004-2005 yang menjerat bekas Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmo Martoyo.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAM,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Selasa (24/3).

Selain itu, kata Priharsa, penyidik KPK juga melakukan panggilan terhadap Suroso Atmo Martoyo yang menyandang status tersangka dalam kasus ini. Dia diperiksa untuk melengkapi berkas perkara Willy Sebastian Liem.

“Sementara untuk SAM diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WSL (Willy Sebastian Liem),” tambah Priharsa.

Diketahui KPK telah menetapkan mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmo Martoyo dan Direktur PT Soegih Interjaya, Willy Sebastian Liem sebagai tersangka kasus dugaan suap perusahaan energi asal Inggris, Innospec. Ltd terhadap pejabat Pertamina dan pejabat sektor Minyak dan Gas (Migas) tahun 2005.

Suap tersebut diberikan agar TEL tetap digunakan dalam bensin produksi Pertamina, yang kala itu dipimpin Ari Soemarno, kakak kandung Menteri BUMN Rini Soemarno. Dimana di Amerika dan Eropa bahan bakar bensin bertimbal yang dianggap membahayakan kesehatan juga lingkungan itu dilarang untuk digunakan.

Ari sendiri sudah diperiksa KPK sebagai saksi menyangkut kasus suap senilai jutaan dollar Amerika Serikat itu. Sementara itu, PT Soegih Interjaya diketahui merupakan agen utama perusahaan minyak asal Inggris, Innospec, Ltd.

Atas perbuatannya, WSL dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b, pasal 13 UU No.20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor). Sementara, Suroso dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b dan atau pasal 11 UU No. 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Keduanya telah ditahan pada Selasa 24 Februari 2015 lalu. Willy ditahan di Rumah Tahanan KPK cabang Pomdam Guntur Jaya. Sementara Suroso ditahan ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta. Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.
(Sumber:merdeka.com)

 

Check Also

Pemko Langsa Salurkan Dana Meugang Kepada 6.700 Fakir Miskin

Langsa, sidaknews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H, Pemerintah kota Langsa menyalurkan bantuan berupa uang untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *