Home » Berita Foto » Vonis Dua Koruptor Proyek Umrah Kepri Berbeda

Vonis Dua Koruptor Proyek Umrah Kepri Berbeda

Tengku Afrizal Saat koodinasi dengan kuasa hukumnya
Tengku Afrizal Saat koodinasi dengan kuasa hukumnya Usai divonis oleh Majelis Hakim Di PN Tipikor Tanjungpinang,Senin (8/9).

Tanjungpinang,sidaknews.com – Pada sidang kasus korupsi dalam proyek pembangunan ruang belajar dan laboratorium UMRAH di Dompak Kepri senilai Rp 13 miliar yang bersumber dari dana APBN tahun 2012, Terbukti bersalah, kedua terdakwa masing-masing adalah Tengku Afrizal dan Rudjianto Sudjatmiko divonis hakim berbeda.

Tengku Afrizal divonis selama satu tahun dua bulan atau 14 bulan penjara, sedangkan Rudjianto S divonis selama satu tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (8/9/2014).

Selain hukuman badan, kedua terdakwa korupsi ini juga dikenakan hukuman denda masing-masing sebesar Rp 50 juta. Jika tidak mampu membayar hukuman denda tersebut akan diganti dengan hukuman badan selama tiga bulan penjara.

“Terdakwa juga dikenakan hukuman denda senilai Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata majelis hakim yang dipimpin Aji Suryo didampingi dua hakim anggota Iwan Irawan dan Jonni Gultom membacakan amar putusannya.

Terdakwa terbukti secara sah melanggar ketentuan sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara dan denda senilai Rp 50 juta subsider tiga bulan.

Atas putusan tersebut, kedua terdakwa yang didampingi masing-masing kuasa hukumnya pasrah dan mengatakan menerima, sementara jaksa yang dipimpin Noviandri mengutarakan masih pikir-pikir. “Terima pak hakim,” ujar Tengku mantap menanggapi hasil putusan.

Usai persidangan, kepada awak media, Tengku maupun Rudjianto yang ditemani beberapa kerabat dan kolega tidak banyak berkomentar banyak terkait putusan tersebut. “Keadilan hanya milik Tuhan,” ujar Tengku sambil berjalan menuju surau yang berada di lokasi pengadilan untuk melaksanakan sholat.

Rujdianto merupakan Direktur PT Prambanan Dwi Paka yang menjadi kontraktor pelaksana proyek. Sementara, Tengku Afrizal merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

Modus operandi kasus korupsi tersebut dilakukan dengan cara yakni hingga tahun anggaran 2012 berakhir, proyek yang dikerjakan hanya sekitar 35 persen saja. Namun, anggaran proyek dicairkan sekitar 40 persen dengan cara melakukan manipulasi data dalam laporan administrasi.

Dari hasil audit BPKP, nilai kerugian yang timbul akibat kasus ini sebesar Rp864 juta. Nilai kerugian negara tersebut telah dikembalikan terdakwa seluruhnya pada saat proses penyidikan kasus ini di kejaksaan.(Sn)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>